
Hari itu Tiara mengantar Kevia ke sekolahnya. Di dalam mobil.
“Nanti sepulang sekolah mama akan mengantarmu ke tempat les, mama tidak mau kamu bolos lagi tanpa kabar.” Kata Tiara.
“Aku berhak menentukan keinginanku sendiri ma.” Jawab Kevia.
“Kamu kenapa sih sekarang jadi anak pembangkang dan sulit di atur, kamu seperti bukan Kevia yang mama kenal.” Kata Tiara.
“Karena mama selalu sibuk dengan urusan mama kan tanpa peduli dengan papa apalagi anak-anak mama, yang mama lakukan setiap hari hanyalah melukis melukis lalu pergi ke galeri seni, apakah mama tau apa saja yang aku lakukan di sekolah? Apakah mama tau apa yang sedang aku rasakan saat ini? Apakah mama bahkan tau kalau aku menyukai seorang laki-laki? Mama tidak tau apapun tentang aku.” Kata Kevia.
Lalu Tiara menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
“Kenapa berhenti? Aku bisa terlambat masuk sekolah.” Kata Kevia.
“Sepertinya mama harus mengirim mu sekolah ke luar negeri.” Kata Tiara.
“Apa? Punya hak apa mama mengirimku sekolah ke luar negeri?” Kata Kevia semakin kesal dengan Tiara.
“Agar kamu tidak jadi anak pembangkang dan lebih fokus dengan sekolah serta masa depanmu.” Kata Tiara sangat yakin dengan keputusannya.
“Tidak bisa, mama tidak punya hak, yang berhak menentukan adalah diriku sendiri dan atas perintah papa dan nenek.” Kata Kevia.
__ADS_1
Kemudian Tiara menelfon suaminya.
“Hallo mas sibuk tidak? Ada yang harus aku bicarakan denganmu mas, aku ke kantor kamu ya mas sekarang juga.” Kata Tiara.
“Baiklah, aku tunggu ya sayang.” Kata Daniel.
“Kita ketemu papa untuk meminta persetujuan, aku yakin papa kamu akan setuju dengan keputusan mama kali ini.” Kata Tiara kepada putrinya.
“Aku benar-benar sangat membenci mama.” Kata Kevia.
Tiara pun melanjutkan perjalanan menuju kantor suaminya.
**
Tiara segera membawa Kevia menemui Daniel.
“Ayo masuk, papa sudah menunggu kita.” Kata Tiara.
“Lepaskan tanganku, aku bisa jalan sendiri, aku akan pastikan mama akan menyesal setelah mengirimku ke luar negeri.” Kata Kevia, namun Tiara tetap dengan keputusannya.
Tibalah di ruangan Daniel.
__ADS_1
“Papa.” Kata Kevia langsung memeluk Daniel.
“Loh kamu disini? Kamu bolos sekolah?” Tanya Daniel.
“Tanya saja sama mama, aku sangat membenci mama.” Kata Kevia.
“Ada apa sayang? Kenapa Kevia?” Tanya Daniel.
“Keputusanku sudah bulat mas untuk mengirim Kevia sekolah ke luar negeri.” Kata Tiara.
“Kamu yakin sayang dengan keputusanmu? Kalau aku pasti akan mendukung keputusanmu, aku yakin ibu juga pasti setuju karena dari dulu ibu kan memang ingin cucunya sekolah di luar negeri.” Kata Daniel.
“Tapi aku tidak mau pa, aku tidak mau sekolah di luar negeri, itu hanya keinginan mama saja tidak dengan keinginanku, aku mohon pa jangan kirim aku sekolah ke luar negeri, aku tidak mau pa.” Kata Kevia memohon kepada Daniel.
“Sebelumnya mama sudah bilang sama papa tentang rencana ini dan papa pikir ini yang terbaik untuk Kevia ke depannya, apalagi akhir-akhir ini kamu sering bolos sekolah lalu bolos les tanpa kabar, rangking kamu juga menurun drastis, ini demi kebaikanmu sayang.” Kata Daniel mencoba merayu Kevia.
“Papa yakin ini demi kebaikanku? Apa jangan-jangan ini demi kebaikan mama? Agar mama jauh lebih bebas tanpa takut aku akan bermacam-macam.” Kata Kevia.
“Apa maksudmu bicara seperti itu kepada mama?” Tanya Tiara.
“Sudah, sekarang papa akan menyuruh supir untuk mengantarmu pulang ya, papa yang akan mencarikan sekolah untukmu.” Kata Daniel.
__ADS_1
“Aku akan pastikan mama akan menyesal karena mengirimku pergi ke luar negeri.” Kata Kevia kepada Tiara, lalu Kevia kembali pulang ke rumah terlebih dahulu dengan diantar oleh supir pribadi Daniel.