Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 3


__ADS_3

Abella kembali ke rumah. Dia tiba dirumah jam 7 malam.


“Jam berapa ini? Kenapa jam


segini baru pulang sekolah? Naik apa kamu tadi?” Tanya Adriano.


“Bukan urusanmu mas aku mau


pulang jam berapa naik apa dan dengan siapa.” Kata Abella.


“Cepat buatkan aku makanan.” Kata


Adriano.


“Aku sibuk, setelah ini aku mau


keluar untuk bermain bersama teman-temanku. Oh ya kita belum membuat


kesepakatan tentang masalah financial di antara kita berdua.” Kata Abella.


“Bukankah kamu bilang bahwa kita


akan menjalani hidup masing-masing. Uangku ya tentu saja uangku, uangmu ya


tentu saja uangmu.” Kata Adriano.


“Tidak bisa begitu dong, aku kan


masih sekolah dan mas sudah bekerja. Bagaimana caraku mendapatkan uang,


dimana-dimana itu suami yang membiayai istrinya.” Kata Abella.


“Memangnya kamu sudah menjalankan


tugas istri dengan baik? Sudah melayani suamimu dengan baik? Belum kan jadi


untuk apa aku membiayaimu.” Kata Adriano.


“Lalu bagaimana dengan sekolahku?


Dasar suami pelit, aku kesal denganmu mas.” Gerutu Abella sambil merengek.


“Dasar kekanak-kanakan. Gitu saja


sudah menangis.” Kata Adriano.


“Aku tidak menangis aku hanya


kesal denganmu.” Kata Abella.


“Kasihan juga kalau aku


membiarkannya, lagipula kakek dan neneknya sudah menyerahkannya kepadaku. Kalau


aku membiarkannya sama saja dengan menelantarkannya.” Kata Adriano dalam hati.


“Jadi kamu ingin aku membiayai


sekolah dan hidupmu?” Tanya Adriano.


“Tentu saja, kan kamu suamiku,

__ADS_1


lagipula kakek dan nenek sudah menyerahkanku kepadamu mas.” Kata Abella dengan


memasang ekspresi sedih.


“Baiklah aku akan membiayaimu


tapi kamu juga harus melayaniku baik lahir maupun batin.” Kata Adriano.


“Apa? Bukankah kamu sudah


berjanji tidak akan menyentuhku bahkan tidur bersamaku. Aku takut dan aku tidak


mau lagipula aku masih sekolah, aku takut.” Kata Abella sambil merengek.


“Iya iya aku tidak akan


memaksamu. Aku akan membiayai sekolahmu tapi kamu harus memasak untukku, kamu


juga harus mengantarku ke tempat kerjaku dengan begitu aku akan memberimu


uang.” Kata Adriano.


“Apa? Haruskah aku mengantarmu


juga? Kamu bisa pergi sendiri kan.” Kata Abella.


“Kamu kan bisa pergi ke sekolah


dengan naik mobil milikku.” Kata Adriano.


“Tapi tempat kerjamu jauh, aku


pasti terlambat ke sekolah.” Kata Abella.


siap-siap beberapa jam sebelumnya. Kalau tidak mau aku juga tidak akan


memberimu uang saku.” Kata Adriano.


“Dasar pelit, aku tau sebenarnya


gajimu banyak. Dasar menyebalkan, pantas saja baru nikah usia 30an.” Gerutu


Abella.


“Aku bisa mendengarmu dengan


jelas.” Kata Adriano.


“Hehehehe maaf mas.” Kata Abella.


“Hari ini kamu tidak boleh pergi


kemana-mana.” Kata Adriano.


“Tidak apa-apa lagipula aku sudah


bertemu dengan pacarku, aku bisa saja membatalkan janji bertemu dengan


teman-temanku. Kapan kamu akan memberiku uang?” Tanya Abella.


“Setelah kamu mengerjakan tugasmu

__ADS_1


dengan benar.” Kata Adriano.


“Dasar pelit, menyebalkan, tua


lagi.” Kata Abella sambil menjulurkan lidahnya.


**


Pukul 02.00 dini hari. Adriano


membangunkan Abella. Abella pun kaget dan berteriak.


“Aaaaaaaaa apa yang kamu lakukan,


cepat keluar dari kamarku.” Kata Abella sambil menendang Adriano.


“Hei hei ini aku suamimu. Cepat


bangun dan buatkan aku makan lalu antarkan aku kerja.” Kata Adriano.


“Tapi aku masih mengantuk, nanti


saja deh.” Kata Abella.


“Tidak bisa, aku ada flight jam


05.00 pagi jadi aku harus berangkat sekarang.” Kata Adriano.


“Memangnya sekarang jam berapa


sih? Aku masih mengantuk.” Kata Abella.


“Ayo cepat bangun dan segera


bersiap-siaplah, nanti aku terlambat.” Kata Adriano sambil menarik selimut


Abella.


Lalu Abella bangun dan membuatkan


makanan untuk suaminya.


“Tuh makanannya, aku mau tidur


sebentar.” Kata Abella.


“Tunggu sampai aku menghabiskan


makanan ini, kamu buat apa sih ini?” Tanya Adriano.


“Aku membuat sandwich, salah


sendiri jam segini berangkat kerja jadi aku tidak ada persiapan untuk memasak.”


Kata Abella.


“Awas saja kalau tidak enak rasanya.”


Kata Adriano.


“Kalau tidak enak tidak usah

__ADS_1


dimakan, buang saja di tempat sampah, beres kan.” Kata Abella sambil melotot ke


arah suaminya.


__ADS_2