Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 100 (Ending)


__ADS_3

Hari pernikahan Abela dan Nando berlangsung, mereka menggelar pesta pernikahan mereka di pulau Bali secara privasi karena hanya tamu dan kenalan penting saja yang di undang. Abela tampak sangat bahagia hari itu begitu juga dengan Nando. Mereka menggelar pesta pernikahan mereka di pinggir pantai dan mereka berjalan menuju ke pelaminan dengan penuh rasa bahagia, Abela mengenakan gaun yang sangat cantik dan Nando mengenakan jas hitam yang membuatnya tampak sangat tampan. Antika dan Darel sangat terharu melihat Abela dan Nando akhirnya menikah. Kemudian saat sesi foto bersama keluarga dekat, tiba-tiba Darel menangis dan berlari menghampiri Nando lalu memeluknya.


“Darel kenapa sedih sayang?” Tanya Nando.


“Darel menangis karena bahagia melihat mama akhirnya menikah dengan papa Nando, jaga mama dengan baik ya pa.” Kata Darel.


“Tentu saja sayang, papa Nando akan selalu menjaga mama dan juga Darel.” Kata Nando.


“Papa Nando harus janji padaku kalau kita harus selalu bersama-sama.” Kata Darel.


“Tentu tuan mudaku, kemarilah. Papa Nando akan menggendongmu.” Kata Nando.


“Aku tidak mau.” Kata Darel.


“Kenapa tidak mau nak?” Tanya Abela.


“Harusnya papa menggendong mama.” Kata Darel sambil tertawa.


Akhirnya Nando menggendong Abela, kemudian Abela melempar buket bunga ke para tamu pengunjung yang hadir dalam pesta pernikahan mereka.


**


Keesokan harinya.


Abela dan Nando pergi ke Eropa untuk berbulan madu, sedangkan Darel tidak ikut karena memang dia tidak ingin ikut pergi, Darel tidak ingin mengganggu mama dan papanya yang sedang berlibur untuk bulan madu. Abela dan Nando benar-benar dimabuk cinta, mereka tak henti-hentinya bermesraan, apalagi Nando yang selalu saja menggoda Abela dan menciumnya diam-diam. Habis sudah seluruh tubuh Abela dicium oleh Nando.


Hari itu mereka tiba di bandara, tiba-tiba Abela mendapat telfon dari mantan suaminya yaitu Adriano.


“Siapa yang menelfonmu?” Tanya Nando.


“Adriano sayang, aku boleh menerimanya tidak?” Tanya Abela.


“Angkat saja, siapa tau itu sangat penting dan mendesak.” Kata Nando.


“Baiklah.” Kata Abela.


Lalu Abela menerima panggilan dari Adriano.


“Ada apa? Kenapa kamu menggangguku lagi?” Tanya Abela.


“Bisakah kamu datang kesini? Aku butuh bantuanmu karena anakku sedang sakit.” Kata Adriano.


“Tidak bisa, aku mau pergi ke Eropa. Memangnya istrimu pergi kemana sih?” Kata Abela.


“Dia pergi, aku juga tidak tau dia pergi kemana. Sekarang Diara sedang sakit dan aku butuh bantuanmu, aku mohon.” Kata Adriano.


“Maaf aku tidak bisa.” Kata Abela.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Adriano.


Abela tidak ingin mengecewakan Nando sehingga dia lebih memilih untuk fokus dengan suaminya saat ini.

__ADS_1


“Ada apa?” Tanya Nando.


“Anaknya sedang sakit dan dia butuh bantuanku, dia menyuruhku untuk datang kesana ya tentu saja aku menolaknya.” Kata Abela.


“Suruh dia pergi ke rumah sakit terdekat saja, kasihan kan anaknya.” Kata Nando.


“Sudahlah mas, jangan memikirkan dia. Ayo kita segera naik pesawat.” Kata Abela.


“Baiklah kalau begitu, aku akan menggendongmu.” Kata Nando lalu menggendong Abela, Abela yang berteriak untuk meminta diturunkan namun Nando tetap saja menggendongnya.


“Sayang turunkan aku, malu dilihat banyak orang.” Kata Nando.


“Kita kan sudah resmi menjadi pasangan suami istri aku bebas melakukan apapun kepadamu.” Kata Nando sambil mencium bibir Abela.


“Astaga kamu benar-benar ya.” Gerutu Abela.


**


Adriano membawa Diara ke rumah sakit namun sayang sekali nyawa Diara tidak tertolong. Dia akhirnya menyalahkan dirinya sendiri karena tidak segera membawa anaknya ke rumah sakit. Kemudian Adriano menelfon Ariana.


“Ada apa sih mas? Aku sedang bersama teman-temanku ini, aku akan pulang besok jadi tolong jaga Diara dulu ya.” Kata Ariana.


“Diara sudah tidak ada.” Kata Adriano sambil menangis.


“Apa kamu bilang? Kamu jangan bercanda ya mas, tadi aku sudah memberinya obat penurun demam kok. Memangnya apa yang kamu lakukan mas?” Tanya Ariana.


“Cepat kemarilah.” Kata Adriano.


