Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 41


__ADS_3

Keesokan harinya.


Kondisi Abela semakin membaik dan dia juga bisa bicara kembali seperti semula. Namun Abela enggan berbicara dengan suaminya.


“Sayang aku ingin kita kembali seperti dulu lagi, aku dan Ariana sudah berpisah.” Kata Adriano, namun Abela tidak mempedulikan suaminya, dia sibuk membalas pesan di ponselnya.


“Sayang, aku mengerti kalau kamu sudah bisa bicara lagi. Tolong beri aku kesempatan kedua ya, aku mohon kepadamu. Aku tau aku bersalah kepadamu dan kemarin aku benar-benar seperti tidak sadarkan diri sehingga berbicara seperti itu. Aku melakukan karena ingin melindungimu dari si Nando. Nando itu menyukaimu sayang dan dia ingin kita berpisah lalu pasti dia akan menikahimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu dan Darel sayang.” Kata Adriano, namun Abela tetap saja diam. Akhirnya Adriano mengambil ponsel Abela dengan paksa.


“Kembalikan ponselku.” Kata Abela.


“Akhirnya kamu mau bicara, kamu sedang mengirim pesan kepada siapa sih? Pasti si Nando kan?” Tanya Adriano sambil melihat ponsel istrinya, ternyata Abela sedang mengirim pesan kepada anaknya yang isinya.


“Darel hari ini sekolah diantar sama nenek ya, maaf karena mama hari ini belum bisa mengantar Darel. Hari ini kondisi mama sudah membaik bahkan mama sudah bisa bicara lagi, ini semua pasti doa terbaik dari Darel dan papa kan? Mama mencintaimu nak, doakan mama selalu sehat ya agar bisa bersama Darel dan menemani Darel kapanpun. Mama sedang banyak masalah tapi mama yakin mama bisa menyelesaikannya, mama akan melakukan apapun demi kebahagiaan dan masa depan Darel, mama always love you.”


Seketika Adriano pun tersentuh dengan isi pesan istrinya kepada Darel.


“Cepat kirimkan pesan itu ke Darel agar dia tidak khawatir kepadaku.” Kata Abela.

__ADS_1


“Kamu bahkan masih menyebut namaku? Maafkan aku sayang.” Kata Adriano.


“Darel tidak boleh mengetahui masalah yang terjadi dengan kita, pergilah. Aku ingin sendiri.” Kata Abela kemudian dia pergi ke toilet.


“Biar aku bantu.” Kata Adriano.


“Lepaskan aku, aku masih marah denganmu.” Kata Abela sambil melepas tangan Adriano yang membantu dirinya.


“Kita kembali lagi seperti semula kan sayang.” Kata Adriano.


“Kenapa? Kamu ingin menikah dengan si Nando kan?” Tanya Adriano.


Karena kesal Abela pun menampar pipi Adriano.


“Abela apa yang kamu lakukan kepada suamimu?” Bentak ibu Adriano yang tiba-tiba datang disaat Abela menampar Adriano.


“Mama.” Kata Abela.

__ADS_1


“Berani sekali kamu menampar anakku? Adriano bilang bahwa kamu akan menggugat cerai suamimu, apa benar?” Tanya ibu Adriano.


“Maaf jika mama melihat kejadian barusan, silahkan minta Adriano yang menjelaskan semuanya.” Kata Abela.


“Apakah nenek kakekmu tau bahwa kamu menggugat cerai suamimu? Jika aku tau kelakuanmu seperti ini kepada anakku, aku tidak akan pernah mau memiliki menantu sepertimu. Kamu sangat kasar dan tidak punya sopan santun, bahkan Adriano menderita karena sikapmu yang kekanak-kanakan seperti itu. Mama akan mendukung perceraian kalian tapi Darel harus ikut dengan papanya.” Kata ibu Adriano.


“Ada apa ini?” Tanya nenek Abela tiba-tiba datang, dia juga sempat mendengar perkataan ibunya Adriano tentang Abela yang ingin berpisah dengan Adriano.


“Jelaskan sama nenek kalau itu tidak benar, cepat jelaskan.” Kata nenek Abela.


“Memang benar aku ingin berpisah dengan mas Adriano. Tapi aku tidak bisa mengungkapkan alasannya, jadi tolong hargai keputusanku. Kalian bisa menyalahkanku, tapi dengarlah sendiri dari mas Adriano alasan kenapa aku meminta berpisah darinya. Aku mau istirahat, jadi tolong keluarlah dari kamarku.” Kata Abela.


“Dasar tidak tau diri, tidak punya sopan santun.” Kata ibu Adriano.


“Nenek sangat kecewa denganmu, apakah ibumu yang menyuruhmu untuk berpisah dengan suamimu?” Tanya nenek Abela.


“Nenek bisa menanyakan langsung kepada menantu kesayangan dan kebanggaan nenek.” Kata Abela

__ADS_1


__ADS_2