
Tiara menghampiri studio Fardan, namun sebelumnya dia menelfon Nadia terlebih dahulu.
“Hai Nadia, kamu sedang apa?” Tanya Tiara.
“Hai aku sedang membeli kue untuk pacarku, hari ini dia ulang tahun dan aku ingin memberikan dia sebuah kejutan. Aku harap dia menyukai kue dan hadiah dariku.” Kata Nadia sangat antusias.
“Oh iya? Wah pasti Fardan sangat menyukainya. Kemarin dia mulai mengajariku melukis.” Kata Tiara.
“Iya, aku memintanya agar dia menjadi guru lukismu, dia itu sangat pandai loh dan hasil karyanya sangat bagus dan di akui. Lukisanku saja kalah bagus.” Kata Nadia.
“Hehe, jadi kamu tidak bisa menjadi guruku ya?” Tanya Tiara.
“Maaf ya, aku kan sibuk. Selain itu aku juga harus bekerja di sebuah kafe, kalau aku ada waktu senggang pasti aku akan mengajarimu. Fardan mengajarimu dengan baik kan? Tentu saja.” Kata Nadia.
“Iya dia mengajariku dengan sangat baik kok. Terima kasih banyak ya.” Kata Tiara.
“Sama-sama, aku pergi dulu ya. Selamat belajar hehe.” Kata Nadia.
“Hmmmm sangat baik? Justru aku tidak tahan dengannya, dia sih tampan dan menawan tapi tidak dengan kelakuannya.” Kata Tiara dalam hati.
Tidak lama kemudian, Tiara tiba di studio Fardan. Dia segera turun dan menghampiri studio Fardan.
“Hai, aku tidak terlambat kan?” Kata Tiara.
“Aku sudah menyiapkanmu gambar yang harus kamu warnai, setelah itu barulah aku akan mengajarimu untuk melukis.” Kata Fardan.
“Mewarnai lagi?” Tanya Tiara.
“Kalau tidak mau, kembalilah pulang.” Kata Fardan.
“Baiklah, mana yang harus aku warnai?” Tanya Tiara.
“Itu.” Kata Fardan menunjuk ke sebuah tumpukan kertas.
__ADS_1
“Waw cukup banyak ya.” Kata Tiara.
“Kalau keberatan, pergilah sekarang juga karena aku sibuk tidak sepertimu.” Kata Fardan.
“Aku akan mewarnainya sekarang.” Kata Tiara.
“Astaga aku harus mewarnai gambar sebanyak ini, lalu jam berapa aku akan selesai astaga kenapa aku sial sekali hari ini ya.” Kata Tiara dalam hati.
Kemudian Tiara mulai menanyakan sesuatu kepada Fardan.
“Aku dengar hari ini kamu ada janji dengan Nadia ya?” Tanya Tiara.
“Tidak ada.” Kata Fardan.
“Tadi Nadia bilang kepadaku kalau dia akan merayakan ulang tahunmu bersama Nadia, dia bahkan sangat sibuk menyiapkan semuanya untukmu.” Kata Tiara.
“Kita tidak terlalu dekat untuk membicarakan masalah itu, itu urusanmu dengan Nadia bukan denganku jadi tanyakan saja kepada Nadia.” Kata Fardan.
“Lebih baik jangan banyak bicara dan segera selesaikan pekerjaanmu.” Kata Fardan.
“Iya, maaf sebelumnya.” Kata Tiara.
Ponsel Fardan berdering.
“Terima saja telfonnya, aku hampir selesai kok.” Kata Tiara.
“Bukan urusanmu.” Kata Fardan.
“Sepertinya itu telfon dari Nadia ya, haruskah aku bersiap-siap untuk pulang sekarang?” Tanya Tiara.
__ADS_1
Kemudian tiba-tiba Fardan mendekati Tiara dan menatapnya dengan sangat tajam.
“Maaf, apakah aku membuatmu kesal? Maafkan aku, aku akan kembali sekarang, terima kasih banyak hari ini.” Kata Tiara kemudian segera bersiap-siap dan mengemasi semua barangnya.
“Aku belum selesai mengajarimu.” Kata Fardan.
“Kita bisa melanjutkan besok kan, aku harus pergi.” Kata Tiara.
Kemudian Fardan mengajari Tiara untuk melukis sesuatu, Fardan menggenggam tangan Tiara dengan lemah lembut.
“Menggambar atau melukis itu dari hati dan harus dengan perasaan, itulah kenapa aku tidak mengajarimu menggambar kemarin karena sepertinya kamu sedang banyak pikiran dan sepertinya kamu tidak menyukaiku sebagai gurumu.” Kata Fardan.
“Maaf aku memang sedang banyak pikiran saat itu.” Kata Tiara.
“Aku sudah memberikan contoh gambar, sekarang mulailah menggambar seperti apa yang aku gambar barusan.” Kata Fardan sambil menatap Tiara.
“Baiklah.” Kata Tiara gemetaran, kemudian Fardan melepas tangannya yang sedang menggenggam tangan Tiara.
“Sayang.” Teriak Nadia tiba-tiba datang, namun dia merasa aneh kenapa kekasihnya seakan seperti memeluk sahabatnya.
Kemudian Tiara menjauh dari Fardan.
“Ah ah kenapa tiba-tiba datang?” Tanya Fardan.
“Kan kita mau merayakan pesta ulang tahun.” Kata Nadia.
“Selamat merayakan pesta ya, aku balik dulu.” Kata Tiara.
“Loh kamu mau kemana? Kita merayakan pesta bersama-sama. aku membawa minuman juga loh hehe.” Kata Nadia.
“Tapi aku tidak minum.” Kata Tiara.
“Kalau begitu kamu tidak boleh pulang, ayo kita merayakan pesta bersama. Sayang tolong ambilkan barang bawaanku ya.” Kata Nadia.
__ADS_1
“Iya.” Kata Fardan.