
Setibanya dirumah.
“Mama.” Kata Darel.
“Iya, ada apa sayang?” Tanya Abela.
“Besok aku ke sekolahnya di antar sama papa saja ya.” Kata Darel.
“Tapi papa kan harus kembali pagi-pagi sayang.” Kata Abela.
“Tidak apa-apa, besok papa akan mengantar Darel ke sekolah. Papa juga sekalian akan mengantar mama ke kantor ya.” Kata Adriano.
“Tidak usah, aku bisa berangkat sendiri jadi lebih baik antar Darel saja ke sekolahnya.” Kata Abela.
“Mama bagaimana sih kan papa ingin mengantar mama. Bukannya mama senang kalau diantar sama papa?” Tanya Darel.
__ADS_1
“Darel masuk ke kamar ya, mama lelah sekali jadi mau istirahat karena besok mama harus ke kantor dan banyak pekerjaan. Kalau papa mengantar mama, lalu mama bagaimana pulangnya? Mama tidak mau merepotkan papa kamu.” Kata Abela.
“Hmmmm mama mama.” Gerutu Darel.
“Darel masuklah ke kamar, siapkan buku pelajaran untuk besok ya.” Kata Abela.
“Iya ma, selamat malam mama dan papa.” Kata Darel.
“Selamat malam sayang.” Kata Abela sambil memeluk anaknya, kemudian Adriano pun juga memeluk anak dan istrinya. Namun Abela segera melepaskannya.
“Mama ke kamar dulu ya.” Kata Abela.
Adriano masuk kedalam kamar, ternyata Abela sedang mengerjakan bahan meeting besok pagi.
“Ada yang ingin aku bicarakan denganmu.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Aku sedang sibuk mengerjakan bahan meeting untuk besok. Malam ini tidurlah dikamar tamu, aku tidak mau tidur satu kamar denganmu.” Kata Abela.
“Tidak bisa, bagaimanapun juga kita masih pasangan suami istri yang sah.” Kata Adriano.
“Aku tidak ingin berdebat denganmu, kalau kamu mau tidur dikamar ini aku akan tidur dikamar tamu.” Kata Abela lalu pergi dari kamar namun Adriano mencegahnya.
“Lepaskan aku.” Kata Abela.
“Maafkan aku sayang, aku tidak bisa hidup tanpa kamu dan Darel. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan jadi aku mohon beri aku kesempatan lagi untukku.” Kata Adriano.
“Aku sudah membulatkan tekadku untuk berpisah denganmu. Hatiku teramat sakit, kini aku mengerti bagaimana rasanya di khianati dan di bohongi oleh orang yang terdekat dan orang yang selama ini aku sayangi.” Kata Abela.
“Tolong jangan egois, apakah kamu tidak memikirkan bagaimana dengan anak kita? Dia bahkan masih SD kelas 3 sayang, dia masih membutuhkan orang tuanya. Apa yang harus kita katakan kepadanya? Apakah dia bisa mengerti dengan keadaan kita? Aku tidak mau kondisi psikisnya Darel terganggu dengan masalah kita.” Kata Adriano.
“Aku berencana akan tinggal dengan Darel di luar negeri bersama ibuku juga, aku akan mencari kerja disana karena kebetulan disana juga ada cabang kantorku jadi aku bisa minta dipindahkan disana. Aku tidak akan menceritakan kepada Darel apa yang terjadi dengan kita dan aku juga tidak akan melarangmu untuk menemuinya. Aku juga sedang memikirkan kondisi ibuku saat ini, aku memang saat ini belum bisa menjadi anak yang berbakti padanya dan belum bisa menjaga dia di rumah sakit tapi beruntung aku memiliki banyak teman yang peduli denganku dan mau membantuku. Jadi lebih baik aku merelakanmu untuk wanita itu, wanita itu sangat mencintaimu kan bahkan dia sangat membutuhkanmu.” Kata Abela.
__ADS_1
“Kamu memang sangat egois seakan kamu tidak pernah melakukan kesalahan saja, kamu berencana akan menikah dengan si Nando kan? Dari awal aku sudah curiga dengan hubunganmu dengan si Nando.” Kata Adriano.
“Jaga ucapanmu, kenapa kamu tiba-tiba menyalahkanku? Oh aku tau karena kamu tidak mau disalahkan dalam masalah ini kan jadi sampai kapanpun kamu akan terlihat sempurna di mata orang. Ingat ya, aku dan Nando tidak ada hubungan apapun, justru kamu yang terjatuh dalam rayuan wanita itu. Kalau hanya sebatas teman kenapa kamu sampai menyewakan apartemen untuknya bahkan kamu membelikan dia mobil padahal saat itu aku ingin ganti mobil tapi kamu melarangku. Aku merasa kasihan sama Darel karena memiliki seorang ayah sepertimu.” Kata Abela lalu dia pergi keluar dari kamar.