
Hari demi hari berlalu, tiga bulan berlalu dan suaminya tidak kunjung datang menemuinya. Hari itu adalah hari ulang tahun Kevia, Tiara mengajak Kevia kembali pulang ke rumah untuk merayakan pesta ulang tahun bersama. Bahkan Tiara juga sudah membuatkan kue ulang tahun untuk putrinya.
“Ma papa datang kan?” Tanya Kevia.
“Tentu saja papa datang sayang.” Kata Tiara sambil menyiapkan kue untuk putrinya.
“Yeeeee, papa kapan tiba kesini ma? Aku tidak akan memakan kuenya sebelum papa datang.” Kata Kevia.
“Tadi papa menelfon mama katanya papa sedang di bandara, mau naik pesawat katanya sayang. Mungkin nanti malam papa akan tiba, kita tunggu saja ya sayang.” Kata Tiara.
“Iya mama.” Kata Kevia.
Tiba-tiba terdengar suara bel pintu, Kevia sangat antusias dan langsung membuka pintu rumahnya.
“Papa.” Teriak Kevia.
“Siapa yang datang sayang? Papa ya?” Tanya Tiara lalu menghampiri putrinya, namun ternyata yang datang bukanlah Daniel.
“Bukan papa yang datang ma.” Kata Kevia terlihat kecewa.
“Kevia masuk dulu ya, mama mau bicara dengan teman mama dulu.” Kata Tiara, Kevia pun menuruti ucapan ibunya.
“Kenapa kamu datang kesini?” Tanya Tiara.
“Aku merindukanmu.” Kata Fardan.
“Kamu gila ya? Berani sekali kamu datang kesini disaat aku sedang menikmati waktuku bersama keluargaku, aku bilang tolong jangan seperti ini kepadaku.” Kata Tiara.
__ADS_1
“Aku sangat ingin melihatmu.” Kata Fardan.
“Kita bicara di tempat lain saja, ikut aku.” Ajak Tiara ke suatu tempat.
**
Kevia menunggu ibunya yang tak kunjung pulang, tiba-tiba bel rumah berbunyi lagi, namun Kevia tidak terlalu antusias membuka pintu rumahnya. Dan ternyata yang datang adalah Daniel sambil membawa kado dan banyak barang untuk putrinya.
“Kevia sayang.” Kata Daniel.
“Papa.” Teriak Kevia lalu langsung memeluk papanya.
“Bagaimana kabar Kevia? Baik-baik saja kan? Mana mama?” Tanya Daniel.
“Kevia kangen sekali dengan papa, mama pergi pa dengan temannya dari tadi dan belum juga pulang.” Kata Kevia.
Daniel pun segera membukakan kado untuk putrinya sambil menikmati kue ulang tahun buatan istrinya.
“Bagaimana suka tidak dengan hadiah dari papa?” Tanya Daniel.
“Suka sekali pa, wah bajunya bagus, Kevia jadi terlihat seperti seorang princess pa.” Kata Kevia.
“Hahahaha tentu saja, putri papa kan memang seorang princess. Mama kok belum juga pulang ya? Papa telfon mama dulu ya.” Kata Daniel.
“Iya papa.” Kata Kevia sambil membuka semua kado dari ayahnya.
Daniel menelfon istrinya namun tidak ada jawaban, tentu saja Daniel sangat khawatir dengan istrinya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, datanglah Tiara.
“Kevia, mama pulang.” Kata Tiara yang terlihat acak-acakan rambut dan bajunya.
“Sayang.” Kata Daniel.
“Mas mas ka kapan kamu da datang mas? Maaf aku tadi keluar menemui Nadia. Aku merindukanmu mas.” Kata Tiara lalu memeluk suaminya.
“Aku juga sangat merindukanmu sayang, kenapa baju dan rambutmu berantakan sih? Memangnya kamu dari mana?” Tanya Daniel.
“Oh tadi diluar gerimis dan anginnya sangat kencang mas makanya baju dan rambutku terlihat berantakan.” Kata Tiara.
“Astaga, lihat kancing bajumu saja sampai terbuka hmmmm.” Kata Daniel.
“Hehehe diluar udaranya sangat dingin mas dan anginnya juga sangat kencang.” Kata Tiara.
“Lipstik kamu belepotan sayang.” Kata Daniel.
“Karena aku tadi buru-buru mas saat menemui Nadia, tadi sangat mendadak dan dia membutuhkanku makanya aku jadi terburu-buru mas.” Kata Tiara lalu mencium pipi suaminya.
“Ayo kita makan malam dulu sayang.” Bisik Tiara kepada suaminya.
“Setelah makan malam dan Kevia tidur, barulah kita bisa bermesraan berdua.” Kata Daniel.
“Hehehe, ayo kita makan dulu mas. Aku menunggumu hingga kelaparan.” Kata Tiara.
“Siap sayang.” Bisik Daniel.
__ADS_1