
Hari itu Adriano pergi berkuda dengan Darel, sedangkan Abela pergi ke rumah neneknya. Setibanya Adriano dan Darel di tempat pacuan kuda.
“Papa Darel mau ke toilet dulu ya.” Kata Darel.
“Iya, papa tunggu di tempat pacuan kuda ya.” Kata Adriano.
Darel pergi ke toilet sendiri, namun ada hal yang membuatnya takut. Dia melihat seorang wanita dan laki-laki sedang bermesraan di pojokan toilet. Tiba-tiba ada seorang wanita yang menarik Darel dan menutupi mata Darel.
“Jangan takut, tante akan melindungimu.” Kata wanita itu.
“Dasar laki-laki tidak bermodal, bisa-bisanya bermesraan ditempat umum seperti ini.” Gerutu wanita tersebut. Kemudian wanita tersebut mengajak Darel pergi ke lobby dan memberinya air minum.
“Minumlah.” Kata wanita itu.
“Terima kasih tante.” Kata Darel langsung meminum air minum dari wanita tersebut.
“Nama kamu siapa? Kamu datang kemari dengan siapa?” Tanya wanita tersebut.
“Namaku Darel, aku datang dengan papaku. Nama tante siapa?” Tanya Darel.
“Namaku Diandra, kamu sering datang kemari ya?” Tanya Diandra.
“Ini kali keduaku datang kesini. Aku harus menemui papa sepertinya papa sudah menungguku. Terima kasih banyak sebelumnya.” Kata Darel.
__ADS_1
“Lupakan apa yang kamu lihat tadi dan hanya orang dewasa yang boleh melakukan hal tadi. Sampai jumpa lagi ya Darel.” Kata Diandra.
Tiba-tiba Adriano menghampiri Darel.
“Darel, sedang apa kamu disini?” Tanya Adriano.
“Papa kenalkan ini tante baik namanya tante Diandra.” Kata Darel.
“Hai, salam kenal namaku Diandra. Tadi aku bertemu dengan Darel saat di toilet. Lalu ada pasangan kekasih yang sedang bermesraan dipojokan, lalu aku menarik dan menutupi matanya Darel, maaf jika aku lancang.” Kata Diandra.
“Ah justru aku berterima kasih kepadamu.” Kata Adriano.
“Ayo pa kita berkuda, aku sudha tidak sabar.” Ajak Darel.
“Nanti kita bisa lanjutkan lagi, sekali lagi terima kasih banyak, permisi.” Kata Adriano kepada Diandra.
“Pa aku naik kuda itu sendiri? Aku sangat ketakutan pa.” Kata Darel.
“Semua ada ditangan kamu, kalau kamu ingin berani dan bisa ya kamu harus mencoba dan memberanikan diri. Ayo coba naik dulu, ada papa dibelakangmu kok.” Kata Adriano.
“Aku coba dulu ya pa, nanti tolong ambil fotoku sambil menunggangi kuda ya pa, aku ingin memberitahu mama kalau aku bisa dan berani.” Kata Darel.
“Hahahaha jadi kamu ingin pamer dengan mama kamu?” Tanya Adriano.
__ADS_1
“Tentu saja, aku harus menunjukkan kepada mama kalau aku bisa agar mama bangga denganku.” Kata Darel.
“Bagus, papa suka semangatmu sayang.” Kata Adriano.
Lama kelamaan akhirnya Darel berani menunggangi kuda dengan baik, Adriano mengamati putranya menunggangi kuda dari kejauhan.
“Papa aku bisa.” Teriak Darel.
“Wah Darel hebat, good job sayang.” Kata Adriano sambil mengambil gambar putranya lalu mengirimkannya kepada istrinya.
Tidak lama kemudian istrinya menelfon.
“Hallo, kamu masih di pacuan kuda?” Tanya Abela.
“Tentu saja, Darel benar-benar mengalami banyak kemajuan. Dia sangat berani dan penuh semangat.” Kata Adriano.
“Tentu saja karena dia meniruku hahaha, kamu kapan pulang sayang? Oh iya aku sedang makan siang bersama nenek dan kakek, nenek sedang mentraktirku makan siang.” Kata Abela.
“Benarkah? Harusnya aku dan Darel bergabung juga dengan kalian.” Kata Adriano.
“Harusnya kamu bergabung juga berkuda denganmu, aku akan menggendongmu dan menaiki kuda bersama lalu di atas kuda kita sambil berpelukan dan berciuman mesra hahaha.” Goda Adriano.
“Astaga dasar kamu mas selalu pikirannya penuh dengan hal-hal seperti itu, berkuda bukanlah gayaku jadi aku lebih suka jika kamu dan Darel yang pandai berkuda. Aku memberimu kesempatan untuk berdua dengan Darel sayang.” Kata Abela.
__ADS_1
“Terima kasih sayang, aku tutup dulu ya. Aku mau mengajak makan Darel, tadi dia ingin makan kue katanya.” Kata Adriano.
“Sampai jumpa nanti di rumah sayang, jangan terlalu banyak makan kue nanti jadi tidak ***** makan saat makan malam.” Kata Abela.