Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 110


__ADS_3

Hari kelulusan kuliah Abella,


Adriano menghadiri wisuda istrinya yang telah lulus sarjana. Abella sangat


gugup.


“Bagaimana ini mas? Aku takut


akan membuat kesalahan saat maju kedepan, bagaimana jika tiba-tiba aku


tersandung lalu terjatuh. Aduh pasti aku sangat malu mas.” Kata Abella.


“Pakai flatshoes saja, aku lebih


khawatir dengan perumu daripada dirimu.” Kata Adriano sambil memakaikan sepatu


flat ke istrinya.


“Hari ini kamu cantik sekali


sayang.” Kata Adriano.


“Pelan-pelan dong kalau


memakaikan sepatu.” Gerutu Abella.


“Ini juga sudah pelan-pelan, kamu


semakin sensitif deh.” Kata Adriano.


“Aku seperti ini juga gara-gara


kamu mas, kamu yang memaksaku untuk segera hamil padahal saat itu aku masih


belum lulus.” Kata Abella.


“Yang penting sekarang sudah


lulus kan, lagian yang mengerjakan skripsimu juga aku kan, kamu malah enak-enak


rebahan di kasur.” Kata Adriano.


“Karena kamu membuatku jadi mual


dan lemas saat itu.” Kata Abella.


“Karena saat itu usia kehamilanmu


masih muda sayang, sudahlah jangan marah-marah lagi. Nanti kalau maju ke depan


hati-hati ya, apa perlu aku menggandengmu?” Tanya Adriano.


“Tidak perlu, aku bisa sendiri


kok.” Gerutu Abella.


“Senyum dong, ibu hamil tidak

__ADS_1


baik kalau cemberut seperti itu. Tidak apa-apa wisuda dalam keadaan hamil, kamu


justru terlihat semakin seksi hehehe.” Bisik Adriano.


“Tetap saja aku kesusahan mas,


perutku juga semakin membuncit.” Gerutu Abella.


“Ingat ya kita membuatnya berdua


jadi meskipun merasa kesusahan, aku pun juga bisa merasakannya. Aku pasti akan


selalu membantumu sayang, urusan pekerjaan rumah tangga biar aku saja. Kamu


cukup istirahat, makan dan olahraga ringan agar anak kita selalu sehat dan kamu


juga tidak boleh kelelahan. Setelah ini kita langsung pulang ya.” Kata Adriano.


“Tapi aku mau berfoto sama


teman-temanku dulu mas.” Kata Abella.


“Tidak perlu, nanti kamu


kelelahan sayang. Aku khawatir denganmu.” Kata Adriano.


“Hmmmm baiklah.” Kata Abella.


“Jangan merasa tersiksa apalagi


terbebani dengan kehamilanmu sayang, ini anak kita berdua dan bukan hanya aku


“Maaf sayang, aku masuk dulu ya.


Setelah ini acara wisuda dimulai. Nanti tolong rekam aku ya saat maju kedepan.”


Kata Abella.


“Iya, hari ini ikut mama wisuda


ya sayang, kita semangatin mama yuk. Fighting mama.” Kata Adriano sambil


membelai perut buncit Abella.


**


Setibanya dirumah, Abella segera


istirahat sedangkan Adriano menyiapkan makanan untuk makan malam. Sebelumnya dia


juga memijat kaki istrinya.


“Aku pijit ya kaki kamu, pasti


kamu kelelahan setelah acara wisuda hari ini.” Kata Adriano.


“Terima kasih mas.” Kata Abella.

__ADS_1


“Kamu ingin apa sayang? Mau makan


apa atau ingin melakukan apa?” Tanya Adriano.


“Aku hanya ingin kamu selalu


disampingku sayang terutama nanti saat aku melahirkan anak ini. Aku takut saat


aku melahirkan, lalu kamu tidak ada disampingku.” Kata Abella sedih.


“Jangan khawatir, nanti aku akan


mengajukan cuti demi kamu sayang. Aku pasti akan menemanimu saat melahirkan


anak pertama kita.” Kata Adriano sambil mengelus rambut istrinya.


“Janji ya sayang?” Tanya Abella.


“Pasti, pokoknya kamu jangan


berfikir yang aneh-aneh ya dan harus selalu berfikir positif. Kamu juga harus


rutin olahraga biar anak kita juga semakin sehat.” Kata Adriano.


“Iya, aku mulai mengantuk mas.”


Kata Abella.


“Tidurlah.” Kata Adriano.


“Kamu tidak tidur mas?” Tanya


Abella.


“Aku akan tidur setelah selesai


memijat kakimu.” Kata Adriano.


“Berbaringlah disini mas,


tidurlah di pangkuanku.” Kata Abella.


“Katanya kamu ngantuk.” Kata Adriano.


“Cepat berbaringlah di


pangkuanku.” Kata Abella. Lalu Adriano berbaring diatas pangkuan istrinya,


kemudian Abella mencium kening suaminya sambil berkata “Terima kasih papa, aku


bangga memiliki papa sepertimu.”



Adriano pun tersenyum bahagia.


“Aku juga bangga memiliki mama

__ADS_1


sepertimu.” Kata Adriano.


__ADS_2