Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 49


__ADS_3

Abella dan Adriano menuju ke dapur.


“Ternyata suara toples terjatuh.” Kata Adriano.


“Siapa yang menaruhnya dipinggir seperti ini, pantas saja terjatuh.” Kata Abella.


“Pasti penunggu rumah ini.” Kata Adriano menakuti istrinya.


“Jangan bicara seperti itu dong, aku jadi takut.” Kata Abella.


“Dasar penakut.” Kata Adriano sambil mengacak-acak rambut istrinya.


“Aduh jangan mengacak-acak rambutku nanti bisa berantakan.” Kata Abella.


“Ayo kita makan bersama di meja makan.” Kata Adriano.


“Hmmmm baiklah, kalau toples itu tidak terjatuh pasti kita masih


bertengkar.” Gerutu Abella.


“Ini nasi goreng buatanmu atau pesan online?” Tanya Adriano.


“Tentu saja buatanku, memangnya ada penjual nasi goreng di pagi hari


seperti ini? Tidak enak ya masakanku?” Tanya Abella.


“Lumayan masih bisa dimakan.” Kata Adriano. Karena kesal, Abella mengambil


piring milik suaminya dengan paksa.


“Astaga kamu kasar sekali sih dengan suamimu, berikan piringku.” Kata Adriano.


“Tidak usah dimakan kalau tidak enak, kamu kira membuatnya mudah? Dasar tidak


punya perasaan seenaknya menghina masakan buatanku. Emang punya suami sepertimu


itu sangatlah merepotkan ya, banyak maunya.” Kata Abella.


“Sudahlah aku tidak punya tenaga untuk bertengkar denganmu. Cepat berikan


piringku, aku sangat lapar.” Kata Adriano. Lalu Abella memberikan piring


suaminya.


“Dasar kasar sekali.” Gerutu Adriano.

__ADS_1


“Aku bisa mendengarmu.” Kata Abella.


“Aku tidak berkata apapun.” Kata Adriano.


“Aku bisa mendengarmu juga.” Kata Abella.


“Baiklah, memang susah mengalahkan anak SMA sepertimu. Hari ini kamu pergi ke


sekolah atau tidak?” Tanya Adriano.


“Tidak, aku pergi ke sekolah saat hari ujian saja.” Kata Abella.


“Aku bisa mengantarmu setiap saat agar semua teman-temanmu berhenti


membicarakanmu.” Kata Adriano.


“Apakah kamu sudah menyelesaikan semuanya? Aku tau pasti ini ulah mantan


kekasihmu itu.” Kata Abella.


“Ini kesalahanku jadi aku minta maaf padamu. Aku akan pastikan saat kamu


pergi ke sekolah semua teman-temanmu akan berhenti membicarakanmu. Percayalah padaku.”


Kata Adriano.


“Sudahlah jangan membahasnya, bikin nafsu makanku terganggu saja.” Kata Adriano.


“Hmmm padahal kamu menghabiskan dua piring nasi goreng.” Gerutu Abella.


“Setelah ini temani aku pergi untuk berbelanja.” Kata Adriano.


“Mau beli apa memangnya?” Tanya Abella.


“Mau beli setelan jas dan gaun untukmu juga.” Kata Adriano.


“Tidak perlu, aku punya banyak gaun yang sangat cantik.” Kata Abella.


“Pasti gaunmu sangat terbuka. Besok temani aku ke pesta pernikahan temanku.”


Kata Adriano.


“Apa? Aku tidak mau, bukankah kita sudah berjanji kalau pernikahan kita ini


berisfat rahasia. Nanti kalau banyak yang tau bagaimana.” Kata Abella.

__ADS_1


“Lagipula seluruh teman-temanmu di sekolah juga sudah mengetahuinya


termasuk gurumu juga.” Kata Adriano.


“Memangnya siapa yang menikah?” Tanya Abella.


“Si Brama yang kamu sukai itu.” Kata Adriano.


“Apa? Jadi mas ganteng itu menikah? Pupus sudah harapanku, kenapa secepat


itu dia menikah.” Kata Abella.


“Lagipula mana mau dia sama kamu, kamu itu sudah menikah. Mana mau dia sama


seorang wanita yang sudah menikah.” Kata Adriano.


“Bagaimana jika semua teman-temanmu mengetahuinya? Tidak tidak, aku tidak


sanggup menghadapinya. Aku tidak akan ikut.” Kata Abella.


“Kamu harus ikut, memangnya kamu mau aku pergi ke pesta pernikahan dengan


wanita lain yang jauh lebih cantik darimu?” Tanya Adriano.


“Tentu saja tidak mau.” Kata Abella keceplosan.


“Maksud aku, lebih baik kamu pergi sendiri saja.” Kata Abella.


“Pokoknya kamu harus ikut. Lagipula tidak ada salahnya kan mereka semua


mengetahui hubungan kita, lagipula kita ini pasangan suami istri yang sah.” Kata


Adriano.


“Hmmmm baiklah, tapi aku mau memilih gaunnya sendiri.” Kata Abella.


“Baiklah, tapi jangan yang terbuka.” Kata Adriano.


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Salam sehat semuanya, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2