
Beberapa hari kemudian, Adriano
sudah diperbolehkan untuk kembali pulang. Setibanya dirumah.
“Ada yang ingin aku bicarakan
denganmu.” Kata Adriano tegas.
“Ada apa mas? Apa ada yang
sakit?” Tanya Abella.
“Aku ingin kita berpisah.” Kata
Adriano.
“Apa? Kamu bercanda ya?” Tanya
Abella kaget mendengar perkataan suaminya.
“Aku serius, aku sudah tidak
tahan lagi denganmu. Aku bosan denganmu dan ingin menikah dengan orang lain
jadi lebih baik kita berpisah saja. Aku akan pergi dari rumah ini secepatnya.”
Kata Adriano.
“Ada apa sih sebenarnya?
Tiba-tiba kamu berkata seperti itu? Memangnya apa salahku? Katakana pa
kesalahanku sehingga aku bisa berubah.” Kata Abella.
“Aku sudah bilang bahwa aku sudah
tidak mencintaimu lagi dan kamu sangat membosankan.” Kata Adriano.
“Apakah kamu kecewa padaku karena
aku belum siap untuk memiliki seorang anak atau apakah Marisa mulai mendekatimu
lagi? Aku tidak paham denganmu mas, kamu sungguh keterlaluan.” Kata Abella.
“Aku akan segera mengajukan
__ADS_1
gugatan perceraian kita, aku yakin kakek dan nenekmu bisa membiayai kuliahmu
sampai kamu lulus. Mulai sekarang kita tidur terpisah.” Kata Adriano kemudian
dia masuk kedalam kamarnya, Abella pun mengejar suaminya.
“Baiklah, aku mau memiliki anak
demi kamu mas. Tolong cabut perkataanmu barusan, aku mencintaimu mas dengan
tulus.” Kata Abella.
“Lepaskan tanganku dan menjauhlah
dariku. Kamu masih muda dan cantik jadi carilah penggantiku.” Kata Adriano.
“Tidak, aku hanya mau kamu mas,
tolong jangan bicara seperti itu. Jika kamu ada masalah cerita saja padaku, aku
akan selalu ada disampingmu. Tolong jangan tinggalkan aku apalagi menceraikan
aku.” Kata Abella.
“Aku sudah tidak mencintaimu lagi
lebih baik kita menjalani hidup kita masing-masing.” Kata Adriano.
“Apa sih yang sebenarnya terjadi
denganmu? Apakah ada masalah dengan pekerjaanmu?” Tanya Abella.
“Berapa kali aku harus mengatakan
padamu kalau aku sudah mencintaimu lagi dan sangat bosan denganmu.” Kata Adriano,
kemudian dia segera masuk kedalam kamar dan mengunci kamarnya. Sedangkan Abella
mengetuk pintu kamar Adriano sambil memohon dan juga menangis.
“Mas, tolong jelaskan padaku
kenapa kamu berubah seperti ini? Apa salahku tolong katakan padaku, aku akan
berubah menjadi lebih baik demi kamu. Aku tidak mau kita berpisah mas, beri aku
__ADS_1
kesempatan.” Kata Abella sambil menangis. Dia menunggu suaminya sampai keesokan
paginya tanpa tidur sama sekali. Tiba-tiba Adriano membuka pintu kamarnya.
“Mas tolong jangan tinggalkan
aku, aku tidak ingin kita berpisah. Aku akan melakukan apapun asalkan kamu
tidak meninggalkan aku.” Kata Abella.
“Aku sudah mengemasi semua bajuku
dan aku akan pergi dari rumah ini. Kita bertemu kembali di pengadilan ya.” Kata
Adriano.
“Tidak mas, tolong jangan
tinggalkan aku mas. Aku mohon mas padamu.” Kata Abella namun Adriano tetap
dengan pendiriannya.
“Lepaskan aku, lagipula kamu
berhak bahagia tanpa aku. Kamu masih muda dan cantik jadi carilah laki-laki
lain yang lebih baik dari aku.” Kata Adriano.
“Tidak mas, aku hanya ingin
bersamamu. Jangan pergi mas.” Kata Abella.
“Kamu mengerti bahasa manusia
kan? Lepaskan aku, aku sudah tidak mencintaimu lagi.” Kata Adriano sambil
mendorong Abella. Akhirnya Adriano pergi meninggalkan Abella sambil membawa
koper yang berisi baju miliknya. Abella menangis histeris, dia mengejar
suaminya namun suaminya melaju dengan sangat cepat.
“Aku harus mengemudi lebih cepat
agar tidak kehilangan jejak mas Adriano. Aku tidak mau berpisah dengannya.” Kata
__ADS_1
Abella sambil mengemudi dengan sangat cepat.