
Daniel sudah pergi ke Bali bersama keluarganya, sedangkan Tiara dirumah sendiri. Hari itu Tiara pergi ke tempat melukis karena suaminya telah mendaftarkan dirinya. Dia mengendarai mobil sendiri tanpa ditemani supir.
Setibanya disana.
Tiara segera turun sambil mengamati beberapa hasil lukisan yang menarik perhatian.
“Wah bagus sekali lukisannya, apakah aku bisa melukis sebagus ini ya?” Tanya Tiara lirih.
“Tentu saja bisa.” Kata salah satu pelukis yang akan mengajari Tiara yang bernama Nadia, gadis yang ia temui saat hari kelulusan Tiara saat itu.
“Loh kamu kan waktu itu yang di.” Kata Tiara.
“Di jalan lalu kamu mengantarku ke bandara, aku Nadia, semoga kamu masih ingat denganku.” Kata Nadia.
“Akhirnya aku bertemu kembali denganmu, rasanya senang sekali.” Kata Tiara langsung memeluk Nadia.
Tiara dan Nadia sepantaran, namun Nadia tidak lulus SMA dan dia mengambil kejar paket.
“Aku masih baru kok di pusat seni lukis ini, tapi karena aku sudah melukis sejak dini dan memiliki banyak pengalaman sehingga aku diberi wewenang untuk mengajari beberapa murid disini termasuk kamu.” Kata Nadia.
“Wah aku senang sekali kalau kamu menjadi guru lukisku, aku mengandalkanmu hehe.” Kata Tiara.
“Oh iya yang mendaftarkanmu disini siapa memangnya?” Tanya Nadia.
“Oh kenalanku kok, kita bisa mulai sekarang kan?” Tanya Tiara.
“Tentu saja bisa, ayo ikut aku.” Ajak Nadia.
Kemudian Nadia mengajak Tiara ke ruangan khusus untuk pemula.
“Loh kok sepi? Memangnya yang lain kemana?” Tanya Tiara.
“Kamu kan spesial jadi aku secara khusus mengajarimu.” Kata Nadia.
“Terima kasih banyak ya, aku sangat beruntung sekali bisa bertemu denganmu.” Kata Tiara.
“Aku juga sangat senang bisa bertemu denganmu.” Kata Nadia langsung memeluk Tiara.
“Oh iya bukankah waktu itu kamu pergi ke Korea?” Tanya Tiara.
“Ada kesana hanya tiga bulan saja, kemudian aku kembali lagi ke Indonesia karena aku mendapat tawaran disini.” Kata Nadia.
__ADS_1
“Maukah kamu menjadi sahabatku? Aku benar-benar kesepian disini.” Kata Tiara.
“Tentu saja.” Kata Nadia.
Kemudian Nadia segera mengajari Tiara.
**
Tiara mengajak Nadia untuk makan malam bersama.
“Ayo masuklah kedalam mobilku, aku akan mengajakmu makan malam sekaligus mengantarmu pulang.” Kata Tiara.
“Tidak perlu repot-repot, aku bisa pulang sendiri kok.” Kata Nadia.
“Kamu naik apa?” Tanya Tiara.
“Aku naik kereta cepat kok.” Kata Nadia.
“Ayolah cepat masuk, mari kita rayakan persahabatan kita.” Kata Tiara.
“Santai saja, kita kan sahabat.” Kata Tiara.
Kemudian mereka berdua menuju ke sebuah restoran.
Setibanya di restoran, Tiara menyuruh Nadia masuk terlebih dahulu.
“Carilah tempat duduk terlebih dahulu karena aku mau menelfon seseorang.” Kata Tiara.
“Baiklah, jangan lama-lama ya.” Bisik Nadia.
“Hehehe iya.” Kata Tiara.
Tiara menelfon suaminya.
“Hallo mas, kamu sedang apa?” Tanya Tiara.
“Tentu saja dia sedang sibuk bekerja, sudahlah jangan menelfon anakku. Harusnya kamu tau diri, sudah menjadi beban anakku masih saja mengganggu anakku.” Kata Anggita.
__ADS_1
“Tapi kan saya istrinya bu, oh iya kenapa ponsel mas Daniel ada di ibu?” Tanya Tiara.
“Dia sedang ada urusan dan ponselnya tergeletak di meja. Sudah jangan menelfon anakku lagi.” Kata Anggita lalu menutup telfon.
“Astaga kenapa sih dia masih saja seperti itu kepadaku, sampai kapan dia seperti ini kepadaku padahal aku sedang mengandung anaknya mas Daniel.” Kata Tiara.
“Jadi kamu sudah menikah ya?” Tanya Nadia.
“Nadia? Kenapa kamu bisa ada disini?” Tanya Tiara.
“Iya tadi aku ke toilet lalu melihatmu jadi aku menghampirimu dan tidak sengaja mendengarkanmu bicara di telfon.” Kata Nadia.
“Iya, aku sudah menikah tapi ibu mertuaku tidak menyukaiku bahkan mencari berbagai cara untuk menyingkirkanku.” Kata Tiara.
“Aku bisa mengerti seperti apa perasaanmu saat ini, makanya aku tidak ingin menikah di usia muda.” Kata Nadia.
“Memangnya kamu saat ini memiliki kekasih?” Tanya Tiara.
“Tentu saja, kekasihku juga seorang pelukis terkenal, dia tiga tahun di atas kita loh. Lain kali aku akan mengenalkanmu dengannya, dia itu sangat pandai dalam hal melukis dan dialah yang menjadi panutan bagiku. Aku banyak belajar darinya pokoknya.” Kata Nadia.
“Oh iya? Syukurlah berarti kamu bertemu dengan orang yang tepat.” Kata Tiara.
“Hehehehe, tapi suamimu sangat mencintaimu kan?” Tanya Nadia.
“Tentu saja, ayo kita makan.” Ajak Tiara.
Info :
Hai guys, jangan lupa mampir di novel terbaruku ya.
Judulnya "Seoul in Love".
Ceritanya sangat menarik, lucu, romantis, kocak, dan ringan, dijamin bakal terhibur.
Ditunggu ya like nya, terima kasih.
Teruntuk yang sering request thor minta ini thor minta itu thor jangan seperti itu thor kenapa seperti itu thor ceritanya tidak menarik thor bla bla bla hayoooo ditunggu mampir di novel terbaruku ya.
__ADS_1
Karena selama ini author sering menuruti permintaan kalian loh, ditunggu ya like dan komentarnya di novel terbaruku.
Terima kasih teman-teman.