
Keesokan paginya, ibu Adriano
kembali ke rumah Abella. Dia membawa Darel karena dia merasa bahwa Abella tidak
bisa mengurus bayinya dengan baik.
“Darel biar mama yang merawatnya,
mama takut jika Darel diurus sama kamu.” Kata ibu Adriano.
“Tapi Darel anakku ma, aku ibunya
jadi aku yang tau lebih banyak tentang anakku. Kembalikan Darel ma.” Kata Abella
sambil berusaha merebut bayinya dari tangan ibu Adriano.
“Lepaskan tanganmu, mama tidak
yakin jika cucu mama diurus sama kamu, mama takut kamu akan menelantarkan
Darel.” Kata ibu Adriano.
“Astaga, memang mama kandungku
menelantarkan aku tapi aku tidak akan pernah tega untuk menelantarkan anakku
sendiri. Aku dan mamaku jelas berbeda, selama ini nenek dan kakekku selalu
mendidikku dengan sangat baik.” Kata Abella.
“Selama Adriano tidak ada
dirumah, biar Darel mama yang mengurusnya.” Kata ibu Adriano. Tiba-tiba Adriano
tiba dirumah.
“Ada apa ini?” Tanya Adriano.
“Kebetulan kamu datang, istrimu
sepertinya tidak bisa mengurus bayimu dengan baik. Jadi biar mama yang mengurus
__ADS_1
Darel.” Kata ibu Adriano.
“Tidak perlu ma, aku dan Abella
adalah orang tuanya jadi yang wajib mengurus Darel adalah aku dan Abella. Kemarikan
Darel ke aku dan Abella ma.” Kata Adriano.
“Apakah kamu tau apa saja yang
dilakukan istrimu? Dia saja tidak mengerti cara membuat susu untuk bayimu,
bahkan menyimpan asi saja dia tidak mengerti. Mama tidak bisa membiarkan cucu
mama menderita karena salah pola asuh dari ibunya.” Kata ibu Adriano.
“Dia juga butuh belajar ma, aku
dan Abella itu orang tua baru jadi masih banyak belajar. Mama jangan khawatir,
Darel tidak akan pernah menderita jika orang tuanya sendiri yang mengurusnya. Biar
Darel ikut sama aku ya ma.” Kata Adriano, akhirnya ibu Adriano menyerahkan
“Kalau begitu biar mama tinggal
bersamamu sambil mengawasi bagaimana istrimu mengasuh Darel.” Kata ibu Adriano.
“Sudahlah, mereka ini juga orang
tua, mereka pasti tau bagaimana cara mengasuh anaknya. Kita sebagai orang tua
tidak perlu ikut campur, lebih baik kita pulang saja ya.” Kata nenek Abella.
“Tidak bisa, aku khawatir dengan
cucuku. Aku tidak percaya jika Darel hanya berdua saja dengan bayinya,
bisa-bisa celaka cucuku.” Kata ibu Adriano.
“Mama jangan bicara sembarangan
__ADS_1
ya, aku ini juga seorang ibu begitu juga mama. Aku tau apa yang harus aku
lakukan jadi mama tidak usah ikut campur.” Kata Abella sangat kesal.
“Hei kamu jangan berani marah
padaku ya, berani sekali kamu ya dasar tidak punya sopan santun.” Kata ibu
Adriano sangat kesal.
Kemudian Abella segera masuk
kedalam kamarnya sambil menggendong bayinya.
“Lebih baik sekarang mama pulang
saja ya, nenek tadi juga kembali pulang kan.” Kata Adriano.
“Istrimu memang berani pada mama
ya, awas saja kalau terjadi suatu hal dengan cucuku. Aku akan memberi dia
pelajaran, dia itu tidak bisa mengurus bayinya dengan baik.” Kata ibu Adriano.
“Bisa ma, aku dan Abella itu
orang tua baru jadi masih banyak belajar.” Kata Adriano.
Setelah itu ibu Adriano kembali
pulang, sedangkan Abella sedang sibuk menyiapkan perlengkapan untuk memandikan
bayinya.
“Anak mama saatnya mandi, mandi
dulu ya sayang. Setelah itu mama mau memakaikan baju baru pemberian dari papa,
pasti Darel suka sama baju dari papa.” Kata Abella sambil menggendong bayinya. Adriano
yang mengintip dari balik pintu pun takjub melihat bagaimana istrinya
__ADS_1
memperlakukan dan mengasuh anak mereka.