Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 51


__ADS_3

Kevia seringkali terbangun tengah malam dan langsung berteriak, dia merasa bersalah dan ingin bertanggungjawab namun dia tidak ingin dipenjara, akhirnya dia mengatakan kejadian tersebut kepada Daniel.


“Pa ada yang ingin aku katakan.” Kata Kevia.


“Ada apa sayang?” Tanya Daniel.


“Apakah papa bisa menghubungi mama? Apakah papa tau dimana keberadaan mama saat ini?” Tanya Kevia.


“Papa tidak tau keberadaan mama kamu, untuk sementara tolong jangan menanyakan keberadaan mama kamu ya, papa juga sedang sibuk mencari mama kamu.” Kata Daniel.


“Aku khawatir dengan keadaan mama pa.” Kata Kevia.


“Hari ini kamu sekolah diantar supir saja ya karena papa tidak bisa mengantar kamu ke sekolah.” Kata Daniel.


“Kevia tidak mau sekolah di luar negeri pa.” Kata Kevia.


“Iya sayang, papa tidak akan mengirim kamu ke luar negeri, papa berangkat ke kantor dulu ya, i love you.” Kata Daniel.


“Brendan bagaimana pa?” Tanya Kevia.

__ADS_1


“Brendan hari ini diantar sekolah sama nenek.” Kata Daniel.


“I love you pa, hati-hati dijalan pa.” Kata Kevia.


**


Kevia berangkat ke sekolah, setibanya di sekolah dia langsung turun namun dia diam-diam pergi kabur dengan mengendarai taksi.


“Mau pergi kemana kak?” Tanya driver taksi.


“Kita ke dekat sungai R ya pak.” Kata Kevia.


“Baik kak, oh iya kapan hari ada mayat ditemukan di sungai itu ya kak, sepertinya dia korban pembunuhan.” Kata supir taksi.


“Masalahnya yang menemukan mayat tersebut itu teman saya kak.” Kata supir taksi.


“Sial, lebih baik aku turun disini saja.” Kata Kevia dalam hati.


“Pak saya turun disini saja.” Kata Kevia.

__ADS_1


“Loh kenapa kak? Kan masih jauh tujuannya.” Kata supir taksi.


“Saya akan bayar dua kali lipat, berhenti sekarang juga.” Kata Kevia. Akhirnya supir taksi tersebut menghentikan mobilnya sesuai keinginan Kevia.


“Baik kak, totalnya 30ribu.” Kata supir taksi, tanpa berkata apapun, Kevia melempar uang 100ribu ke supir taksi tersebut dan dia langsung turun lalu berlari.


“Kak ini kebanyakan.” Teriak supir taksi, namun Kevia tetap berlari.


“Hmmm anak sekolah jaman sekarang tidak punya sopan santun, sepertinya dia anak orang kaya, tapi kenapa ya dia menuju ke sungai itu, memangnya dia tidak takut ya, apa jangan-jangan dia mau bunuh diri ya waduh gawat tapi sepertinya tidak mungkin, tapi sungai itu cukup jauh dari pemukiman warga bahkan sepi sekali sungai itu, biarkanlah itu urusan dia, lebih baik uang dari dia buat beli es krim untuk anak-anak saja.” Kata supir taksi.


**


Kevia tiba di jembatan sungai, dia mencari di sekeliling sungai hingga turun ke bawah di tepi sungai berharap dia menemukan jejak ibunya.


“Mama dimana sih? Apa mama bersembunyi di sekitar sini ya? Aku merasa bersalah ma, mama dimana sekarang.” Kata Kevia.


Tak lama kemudian, Kevia melihat seorang wanita berhenti di pinggir jembatan lalu  menabur bunga di sungai tersebut, Kevia yang berada dibawah jembatan pun akhirnya menjadi penasaran, dia pun kembali ke atas untuk memastikan siapa wanita tersebut, dari bawah wanita tersebut mengenakan kacamata hitam, memakai masker dan topi sehingga sulit untuk dikenali. Kevia berlari menghampiri wanita tersebut.


“Apa yang sedang kamu lakukan disini? Untuk apa menabur bunga di sungai? Memangnya ada yang meninggal ya?” Tanya Kevia kepada wanita misterius tersebut, wanita tersebut pun kaget dan langsung masuk kedalam mobil lalu segera mengendarai mobil dan pergi dari tempat tersebut. Kevia pun berusaha mengejar mobil tersebut namun tentu saja dia kalah. Kevia semakin yakin bahwa wanita tersebut adalah ibunya.

__ADS_1


“Apa jangan-jangan wanita tersebut adalah mama? Aku sangat ingat plat nomor mobilnya, sebaiknya aku mencaritahu siapa pemilik mobil tersebut.” Kata Kevia.


Lagi-lagi Kevia diam-diam mencaritahu pemilik mobil tersebut dengan meminta bantuan ke teman ayahnya, ternyata mobil tersebut adalah mobil rental, Kevia pun seakan putus asa.


__ADS_2