
Marisa masih
mengejar Adriano.
“Tunggu
sebentar.” Kata Marisa.
“Bisakah kamu
tidak muncul di hadapanku kembali?” Tanya Adriano.
“Tunggulah di
tempat tunggu, aku akan bicara dengannya sebentar.” Kata Adriano kepada
istrinya.
Kemudian Adriano
dan Marisa berbicara di suatu tempat.
“Ada apa lagi
sih?” Tanya Adriano.
“Kali ini aku
serius denganmu, aku sangat membutuhkanmu.” Kata Marisa.
“Aku sudah
menikah, tolong mengertilah. Jangan berharap lagi padaku.” Kata Adriano.
“Aku telah
kehilangan semuanya, aku kehilangan suamiku, kedua orang tuaku dan juga adikku.
Aku tidak memiliki siapapun lagi selain kamu.” Kata Marisa.
“Apa? Memangnya
kedua orang tuamu kemana?” Tanya Adriano.
“Setelah aku
berpisah dari suamiku, ayah ibuku membenciku dan sangat kecewa padaku karena
mereka menganggap aku adalah istri yang tidak bisa berbakti dengan suaminya.
Mereka tidak menganggap aku sebagai anaknya kembali, bahkan jika aku berkunjung
ke rumah mereka, mereka langsung mengusirku. Aku serius dengan ucapanku, hanya
padamu aku bergantung saat ini.” Kata Marisa.
“Aku turut
bersedih dan prihatin mendengar ceritamu tapi aku yang dulu dan sekarang sudah
berbeda, aku sudah menikah dengan Abella dan aku juga menyukainya.” Kata
Adriano.
“Seberapa besar
__ADS_1
kamu menyukainya? Apakah melebihi saat kamu menyukaiku dulu?” Tanya Marisa.
“Suka maupun
cinta tidak bisa dengan mudah diperbandingkan Marisa, carilah laki-laki lain
yang juga menyukaimu. Aku yakin banyak laki-laki yang menyukaimu apa adanya.
Tolong lupakanlah aku dan marilah kita jalani hidup kita masing-masing.” Kata
Adriano.
Lalu Marisa
memeluk erat Adriano.
“Beri aku
waktumu satu menit saja, aku mohon.” Kata Marisa.
“Satu menitmu
sudah habis, aku harus pergi. Jaga dirimu dengan baik.” Kata Adriano.
“Sampai ketemu
di Bali.” Kata Marisa.
**
Didalam pesawat,
Abella duduk bersebelahan dengan Marisa.
“Astaga kenapa
“Hai, kita
bertemu kembali dan sepertinya kita akan sering bertemu.” Kata Marisa dengan
percaya diri.
“Pantas saja
ditinggal sama suamimu, kelakuanmu saja seperti itu. Sungguh memalukan.” Kata Abella.
“Suamimu masih
menyukai dan juga mencintaiku. Lihat saja nanti setibanya di Bali. Pasti dia
akan pergi ke hotel yang sama denganku. Karena dia teringat dengan kenangan
indah bersamaku dulu. Dia memang menikahimu tapi hatinya hanya untukku.” Kata
Marisa.
Lalu Abella
tiba-tiba menumpahkan minuman ke Marisa.
“Ouuuuh maaf aku
tidak sengaja. Sayang sekali baju mahalmu jadi basah, mari aku bantu.” Kata
Abella sangat puas.
__ADS_1
“Apa yang kamu
lakukan padaku? Pasti kamu sengaja kan? Dasar wanita tidak tau diri dan tidak punya sopan santun.” Kata
Marisa sangat kesal.
“Pelankan
suaramu atau aku akan menyebutmu pelakor.” Bisik Abella.
Marisa sangat
kesal dengan kelakuan Abella.
“Ini hanya
permulaan saja.” Kata Abella sambil memberikan tisu kepada Marisa.
“Aku akan
membalasmu.” Kata Marisa.
“Aku akan
menantikannya.” Kata Abella.
Setibanya di
bandara di Bali. Abella segera turun dan menunggu suaminya di ruang tunggu.
“Kenapa mas Adriano
lama sekali.” Kata Abella. Kemudian dia menelfon suaminya.
“Hallo mas kamu
dimana? Kenapa kamu lama sekali sih?” Tanya Abella.
“Tunggu
sebentar, kamu dimana?” Tanya Adriano.
“Aku di ruang
tunggu. Cepatlah kemari, aku tidak mau menunggu terlalu lama, aku sangat lelah
mas.” kata Abella.
“Iya iya, tunggu
sebentar. Aku akan kesana setelah ini.” Kata Adriano.
“Awas saja kalau
kamu diam-diam menemui si Marisa itu.” Ancam Abella.
“Aku tidak menemuinya.” Kata Adriano.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Salam sehat semuanya, terima kasih.
__ADS_1
Yang sering komentar ingin segera update cerita yang banyak dan cepet, yuk di like ya.
Like, like and like.