
Abela segera masuk kedalam rumah.
“Aku harus terlihat biasa saja, aku harus berusaha untuk bertahan, kuat dan harus mencari tau siapa wanita itu. Aku harus kuat demi anakku.” Kata Abela dalam hati.
“Mama.” Panggil Darel.
“Darel, mama merindukanmu sayang.” Kata Abela sambil memeluk anaknya dengan pelukan sangat erat.
“Mama Darel tidak bisa bernafas, tolong lepaskan.” Kata Darel.
“Darel sudah makan belum?” Tanya Abela.
“Sudah barusan, hari ini aku ingin tidur lebih awal karena besok pagi papa akan mengajakku ke tempat pacuan kuda.” Kata Darel.
“Mama boleh bertanya tidak?” Tanya Abela.
“Sayang, kamu sudah pulang?” Tanya Adriano tiba-tiba muncul.
“Mama mau tanya apa kepadaku?” Tanya Darel.
“Lupakan, lain kali saja. Cepat masuklah kamar dan tidurlah.” Kata Abela.
“Selamat malam mama papa.” Kata Darel.
“Selamat malam sayang.” Kata Abela.
“Sayang aku merindukanmu.” Kata Adriano sambil memeluk istrinya.
“Lepaskan aku mas, aku mau mandi dulu.” Kata Abela.
“Baiklah, aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita berdua. Aku akan membawanya kedalam kamar ya.” Kata Adriano.
“Baiklah.” Kata Abela.
__ADS_1
**
Abela selesai mandi kemudian berganti pakaian.
“Sayang kemarilah.” Kata Adriano.
“Ada apa?” Tanya Abela.
“Aku pengen itu.” Kata Adriano sambil memeluk istrinya.
“Aku lelah sekali hari ini.” Kata Abela.
“Memangnya seharian kamu melakukan apa saja sih?” Gerutu Adriano.
“Banyak laporan yang harus kerjakan dan harus siaran juga, lalu pergi berkunjung ke tempat pacuan kuda tadi. Pokoknya aku lelah sekali hari ini.” Kata Abela.
“Hmmmm, aku tidur dulu.” Kata Adriano.
Dia diam-diam mengambil ponsel milik suaminya. Dia mengecek pesan masuk, panggilan terakhir dan juga semua kontak yang ada di ponsel milik suaminya.
“Adriano pasti memberi nama wanita itu dengan nama lain. Nah sepertinya ini, wah pintar sekali dia memberikan nama, dia memberikan nama direktur. Aku harus mencari tau sendiri siapa wanita itu. Besok aku akan mengikuti kemanapun dia pergi.” Kata Abela dalam hati.
“Ibu sedang apa di dapur?” Tanya Rina (art).
“Tidak apa-apa, kamu sendiri kenapa kesini?” Tanya Abela.
“Saya sedang mengambil minum bu. Ibu kok belum tidur?” Tanya Rina.
“Aku belum ngantuk, oh iya Rin kamu pernah melihat bapak menemui seorang wanita tidak?” Tanya Abela.
“Saya tidak pernah melihatnya bu, laki-laki seperti bapak mana mungkin menemui wanita lain dan memiliki wanita lain selain ibu.” Kata Rina.
“Benar juga sih katamu tapi aku sedang mencurigai bapak. Aku melihat bapak sedang berdua dengan wanita lain di kafe.” Kata Abela.
__ADS_1
“Lebih baik pastikan sendiri saja bu dan lihat secara langsung.” Kata Rina.
“Memang aku ingin melihatnya secara langsung.” Kata Abela.
“Bapak itu sangat romantis kepada ibu dan sangat menyayangi keluarga jadi saya pikir itu tidak mungkin terjadi.” Kata Rina.
“Iya, cepat sana masuk kamarmu.” Kata Abela.
“Baik bu, selamat malam.” Kata Rina.
**
Keesokan harinya. Adriano pergi ke kantornya, Abela pun diam-diam mengikutinya dengan mengendarai taksi online. Ternyata Adriano pergi ke tempat pacuan kuda.
“Jadi dia membohongiku kembali? Hari ini juga aku akan menangkap basah kelakuan busukmu.” Kata Abela dalam hati.
Kemudian Abela segera turun dari mobil dan mengikuti Adriano secara diam-diam. Dugaan Abela benar, ternyata Adriano menemui seorang wanita di kafe yang ada tempat pacuan kuda. Abela pun segera menghampiri suaminya dan melabraknya.
“Oh jadi ini selingkuhan kamu?” Bentak Abela.
“Abela anakku.” Kata wanita tersebut.
“Mama, sedang apa mama disini menemui mas Adriano?” Tanya Abela.
“Jadi wanita yang sering kamu temui adalah ibuku?” Tanya Abela kepada Adriano.
“Dengarkan penjelasanku dulu sayang, sebelumnya aku minta maaf.” Kata Adriano.
“Aku membohongiku, aku sangat muak melihatmu.” Kata Abela, lalu dia pergi.
“Cepat kejar istrimu, mama akan pulang. Nanti mama menelfonmu ya.” Kata ibu Abela yang bernama Antika.
“Baik ma, maaf aku harus menemui Abela.” Kata Adriano.
__ADS_1