
Abella. Adriano,
Melisa dan pak Riko akhirnya duduk bersama di restoran hotel tersebut. Suasana
juga semakin canggung terutama Melisa yang sangat malu.
“Jadi apa
hubunganmu dengan pak Riko? Kalian sedang berkencan kan? Wah aku benar-benar
tidak menyangka kalian berdua berkencan padahal pak Riko kan sangat kejam.”
Kata Abella. Riko pun menoleh ke arah Abella dengan tatapan sinisnya.
“Maaf pak, tapi
pak Riko memang sangat kejam saat mengajar di kelas kami. Aku tidak menyangka
pak Riko berkencan dengan sahabat saya." Kata Abella.
“Saya juga tidak
menyangka kamu diam-diam menikah, bahkan siswa dengan kelakuan aneh alias
damage sepertimu mendapatkan pilot yang sangat tampan dan keren seperti dia." Kata Riko.
“Tapi Melisa
juga sangat damage, kenapa bapak menyukai Melisa?” Tanya Abella.
“Kita sudah
menikah.” Kata Melisa yang membuat semuanya hening seketika.
“Apa? Kamu sudah
menikah dengan pak Riko?” Tanya Abella sangat syok.
“Ini cincin
pernikahanku dengan mas Riko.” Kata Melisa sambil menunjukkan cincin yang dia
pakai.
“Oh my God. Benar-benar
sulit dipercaya kalian berdua. Bagaimana ceritanya kamu bisa menikah dengan
guru killer seperti dia sih Mel?” Tanya Abella.
“Meskipun dia
sangat kejam tapi aku tetap menyukainya.” Kata Melisa.
“Oh my God, aku
benar-benar tidak bisa berkata apapun lagi.” Kata Abella.
“Kapan kalian
__ADS_1
berdua menikah?” Tanya Adriano.
“Dua bulan yang
lalu.” Kata Riko.
“Apa? Berarti
kita hanya beda tiga bulan saja dong. Kenapa kamu tidak pernah bercerita padaku
Mel?” Tanya Abella.
“Karena aku
tidak ingin ada orang yang mengetahui hubunganku dengan mas Riko. Aku takut
teman-teman semua membullyku dan berkomentar buruk padaku karena di anggap
menggoda seorang guru. Aku tidak ingin hal itu terjadi padaku.” Kata Melisa.
“Lalu selama ini
kamu tinggal dimana? Apakah Jesica mengetahui hubunganmu dengan pak Riko?”
Tanya Abella.
“Tidak. Kita
tinggal terpisah, aku sebenarnya ingin memberikan kabar bahagia ini tapi
setelah aku lulus sekolah.” Kata Melisa.
kamu akan melanjutkan kuliah?” Tanya Abella.
“Tidak, aku akan
mengikuti kursus bahasa inggris terlebih dahulu lalu aku tinggal di luar negeri
bersama mas Riko. Mas Riko ingin melanjutkan S2 dan jika ada kesempatan aku
juga ingin kuliah disana.” Kata Melisa.
“What? Kamu
serius Mel? Memangnya kamu mau tinggal dimana sih?” Tanya Abella.
“Di Kanada
Bell.” Kata Melisa.
Abella pun
menangis karena sahabatnya akan pergi ke luar negeri. Adriano pun berusaha
menenangkan istrinya.
“Jangan menangis
dong, aku jadi merasa bersalah padamu.” Kata Melisa.
__ADS_1
“Aku menangis
karena bahagia melihatmu bahagia, jangan lupakan persahabatan kita ya. Bagaimana jika aku merindukanmu Mel.” Kata
Abella, lalu mereka berdua pun menangis bersama.
“Hei hei hei
lepaskan, jangan sembarangan menyentuh istri orang.” Kata Riko memisahkan
Abella dan Melisa.
“Pak tolong jaga
Melisa dengan baik ya, jangan jahat padanya.” Kata Abella.
“Dia sangat
menyayangiku kok Bell.” Kata Melisa tersipu malu.
“Tetap saja guru
terkejam di sekolah kita adalah dia.” Kata Abella.
“Kamu menginap
saja di hotel ini, malam ini aku juga akan menghabiskan malam bersama mas Riko
karena lama kita tidak bertemu.” Kata Melisa.
“Tidak bisa,
besok mas Adriano ada penerbangan jadi aku harus kembali pulang.” Kata Abella.
“Kalian kan bisa
checkout besok pagi. Sekalian kalian kan bisa tidur bersama, bagaimana kamu
sudah di unboxing belum sama mas captain?” Tanya Melisa keceplosan.
Suasana pun
menjadi hening kembali. Abella merasa sangat malu.
“Eh maaf,
sepertinya aku dan mas Riko harus check in sekarang deh.” Kata Melisa, lalu dia
dan suaminya meninggalkan Abella dan Adriano yang masih canggung dan tersipu malu.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Salam sehat semuanya, terima kasih.
__ADS_1