
Saat didalam mobil, Darel terlihat sangat murung dan sedih. Kemudian Abela mencoba menghibur anaknya.
“Darel sedih ya?” Tanya Abela. Akhirnya tangisan Darel pun pecah, lalu Abela memeluk putranya.
“Tidak apa-apa sayang, Darel boleh bersedih, Darel boleh menangis.” Kata Abela sambil memeluk putranya untuk menenangkan hati putranya.
“Darel sedih ma, Darel belum bisa menerima kenyataan kalau papa sekarang bersama orang lain. Darel tadi hanya berpura-pura kuat tapi sebenarnya Darel sedih ma.” Kata Darel.
“Iya tidak apa-apa sayang, dengarkan mama setiap hidup itu pasti ada suka dan duka, dan setiap orang memiliki masalah hidup masing-masing dan kita memang tidak bisa menghindarinya tapi kita pasti bisa melewatinya. Karena kita adalah manusia pilihan yang mampu melewati masalah ini, tidak semua orang bisa menghadapi masalah ini tapi Tuhan memberi kita cobaan seperti ini karena Tuhan sedang menyiapkan hadiah terbaik untuk kita selanjutnya. Kita harus bersabar dan tidak boleh menyalahkan diri sendiri, lihat mama. Darel punya mama, mama bisa menjadi papa sekaligus mama untuk Darel, Darel tidak sendirian nak, ada mama dan juga ada oma, semuanya sayang sama Darel. Papa kamu akan selamanya menjadi papa kamu, hanya saja kita tidak bisa tinggal lagi bersama seperti dulu. Darel harus bersyukur karena masih punya mama, papanya Darel juga masih sayang kan sama Darel. Darel juga hidup serba kecukupan, Darel bisa makan enak, tinggal dirumah bagus dan bisa sekolah dengan baik. Coba lihat di sekitar kita, ada anak yang seusia Darel tapi tidak seberuntung Darel loh, Darel sangat beruntung masih punya orang tua yang utuh.” Kata Abela.
“Aku tidak bisa hidup tanpa mama, mama jangan pernah pergi meninggalkan Darel ya. Darel akan selalu berdoa agar mama diberi umur panjang agar bisa mendampingi Darel, aku takut mama pergi.“ Kata Darel.
“You wanna hug?” Tanya Abela.
“Tentu saja.” Kata Darel lalu memeluk ibunya.
“Ma.” Kata Darel.
__ADS_1
“Iya, ada apa?” Tanya Abela.
“Darel tidak keberatan kok jika mama ingin menikah lagi. Mama harus melupakan papa ya.” Kata Darel yang membuat Abela tertawa.
“Hahaha kenapa kamu menyuruh mama untuk menikah lagi? Memangnya Darel mau punya ayah tiri?” Tanya Abela.
“Sepertinya om Nando menyukai mama, mama juga menyukai om Nando kan?” Tanya Darel dengan polosnya.
“Mama dan om Nando hanya teman dan rekan kerja saja sayang.” Kata Abela.
“Hei hei hei kamu bicara apa sih.” Kata Abela.
“Aku tidak keberatan kok ma kalau mama menikah lagi tapi sama om Nando ya.” Kata Darel.
“Sudah sudah jangan bicara sembarangan.” Kata Abela.
“Om Nando itu suka dengan mama, buktinya dia memakai foto kita bertiga di wallpaper ponselnya.” Kata Darel.
__ADS_1
“Kamu pasti salah lihat sayang.” Kata Abela.
“Aku melihatnya sendiri ma.” Kata Darel.
“Sudah sudah jangan bicara sembarangan, oh iya Darel jadi pergi ke Singapore tidak? Oma barusan sampai.” Kata Abela.
“Jadi ma, Darel kan juga ingin pergi berlibur.” Kata Darel.
“Bagaimana kalau kita berdua pergi berlibur ke Bali saja? Kita menghabiskan waktu bersama berdua, Darel mau tidak? Sebenarnya mama kesepian loh kalau Darel pergi menemui oma.” Kata Abela.
“Lalu pekerjaan mama bagaimana?” Tanya Darel.
“Hari ini mama akan segera menyelesaikan semua pekerjaan mama, setelah itu besok kita pergi berlibur, mama akan mengambil cuti.” Kata Abela.
“Aku setuju ma, kita menginap di hotel yang waktu itu ya ma.” Kata Darel.
“Tapi hotel itu harganya mahal sayang, tapi boleh lah sesekali kita perlu menghabiskan banyak uang untuk sekedar menyenangkan diri.” Kata Abela.
__ADS_1