
Semua tamu undangan membicarakan
Abella terutama teman sekolahnya.
“Wah Abella cantik sekali.”
“Itu benar si Abella?”
“Dia berubah banget ya, maklum
saja suaminya seorang pilot pasti duitnya banyak makanya penampilannya sangat
berkelas. Aku jadi kagum melihatnya.”
“Coba kalau dia menikah dengan
Dava pasti dia tidak akan seperti itu penampilannya.”
“Katanya Dava dijodohkan sama
orang tuanya dan istrinya Dava itu jauh lebih tua dari Dava, katanya sih Dava
masih menyukai Abella. Tapi aku setuju banget dengan Abella, lebih baik memilih
mas captain.”
“Hai semua, pasti kalian
membicarakan aku ya.” Kata Abella.
“Gila, kamu berubah banget Bell,
dimana suamimu?”
“Suamiku sedang ada penerbangan
keluar kota.” Kata Abella dengan menebarkan pesonanya.
Kemudian dia segera menghampiri Dava
dan istrinya.
“Selamat ya untuk kalian berdua.”
Kata Abella.
“Terima kasih kamu mau hadir di
pernikahanku, suamimu datang bersamamu juga? Kamu sangat cantik malam ini.”
Tanya Dava.
“Suamiku sedang bekerja dan aku
sibuk menghabiskan uangnya.” Kata Abella dengan gaya bar-bar dan sombongnya.
__ADS_1
“Ah iya, silahkan dinikmati
makanannya ya.” Kata Dava.
“Aku sibuk jadi aku langsung
pulang.” Kata Abella.
“Jangan pulang dulu, makanlah
terlebih dahulu.” Kata Dava.
“Kamu masih memikirkanku ya? Maaf
wanita sepertiku tidak pantas untuk laki-laki sepertimu.” Bisik Abella.
“Hei kamu untuk apa kamu datang
kesini? Jangan merusak acara pernikahan anak saya ya.” Bentak ibu Dava karena
melihat Abella sedang berbisik ke telinga Dava.
“Selamat malam tante, sepertinya
anak tante masih sering memikirkan saya.” Kata Abella dengan senyuman sinisnya.
“Pergi kamu dari sini.” Bentak
ibu Dava.
Abella.” Kata Dava.
“Ayo ikut aku.” Kata Dava sambil
menarik tangan Abella dan membawanya ke suatu tempat.
“Lepaskan aku.” Bentak Abella.
“Aku mengerti kamu sangat kesal
denganku, tapi jangan merasa bahwa kamu adalah korban. Kamu bahkan telah
menikah dengan laki-laki lain di belakangku, jadi jangan merasa bahwa kamu
selalu benar dan aku selalu salah.” Kata Dava.
“Tapi kamu sudah mengenal wanita
itu tahun lalu, kenapa kamu tidak memberitahuku jika memang kamu tidak akan
melanjutkan hubungan ini?” Kata Abella.
“Aku hanya mengenal dia tahun
lalu tapi aku tidak tau bahwa akhirnya akan begini.” Kata Dava.
__ADS_1
“Jangan munafik deh, wanita itu
memohon kepada orang tuanya agar dinikahkan denganmu padahal dia tau bahwa kamu
sudah memiliki pacar saat itu.” Kata Abella.
“Lalu kenapa kamu tidak
memutuskanku saat itu? Kenapa kamu justru harus menikah dengan pilot itu?”
Tanya Dava.
“Sebenarnya aku dan dia membuat
sebuah perjanjian bahwa aku akan berpisah dengannya saat lulus SMA lalu
memberitahu kepadamu, namun ternyata kamu menikahi wanita itu.” Kata Abella.
“Dari mana kamu tau bahwa dia
menginginkanku sejak lama?” Tanya Dava.
“Kamu tidak perlu mengetahuinya. Aku
sangat kecewa denganmu.” Kata Abella.
“Dengarkan penjelasanku terlebih
dahulu.” Kata Dava.
“Cukup, aku tidak perlu mendengar
semua penjelasanmu lagi.” Kata Abella lalu pergi meninggalkan Dava, namun Dava
menariknya.
“Lepaskan tanganku.” Kata Abella.
“Aku memang masih menyukaimu, aku
tidak menyukainya.” Kata Dava.
“Percuma. Lagipula aku sudah
menikah dengan mas Adriano dan kami saling mencintai.” Kata Abella. Tiba-tiba
Dava memeluk paksa Abella, Abella berusaha melepaskannya.
“Lepaskan aku.” Kata Abella
sambil mendorong Dava dengan keras dan akhirnya Dava terbentur dinding.
“Jangan berani macam-macam
padaku, meskipun aku terlihat kekanak-kanakan tapi aku bukan sembarang orang
__ADS_1
yang bisa kamu permainkan seenaknya.” Kata Abella.