
Hari kelulusan kuliah Abella,
Adriano menghadiri wisuda istrinya yang telah lulus sarjana. Abella sangat
gugup.
“Bagaimana ini mas? Aku takut
akan membuat kesalahan saat maju kedepan, bagaimana jika tiba-tiba aku
tersandung lalu terjatuh. Aduh pasti aku sangat malu mas.” Kata Abella.
“Pakai flatshoes saja, aku lebih
khawatir dengan perumu daripada dirimu.” Kata Adriano sambil memakaikan sepatu
flat ke istrinya.
“Hari ini kamu cantik sekali
sayang.” Kata Adriano.
“Pelan-pelan dong kalau
memakaikan sepatu.” Gerutu Abella.
“Ini juga sudah pelan-pelan, kamu
semakin sensitif deh.” Kata Adriano.
“Aku seperti ini juga gara-gara
kamu mas, kamu yang memaksaku untuk segera hamil padahal saat itu aku masih
belum lulus.” Kata Abella.
“Yang penting sekarang sudah
lulus kan, lagian yang mengerjakan skripsimu juga aku kan, kamu malah enak-enak
rebahan di kasur.” Kata Adriano.
“Karena kamu membuatku jadi mual
dan lemas saat itu.” Kata Abella.
“Karena saat itu usia kehamilanmu
masih muda sayang, sudahlah jangan marah-marah lagi. Nanti kalau maju ke depan
hati-hati ya, apa perlu aku menggandengmu?” Tanya Adriano.
“Tidak perlu, aku bisa sendiri
kok.” Gerutu Abella.
“Senyum dong, ibu hamil tidak
__ADS_1
baik kalau cemberut seperti itu. Tidak apa-apa wisuda dalam keadaan hamil, kamu
justru terlihat semakin seksi hehehe.” Bisik Adriano.
“Tetap saja aku kesusahan mas,
perutku juga semakin membuncit.” Gerutu Abella.
“Ingat ya kita membuatnya berdua
jadi meskipun merasa kesusahan, aku pun juga bisa merasakannya. Aku pasti akan
selalu membantumu sayang, urusan pekerjaan rumah tangga biar aku saja. Kamu
cukup istirahat, makan dan olahraga ringan agar anak kita selalu sehat dan kamu
juga tidak boleh kelelahan. Setelah ini kita langsung pulang ya.” Kata Adriano.
“Tapi aku mau berfoto sama
teman-temanku dulu mas.” Kata Abella.
“Tidak perlu, nanti kamu
kelelahan sayang. Aku khawatir denganmu.” Kata Adriano.
“Hmmmm baiklah.” Kata Abella.
“Jangan merasa tersiksa apalagi
terbebani dengan kehamilanmu sayang, ini anak kita berdua dan bukan hanya aku
“Maaf sayang, aku masuk dulu ya.
Setelah ini acara wisuda dimulai. Nanti tolong rekam aku ya saat maju kedepan.”
Kata Abella.
“Iya, hari ini ikut mama wisuda
ya sayang, kita semangatin mama yuk. Fighting mama.” Kata Adriano sambil
membelai perut buncit Abella.
**
Setibanya dirumah, Abella segera
istirahat sedangkan Adriano menyiapkan makanan untuk makan malam. Sebelumnya dia
juga memijat kaki istrinya.
“Aku pijit ya kaki kamu, pasti
kamu kelelahan setelah acara wisuda hari ini.” Kata Adriano.
“Terima kasih mas.” Kata Abella.
__ADS_1
“Kamu ingin apa sayang? Mau makan
apa atau ingin melakukan apa?” Tanya Adriano.
“Aku hanya ingin kamu selalu
disampingku sayang terutama nanti saat aku melahirkan anak ini. Aku takut saat
aku melahirkan, lalu kamu tidak ada disampingku.” Kata Abella sedih.
“Jangan khawatir, nanti aku akan
mengajukan cuti demi kamu sayang. Aku pasti akan menemanimu saat melahirkan
anak pertama kita.” Kata Adriano sambil mengelus rambut istrinya.
“Janji ya sayang?” Tanya Abella.
“Pasti, pokoknya kamu jangan
berfikir yang aneh-aneh ya dan harus selalu berfikir positif. Kamu juga harus
rutin olahraga biar anak kita juga semakin sehat.” Kata Adriano.
“Iya, aku mulai mengantuk mas.”
Kata Abella.
“Tidurlah.” Kata Adriano.
“Kamu tidak tidur mas?” Tanya
Abella.
“Aku akan tidur setelah selesai
memijat kakimu.” Kata Adriano.
“Berbaringlah disini mas,
tidurlah di pangkuanku.” Kata Abella.
“Katanya kamu ngantuk.” Kata Adriano.
“Cepat berbaringlah di
pangkuanku.” Kata Abella. Lalu Adriano berbaring diatas pangkuan istrinya,
kemudian Abella mencium kening suaminya sambil berkata “Terima kasih papa, aku
bangga memiliki papa sepertimu.”
Adriano pun tersenyum bahagia.
“Aku juga bangga memiliki mama
__ADS_1
sepertimu.” Kata Adriano.