Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 133


__ADS_3

Keesokan harinya, nenek Abella


sedang memasak untuk sarapan sedangkan Adriano masih tertidur di sofa. Kemudian


nenek Abella membangunkan Adriano.


“Bangun nak sudah pagi loh. Hmmmm


sudah jadi seorang ayah itu jangan bangun siang, bantu istrimu menjaga anakmu.”


Kata nenek Abella.


“Eh maaf nek, jam berapa sekarang


nek?” Tanya Adriano sambil menoleh kanan kiri karena matanya masih mengantuk.


“Sudah jam 6 pagi, nenek mau


masak dulu. Kamu kenapa tidur di sofa? Istrimu sedang marah denganmu ya?” Tanya


nenek.


“Tidak kok nek, kemarin aku


menonton tv lalu ketiduran nek.” Kata Adriano.


“Gantikan istrimu sana, dia tidak


tidur karena anakmu nangis. Kamu malah tidur-tiduran astaga anak muda anak


muda.” Kata nenek.


“Dasar nenek, justru semalam yang


tertidur itu Abella dan akulah yang menggendong Darel hmmmm. Abella malah asyik


tidur sambil mendengkur.” Kata Adriano dalam hati.


Kemudian Adriano pergi ke kamar


istrinya.


“Sayang biar aku yang gendong


Darel.” Kata Adriano.


“Semalam kamu tidur jam berapa?


Darel tidur jam berapa?” Tanya Abella.


“Darel baru tidur lagi tengah


malam, setelah itu aku baru tidur lagi di sofa. Sampai kapan kamu menyuruhku


tidur diluar sayang?” Tanya Adriano.


“Sampai aku mau memaafkan kamu,


cepat gendong Darel aku mau mandi dulu.” Kata Abella sambil menyerahkan anaknya

__ADS_1


ke Adriano.


“Jangan lama-lama mandinya.” Kata


Adriano.


“Jangan suka menyimpan rahasia


makanya.” Kata Abella.


“Maaf sayang maaf.” Kata Adriano.


“Kamu enak banget ya tinggal


bilang maaf saja, bagaimana denganku yang saat itu dia disampingku bahkan aku


satu kamar dengannya.” Kata Abella.


“Aku juga tidak tau kenapa bisa


jadi seperti itu sayang, aku akan segera menyelesaikan masalah ini sayang.”


Kata Adriano.


“Bagaimana caranya? Aku takut dia


akan mengulanginya kembali mas, aku takut tiba-tiba dia datang lagi menemuiku,


sepertinya dia sangat terobsesi denganku mas.” Kata Abella.


“Jangan khawatir, itu tidak akan


**


Adriano menemui ibunya.


“Ma dimana keberadaan Marcelo?”


Tanya Adriano.


“Mama tidak tau dimana dia


sekarang, sudahlah jangan pikirkan dia lagi.” Kata Anindya.


“Dia sangat membahayakan ma, dia


itu bahkan sengaja operasi plastic agar terlihat sangat mirip denganku.


Bagaimana jika dia menemui Abella dan Abella tidak bisa membedakannya. Dia


sangat mirip denganku ma dan dia juga terobsesi dengan Abella.” Kata Adriano.


“Seharusnya istrimu bisa


mengenali suaminya, bagaimana bisa dia tertipu dan tidak bisa mengenali


suaminya sendiri.” Kata Anindya.


“Mama jangan menyalahkan Abella.

__ADS_1


Bagaimana jika mama berada di posisi Abella, apakah mama bisa membedakannya?


Apalagi Abella juga tidak tau sama sekali tentang keberadaan Marcelo. Ayo kita


temui Marcelo ma dan aku ingin dia tidak menggangguku dan juga keluargaku.


Kalau perlu lebih baik dia tidak usah kembali lagi ke Indonesia untuk


selamanya.” Kata Adriano.


“Mama tidak tau dimana keberadaan


Marcelo saat ini. Mama akan menyuruh orang saja untuk mencari Marcelo.” Kata


Anindya.


“Ini semua karena mama dan papa


selalu egois karena kepentingan kalian sendiri, kalau saja mama dan papa


memperlakukan dia dengan baik pasti dia tidak akan balas dendam kepadaku.” Kata


Anindya.


“Asal kamu tau ya, mama mengusir


dia waktu itu juga demi kamu. Kalau saja dulu mama tidak mengusir dia dari


rumah kita, mama takut papa kamu akan menjadikan dia sebagai direktur di


tempatmu bekerja. Posisimu saat ini saja sudah di incar oleh Marcelo sialan


itu, dia bahkan menempuh pendidikan pilot untuk menggeser posisimu, bisa-bisa


dia akan menguasai perusahaan kita.” Kata Anindya.


“Saat itu aku memang sangat kesal


dengannya karena insiden itu, harusnya aku mencari kebenarannya terlebih dahulu


dengan bertanya kepada Amelina tapi sayang sekali aku kehilangan kontak


dengannya.” Kata Adriano.


“Tidak perlu mencari Amelina, dia


itu tidak berguna. Untuk apa kamu berteman dengan gadis miskin sepertinya.”


Kata Anindya.


“Kenapa mama bicara seperti itu,


apa jangan-jangan mama mengancam Amelina. Aku sebaiknya mencari keberadaan


Amelina saja.” Kata Adriano.


Kemudian dia menyuruh seseorang


untuk mencari keberadaan Amelina.

__ADS_1


__ADS_2