Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 23


__ADS_3

Tiara sedang menikmati minuman bersama suaminya sambil menikmati waktu bersama di balkon.


“Sepertinya kamu sangat bahagia ya tinggal disini?” Tanya Daniel.


“Tentu saja mas karena aku jauh lebih dekat dengan Kevia bahkan aku bisa bertemu dengan Kevia setiap hari. Sebenarnya aku ingin Kevia tinggal dirumah saja denganku tapi pasti ibu akan melarangnya dan ingin Kevia tinggal di asrama sekolahnya.” Kata Tiara.


“Yang paling penting adalah kamu dan Kevia bahagia, tapi aku tidak bisa jika harus tinggal disini karena aku harus bolak-balik Indonesia, Singapore dan juga Korea Selatan untuk saat ini, aku harap kamu bisa mengerti aku ya sayang.” Kata Daniel.


“Bisakah kamu membujuk ibu agar kamu bekerja disini saja mas? Aku tidak ingin jauh darimu mas.” Kata Tiara.


“Tidak bisa sayang, tapi aku janji aku akan sering mengunjungimu dan juga Kevia. Mungkin satu bulan sekali aku akan mengunjungimu, kalau sekarang aku bisa tinggal disini kurang lebih satu minggu setelah itu aku harus kembali ke Jakarta.” Kata Daniel.


“Hmmmm iya.” Gerutu Tiara.


“Maafkan aku sayang, aku pasti akan selalu memberikan apapun untukmu. Kamu minta apa saja pasti akan aku berikan untukmu sayang.” Kata Daniel.


“Aku hanya butuh kamu mas, oh iya kemarin kak Sarah menelfonku mas.” Kata Tiara.


“Kak Sarah? Ada apa dia menelfonku?” Tanya Daniel.


“Dia menanyakan kabarku dan Kevia mas, saat aku tanya kenapa tiba-tiba menelfonku dia langsung mematikan ponselnya.” Kata Tiara.


“Dia tanya apalagi?” Tanya Daniel.


“Dia hanya menanyakan kabarku dan Kevia saja tapi dengan nada yang sangat sinis dan dingin mas.” Kata Daniel.


Tiba-tiba ponsel Tiara bergetar ada panggilan masuk.


“Siapa yang menelfonmu malam-malam begini? Nadia ya?” Tanya Daniel.


“Oh iya mas, dia kan guru lukisku juga.” Kata Tiara.

__ADS_1


“Angkat dulu telfon darinya.” Kata Daniel.


“Iya mas, tunggu sebentar ya.” Kata Tiara.


Kemudian Tiara keluar rumah untuk menerima panggilan tersebut.


“Hallo? Ada apa sih? Suamiku sedang bersamaku.” Bisik Tiara.


“Besok kita harus bertemu.” Kata Fardan, ternyata yang menelfon adalah Fardan.


“Mau apa lagi sih? Kita sudah sepakat kan untuk tidak saling bertemu?” Kata Tiara.


“Ini tentang Nadia.” Kata Fardan.


“Kenapa memangnya?” Tanya Tiara.


“Dia mengajakku untuk menikah.” Kata Fardan.


“Kamu memberiku ucapan selamat? Kamu yakin? Bukankah sudah aku bilang kalau aku tidak menyukainya dan aku mencintaimu.” Kata Fardan.


“Aku sudah menikah dan aku memiliki suami dan anak.” Kata Tiara.


“Lalu kenapa kamu bersedia memberikan segalanya untukku saat itu?” Tanya Fardan.


“Aku tutup dulu telfonnya, jangan menghubungiku lagi.” Kata Tiara.


Tiba-tiba suaminya menghampiri Tiara.


“Sayang.” Panggil Daniel.


“Ah ah iya sayang, ada apa?” Tanya Tiara ketakutan.

__ADS_1


“Kenapa menelfon diluar? Diluar dingin loh, ayo cepat masuk kedalam.” Kata Daniel.


“Iya sayang.” Kata Tiara.


“Aku ingin bermesraan denganmu sayang, ayo sayang mumpung Kevia juga sudah tidur.” Ajak Daniel.


“Iya mas.” Kata Tiara mengangguk.


Daniel menggendong istrinya ke kamar, kemudian dia melepas baju istrinya namun Tiara merasa biasa saja dan tidak ada gairah seperti sebelumnya. Bahkan dia hanya diam saja dan hanya menuruti semua perlakuan suaminya.


“Sayang aku masuk sekarang ya.” Bisik Daniel.


“Iya mas.” Jawab Tiara.


“Ah ah ah sayang aku merindukanmu, aku mencintaimu sayang ah.” Kata Daniel.


“Aku juga merindukanmu mas.” Jawab Tiara.


“Oh oh oh lanjutkan Fardan ayo terus lanjutkan Fardan, aku tidak tahan lagi Fardan Fardan.” Teriak Tiara dalam hati.


“Teruskan Far.” Kata Tiara keceplosan.


Akhirnya Daniel menghentikannya.


“Sayang kamu bilang apa barusan? Far apa?” Tanya Daniel.


“Kenapa berhenti mas? Kan aku bilang lanjutkan mas, kamu salah dengar mungkin mas.” Kata Tiara.


“Aku mendengar kamu bilang Far.” Kata Daniel.


“Sudahlah mas, ayo kita lanjutkan saja ronde berikutnya.” Kata Tiara mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


__ADS_2