Setelah pemakaman anaknya, dia seperti orang gila yang tidak bisa berpikir dengan baik, dia stres bahkan dia tidak bisa menghubungi Darel. Adriano ingin menemui Darel untuk sekedar menghibur dirinya namun dia sulit menghubungi Darel.


“Mas ayo kita pulang, kita harus ikhlas dengan kepergian Diara. Kita kan masih bisa punya anak lagi mas.” Kata Ariana.


“Disaat Diara sakit, kamu tega pergi bersama teman-temanmu, apakah kamu tidak merasa sedih sama sekali kehilangan dia untuk selamanya hah?’ Bentak Adriano.


“Meskipun aku kecewa, sedih dan marah sekalipun juga tidak akan membuatnya kembali lagi kan mas.” Kata Ariana.


“Kamu benar-benar tidak punya hati ya sebagai seorang ibu, aku menyesal memilihmu dan meninggalkan Abela. Aku akan menceraikanmu.” Kata Adriano.


“Mas mas tidak bisa begitu dong mas, aku mohon jangan lakukan itu mas. Kali ini saja tolong maafkan aku, aku janji akan berubah menjadi lebih baik lagi jadi aku mohon jangan lakukan itu mas.” Kata Ariana.


“Aku tidak peduli lagi denganmu, lagipula tidak ada alasan lagi bagiku untuk mempertahankanmu.” Kata Adriano, lalu dia pergi begitu saja meninggalkan Ariana.


Adriano pergi ke jembatan, lalu dia turun dari mobilnya dan menuju ke pinggir jembatan untuk berencana mengakhiri hidupnya.


“Tidak ada gunanya lagi aku hidup, lebih baik aku pergi saja karena semua orang aku sayangi telah pergi meninggalkanku.” Kata Adriano lalu menaiki pagar jembatan.


“Semoga hidupmu selalu bahagia wahai Abela dan anakku Darel.” Kata Adriano.


Tiba-tiba ada yang menarik tangan Adriano.


“Lepaskan aku, aku tidak ingin hidup lagi.” Teriak Adriano.

__ADS_1


“Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan maka renungkanlah dan bertobatlah, bukannya melakukan hal gila seperti ini.” Bentak Antika, dia tak sengaja melihat Adriano pergi ke tepi jembatan akhirnya Antika menghampirinya.


“Ibu.” Kata Adriano sangat kaget.


“Sebenarnya aku juga tidak peduli denganmu tapi bagaimanapun juga kamu tetaplah ayahnya Darel, aku tidak ingin Darel mengetahui bahwa ayahnya melakukan tindakan seperti ini, apa kamu tidak mikir bagaimana perasaan Darel nantinya bagaimana.” Kata Antika.


“Saya telah kehilangan semuanya bu karena kesalahan dan keegoisan saya, saya baru saja kehilangan anak saya juga dan saya juga sulit untuk menghubungi Darel.” Kata Adriano.


“Ikutlah denganku.” Kata Antika.


“Ikut kemana bu?” Tanya Adriano.


“Nanti kamu juga akan tau.” Kata Antika.


**


Antika mengajak Adriano ke restorannya.


“Untuk apa bu Antika mengajak saya kesini?” Tanya Adriano.


“Darel ada didalam, temuilah dia.” Kata Antika.


“Benarkah? Bolehkah saya menemuinya?” Tanya Adriano sangat bahagia.


“Tentu saja boleh, memang benar kalau Abela melarang Darel menemuimu dan Darel pun juga tidak ingin bertemu denganmu apalagi sekarang Abela telah menikah dengan Nando jadi Darel menganggap Nando seperti ayah kandungnya.” Kata Antika.


“Lalu bagaimana aku bisa menemui Darel bu?” Tanya Adriano.


“Ya itu terserah kamu, kamu ingin menemui anakmu kan? Aku memberimu kesempatan untuk bisa bertemu dengan anakmu.” Kata Antika.


“Baiklah bu, aku akan menemuinya. Terima kasih banyak bu.” Kata Adriano.


Kemudian Adriano segera menemui Darel.


“Darel sayang.” Panggil Adriano.


“Papa.” Kata Darel.


“Papa sangat merindukanmu nak, bolehkah papa memelukmu?” Tanya Adriano.


Kemudian Adriano memeluk anaknya sambil menangis.


“Maafkan papa nak, papa minta maaf ya.” Kata Adriano.


“Papa jangan menangis, Darel tidak apa-apa kok sekarang.” Kata Darel.


Satu tahun kemudian


Kini Adriano memulai hidupnya dengan baik, dia memilih untuk hidup sendiri dan juga sering mengunjungi anaknya dan mengajaknya menginap dirumah atas izin Abela. Berbeda dengan nasib Ariana yang masih belum bisa melupakan Adriano setelah Adriano menceraikannya, karena Ariana sangat terobsesi dengan Adriano, kini dia seperti orang stres. Sesekali Adriano mengunjunginya di rumah sakit jiwa karena kondisi psikologisnya sangat terganggu.


Abela dan keluarga barunya juga sedang dalam masa-masa kejayaan, bahkan kini Abela tengah mengandung anaknya dengan Nando. Tentu saja Nando sangat bahagia dan tidak sabar menantikan kelahiran anaknya.

__ADS_1


THE END


__ADS_2