Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 22


__ADS_3

Adriano menghampiri Abela dan mencegah istrinya pergi.


“Sayang jangan pergi, dengarkan aku dulu.” Kata Adriano.


“Lepaskan tanganku atau aku akan pergi berdua dengan Darel.” Kata Abela.


“Baiklah, masuklah ke dalam mobil. Aku akan mengantarmu.” Kata Adriano.


Didalam mobil, Abela hanya diam saja.


“Sayang jangan marah kepadaku.” Kata Adriano sambil menggenggam tangan istrinya namun istrinya melepaskannya.


“Lepaskan tanganku.” Kata Abela.


Kemudian Adriano menghentikan mobilnya di tepi jalan.


“Kenapa berhenti? Cepat jalan sekarang juga.” Kata Abela.


“Ibumu sedang sakit dan dia meminta bantuanku. Usianya tidak lama lagi, aku hanya ingin membuatnya bahagia dan memberikan kenangan yang indah untuknya.” Kata Adriano sambil memeluk istrinya.


“Terus kamu percaya begitu saja? Bisa saja dia membohongimu, berapa kali aku harus mengatakannya kepadamu jangan sesekali menemuinya lagi tapi kamu diam-diam menemuinya.” Kata Abela.


“Bayangkan jika kamu berada di posisinya, ketika kondisimu sakit lalu Darel tidak mau bertemu denganmu, pasti sangat menyakitkan.” Kata Adriano.


“Cukup, aku berbeda dengannya.” Kata Abela.

__ADS_1


“Dia benar-benar sangat ingin menemuimu sayang, minggu depan dia akan menjalani operasi. Dia berharap agar kamu bisa datang untuk melihatnya.” Kata Adriano.


“Disaat dia sehat dia lupa denganku tapi disaat dia sekarat seperti ini, dia mencariku.” Kata Abela.


“Dia selama ini hidup menderita sayang bahkan setelah berpisah denganmu.” Kata Adriano.


“Mungkin itu karma untuknya karena tega meninggalkan anaknya.” Kata Abela.


“Jangan sepenuhnya menyalahkan ibumu, coba dengarkan semua penjelasan darinya.” Kata Adriano.


“Tidak perlu, aku cukup bahagia tanpa dia. Karena dia, aku jadi kehilangan ayahku.” Kata Abela.


“Tidak semuanya salah ibumu.” Kata Adriano.


“Silahkan jika kamu ingin menemuinya lagi, tapi setelah itu kita akan berpisah.” Ancam Abela.


“Apa kamu bilang? Aku egois? Dengar baik-baik ya, wanita yang mengaku sebagai ibuku telah meninggalkanku bahkan sejak aku masih duduk di bangku SD, aku mencarinya dan seringkali menelfonnya tapi dia tidak peduli. Jadi siapa yang menurutmu egois? Aku atau wanita itu?” Kata Abela.


“Baiklah, maafkan aku sayang.” Kata Adriano.


“Aku akan memaafkanmu jika kamu memutus hubungan dengannya dan tidak akan menemuinya kembali.” Kata Abela.


“Baiklah, tapi tidak ada salahnya jika dia ingin bertemu dengan cucunya yaitu Darel kan. Aku mohon ijinkan dia menemui Darel bahkan sebelum dia menjalani operasi. Jika kamu bersedia, aku akan membawanya besok ke rumah sakit karena dia harus menjalani beberapa perawatan sebelum operasi.” Kata Adriano.


“Biar aku yang mengantar Darel.” Kata Abela.

__ADS_1


“Terima kasih sayang.” Kata Adriano sambil memeluk istrinya kembali.


**


Keesokan paginya.


Abela membawa Darel untuk menemui ibunya.


“Jadi hari ini kita akan menemui oma ya ma?” Tanya Darel.


“Hanya Darel yang menemui oma, mama tidak bisa menemanimu karena mama ada kesibukan. Nanti papa akan menjemputmu.” Kata Abela.


“Baik ma, oh iya ma aku ingin mampir ke toko kue. Aku ingin memakan kue bersama oma.” Kata Darel.


“Oma sedang sakit jadi dia tidak bisa makan sembarangan.” Kata Abela.


“Setidaknya oma akan menyuapiku ma, boleh ya.” Kata Darel.


“Mama bilang tidak boleh, apakah kamu masih bersikeras?” Bentak Abela.


“Baiklah ma kalau begitu.” Kata Darel.


Tidak lama kemudian, mereka tiba di rumah sakit.


“Mama tidak turun? Mama tidak ingin menemui oma?” Tanya Darel.

__ADS_1


“Mama ada urusan mendadak, kamar inap oma ada di ruang Mawar No 27 di lantai 2 ya.” Kata Abela, lalu dia segera pergi dan menuju ke tempat kerjanya.


__ADS_2