
Abella keluar dari kamar mandi, dia terkejut dengan suasana di
kamarnya. Adriano menghias kamarnya dengan nuansa estetik dan banyak taburan
bunga mawar di sekeliling ranjang mereka.
“What? Apa ini semua mas? Kamu yang menyiapkan ini semua? Padahal aku
ke kamar mandi hanya sebentar tapi oh my God aku sangat terkejut mas.” Kata
Abella.
“Tentu saja aku yang menyiapkannya, kemarilah istriku.” Kata Adriano
sambil menggendong istrinya.
“Aku sangat menyukainya mas, terima kasih banyak suamiku.” Kata
Abella.
Kemudian Adriano membuka pakaian istrinya dengan merobek lingerie
Abella dengan sekali tarikan, Abella pun terkejut.
“Aaaaah kenapa kamu merobeknya, kamu benar-benar tidak sabar ya.”
Goda Abella sambil menyentuh dada suaminya.
“Ini hari spesial untuk kita.” Kata Adriano.
“Hari spesial? Hari spesial apa memangnya mas?” Tanya Abella
penasaran.
“Di tanggal ini, saat itu kita melakukan hubungan untuk yang pertama
kalinya.” Kata Adriano.
“Astaga, jadi kamu masih mengingatnya. Ayo cepat lakukan mas, kamu
sudah pakai pengaman kan?” Tanya Abella.
“Tenang saja.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Tentu saja aku tidak memakainya haha, pokoknya hari ini harus jadi
anak haha.” Tawa Adriano dalam hati.
Adriano mencium seluruh tubuh istrinya dengan lembut dan penuh kasih
sayang hingga istrinya sudah tidak kuat menahannya. Akhirnya mereka pun
melakukannya, saking menikmatinya Abella tidak sadar bahwa suaminya tidak
menggunakan pengaman saat itu.
**
Keesokan paginya.
“Sayang bangun yuk, sudah pagi. Kamu hari ini kan harus masuk kerja.”
Kata Abella.
“Aku tidak ingin masuk hari ini, aku masih mengantuk sekali sayang.”
Kata Adriano.
menyiapkan sarapan dulu.” Kata Abella.
“Aku benar-benar sangat puas semalam, semoga secepatnya kamu hamil
lagi.” Kata Adriano sambil mata masih terpejam.
“Apa kamu bilang? Tidak mungkin lah mas, kamu kan semalam pakai
pengaman.” Kata Abella.
“Aku tidak memakainya, aku juga yang menyembunyikan pil kontrasepsimu
haha.” Kata Adriano sambil tertawa puas.
“Apa kamu bilang? Kamu tega padaku mas, kamu jahat huhuhu.” Kata
Abella merengek sambil memukul suaminya dengan bantal guling.
“Aduh aduh sakit sayang, stop stop sayang.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Kenapa kamu melakukannya padaku?” Tanya Abella.
“Sayang dengarkan dulu, aku ini akan semakin tua apalagi jarak usia
kita cukup jauh. Memangnya kamu mau kalau saat anak kita besar nanti, aku sudah
tidak mampu bepergian bersama anak-anak kita karena aku pasti akan terlihat
seperti kakek-kakek. Kamu memang masih muda saat ini tapi coba mengerti
posisiku. Aku harap kamu bisa lebih mengerti aku.” Kata Adriano sambil memeluk
istrinya.
“Tapi kenapa tidak bilang dulu padaku.” Kata Abella.
“Aku sudah berkali-kali bilang padamu tapi tetap saja kamu
menolaknya, jadi aku sendiri yang akan memutuskan. Sudahlah tidak apa-apa,
lagipula ada aku yang akan bertanggungjawab penuh, kita ini pasangan menikah
sayang. Selama ini aku mencoba menuruti semua keinginan dan kemauanmu tapi kamu
tidak bisa mengerti bagaimana posisiku, jadi tolong mengerti aku ya. Seorang
ibu yang akan hamil tidak boleh sedih, harus selalu bahagia ya. Aku sangat
mencintaimu sayang.” Kata Adriano sambil terus memeluk istrinya.
“Baiklah mas, tapi tugas mengurus anak-anak adalah tugas kita berdua,
awas saja kalau kamu tidak mau bergantian menjaga anak-anak.” Gerutu Abella.
“Selama ini yang selalu menyuapi Darel, mengantar Darel sekolah dan
bermain bersamanya siapa kalau bukan aku.” Kata Adriano.
“Terus kamu pikir aku tidak melakukan apapun begitu.” Kata Abella.
“Tentu saja kamu telah melakukan banyak hal sayang, tanpa kamu, aku
tidak bisa sesukses ini.” Kata Adriano.
__ADS_1