Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 81


__ADS_3

Semua tamu undangan membicarakan


Abella terutama teman sekolahnya.


“Wah Abella cantik sekali.”


“Itu benar si Abella?”


“Dia berubah banget ya, maklum


saja suaminya seorang pilot pasti duitnya banyak makanya penampilannya sangat


berkelas. Aku jadi kagum melihatnya.”


“Coba kalau dia menikah dengan


Dava pasti dia tidak akan seperti itu penampilannya.”


“Katanya Dava dijodohkan sama


orang tuanya dan istrinya Dava itu jauh lebih tua dari Dava, katanya sih Dava


masih menyukai Abella. Tapi aku setuju banget dengan Abella, lebih baik memilih


mas captain.”


“Hai semua, pasti kalian


membicarakan aku ya.” Kata Abella.


“Gila, kamu berubah banget Bell,


dimana suamimu?”


“Suamiku sedang ada penerbangan


keluar kota.” Kata Abella dengan menebarkan pesonanya.


Kemudian dia segera menghampiri Dava


dan istrinya.


“Selamat ya untuk kalian berdua.”


Kata Abella.


“Terima kasih kamu mau hadir di


pernikahanku, suamimu datang bersamamu juga? Kamu sangat cantik malam ini.”


Tanya Dava.


“Suamiku sedang bekerja dan aku


sibuk menghabiskan uangnya.” Kata Abella dengan gaya bar-bar dan sombongnya.

__ADS_1


“Ah iya, silahkan dinikmati


makanannya ya.” Kata Dava.


“Aku sibuk jadi aku langsung


pulang.” Kata Abella.


“Jangan pulang dulu, makanlah


terlebih dahulu.” Kata Dava.


“Kamu masih memikirkanku ya? Maaf


wanita sepertiku tidak pantas untuk laki-laki sepertimu.” Bisik Abella.


“Hei kamu untuk apa kamu datang


kesini? Jangan merusak acara pernikahan anak saya ya.” Bentak ibu Dava karena


melihat Abella sedang berbisik ke telinga Dava.


“Selamat malam tante, sepertinya


anak tante masih sering memikirkan saya.” Kata Abella dengan senyuman sinisnya.


“Pergi kamu dari sini.” Bentak


ibu Dava.


Abella.” Kata Dava.


“Ayo ikut aku.” Kata Dava sambil


menarik tangan Abella dan membawanya ke suatu tempat.


“Lepaskan aku.” Bentak Abella.


“Aku mengerti kamu sangat kesal


denganku, tapi jangan merasa bahwa kamu adalah korban. Kamu bahkan telah


menikah dengan laki-laki lain di belakangku, jadi jangan merasa bahwa kamu


selalu benar dan aku selalu salah.” Kata Dava.


“Tapi kamu sudah mengenal wanita


itu tahun lalu, kenapa kamu tidak memberitahuku jika memang kamu tidak akan


melanjutkan hubungan ini?” Kata Abella.


“Aku hanya mengenal dia tahun


lalu tapi aku tidak tau bahwa akhirnya akan begini.” Kata Dava.

__ADS_1


“Jangan munafik deh, wanita itu


memohon kepada orang tuanya agar dinikahkan denganmu padahal dia tau bahwa kamu


sudah memiliki pacar saat itu.” Kata Abella.


“Lalu kenapa kamu tidak


memutuskanku saat itu? Kenapa kamu justru harus menikah dengan pilot itu?”


Tanya Dava.


“Sebenarnya aku dan dia membuat


sebuah perjanjian bahwa aku akan berpisah dengannya saat lulus SMA lalu


memberitahu kepadamu, namun ternyata kamu menikahi wanita itu.” Kata Abella.


“Dari mana kamu tau bahwa dia


menginginkanku sejak lama?” Tanya Dava.


“Kamu tidak perlu mengetahuinya. Aku


sangat kecewa denganmu.” Kata Abella.


“Dengarkan penjelasanku terlebih


dahulu.” Kata Dava.


“Cukup, aku tidak perlu mendengar


semua penjelasanmu lagi.” Kata Abella lalu pergi meninggalkan Dava, namun Dava


menariknya.


“Lepaskan tanganku.” Kata Abella.


“Aku memang masih menyukaimu, aku


tidak menyukainya.” Kata Dava.


“Percuma. Lagipula aku sudah


menikah dengan mas Adriano dan kami saling mencintai.” Kata Abella. Tiba-tiba


Dava memeluk paksa Abella, Abella berusaha melepaskannya.


“Lepaskan aku.” Kata Abella


sambil mendorong Dava dengan keras dan akhirnya Dava terbentur dinding.


“Jangan berani macam-macam


padaku, meskipun aku terlihat kekanak-kanakan tapi aku bukan sembarang orang

__ADS_1


yang bisa kamu permainkan seenaknya.” Kata Abella.


__ADS_2