Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 4


__ADS_3

Setelah Adriano selesai makan, dia segera


berangkat menuju bandara dengan diantar oleh istrinya.


“Biar aku yang mengemudi. Bahaya


kalau kamu mengantuk seperti itu.” Kata Adriano.


“Makanya berangkat saja sendiri,


dasar merepotkan.” Kata Abella.


“Kalau gitu bekerjalah dan bayar


sendiri biaya sekolahmu dan hidupmu.” Kata Adriano.


“Tuh kan mulai mengancamku, dasar


peritungan banget, pelit banget. Ayo cepat jalan.” Kata Abella sambil menjulurkan lidahnya ke arah suaminya.


Saat diperjalanan Abella tertidur


dan mulutnya terbuka, Adriano tertawa melihat tingkah laku istri mungilnya itu.


“Kamu sangat menyebalkan tapi aku


tidak bisa membencimu, semoga suatu saat kita bisa hidup layaknya pasangan


suami istri pada umumnya.” Kata Adriano dalam hati.


Setibanya di bandara.


“Hei cepat bangun.” Kata Adriano


sambil membungkam mulut Abella dengan tisu.


“Aaaah aduh apa ini, kamu tega


banget deh memasukkan tisu kedalam mulutku, kalau aku kenapa-kenapa bagaimana.”


Kata Abella.


“Makanya jangan tidur, cepat


bawakan koperku dan bawa masuk kedalam.” Kata Abella.


“Apa? Memangnya aku pembantumu.”


Kata Abella.


“Lalu apakah kamu mau melayaniku


sepuasnya?” Tanya Adriano sambil memendang wajah Abella dari dekat yang membuat


Abella jadi deg-degan.


“Kamu apa-apaan sih, minggir.”


Kata Abella sambil mendorong suaminya.


“Haruskah aku ikut masuk juga


kedalam? Kamu ingin pamer ke semua teman-temanmu ya kalau kamu sudah menikah?


Lebih baik lepas cincin itu, aku saja sudah melepasnya.” Gerutu Abella.


“Jadi kamu melepasnya?” Tanya


Adriano.


“Tentu saja, untuk apa memamerkan


cincin pernikahan pura-pura ini.” Kata Abella.


“Ini cincinku, simpan saja.

__ADS_1


Terserah mau kamu simpan atau kamu buang.” Kata Adriano sambil memberikan


cincinnya kepada Abella. Lalu Abella memasukkan cincin Adriano kedalam tasnya.


“Aku harus membawa kopermu


kemana? Aku lelah harus berjalan, lagipula bandara juga sepi lagi, bikin


merinding saja.” Kata Abella.


“Hati-hati ya ditempat parkir


sering nampak hantu penunggu bandara.” Kata Adriano, Abella pun berteriak


ketakutan.


“Aaaaaaaaaaa kamu sengaja ya


menakutiku.” Gerutu Abella sambil merengek ketakutan.


“Hahahaha biar kamu tidak


mengantuk saat mengemudi.” Kata Adriano.


“Taruh koperku disitu saja, cepat


pulanglah dan kunci gerbang dan rumah jangan sampai lupa. Aku akan kembali


pulang besok sore, kamu harus menjemputku.” Kata Adriano.


“Mana uang saku untukku?” Tanya


Abella.


“Aku sudah mentransfer sejumlah


uang ke rekeningmu, tapi kamu tidak boleh boros, kalau kamu ingin uang sakumu


dua kali atau tiga kali lpat dari itu layani aku dulu.” Goda Adriano.


“Dasar mesum.” Gerutu Abella.


salah satu pramugara.


“Iya selamat pagi, penerbangan


jam berapa?” Tanya Adriano.


“Jam 05.00 pagi.” Kata Adriano.


“Oh iya. Lagi sama siapa Capt?


Adiknya ya atau keponakannya?” Tanya pramugara.


“Di ist.” Kata Adriano, lalu


Abella menginjak kaki suaminya.


“Saya keponakannya.” Jawab Abella


sambil melirik ke arah Adriano.


“Oh keponakannya, kelas berapa dek?”


Tanya pramugara.


“Kelas 3 SMA.” Kata Abella.


“Selamat pagi Capt Adriano, hari


ini terlihat sangat tampan sekali Capt.” Kata pramugari centil bernama Laura.


“Iya selamat pagi.” Kata Adriano.


“Ayo capt kita masuk.” Kata Laura

__ADS_1


sambil menggandeng Adriano.


“Kalian duluan saja.” Kata


Adriano sambil melepaskan tangan Laura.


Setelah Laura dan pramugara


tersebut masuk, Adriano menyuruh istrinya kembali pulang.


“Pulanglah.” Kata Adriano.


“Enak banget ya kerjanya


dikelilingi cewek-cewek cantik dan sexy.” Gerutu Abella.


“Kenapa? Kamu cemburu ya hahaha.”


Kata Adriano.


“Apa? Aku cemburu? Tidak mungkin


lah, aku pulang dulu.” Kata Abella.


“Hati-hati saat mengemudi.” Kata


Adriano.


“Iya, bye.” Kata Abella.


“Harusnya kamu mencium tangan


suamimu.” Kata Adriano dalam hati.


“Siapa itu capt?” Tanya Dio, co-pilot


yang juga teman dekat Adriano.


“Dia istriku, tapi jangan bilang


kepada siapapun. Aku dijodohkan dengannya oleh ayahku, ayahku berteman baik


dengan kakeknya.” Kata Adriano.


“Wah dia masih sangat muda capt.


Apakah kalian saling mencintai?” Tanya Dio.


“Dia masih sekolah kelas 3 SMA,


tentu saja dia sangat menentang penikahan ini tapi dia melakukannya demi


kakeknya. Akhirnya kami merahasiakan pernikahan kita dan kami menjalani hidup


kita masing-masing.” Kata Adriano.


“Waw kalau masih SMA itu masih


segar capt hehe, tidak apa-apa jika sekarang belum saling mencintai pasti suatu


saat kalian akan saling mencintai. Aku turut bahagia mendengar kabar ini capt,


selamat ya capt.” Kata Dio.


“Terima kasih, ayo kita masuk


kedalam. Sebentar aku mau melihat dia dulu apakah sudah sampai tempat parkir


atau belum.” Kata Adriano.


“Baik capt, biar saya bawakan


kopernya capt.” Kata Dio.


“Terima kasih banyak ya, oh ya

__ADS_1


aku hanya cerita kepadamu dan tolong jaga rahasiaku dengan baik.” Kata Adriano.


“Siap capt.” Kata Dio.


__ADS_2