
Adriano menarik dan memeluk istrinya. Abella pun syok dan ketakutan,
akhirnya dia pun menangis.
“Kamu tidak apa-apa kan? Mana yang sakit? Mana yang luka?” Tanya Adriano
khawatir.
“Aku tidak apa-apa.” Kata Abella sambil merengek.
“Ah syukurlah kalau kamu baik-baik saja, jangan menangis kalau begitu. Kamu
aman kok bersamaku.” Kata Adriano.
“Aku menangis karena aku malu, banyak orang yang melihat kita dan bahkan
mereka merekamnya. Bagaimana jika kita akan viral setelah ini, aku belum siap masuk
berita.” Kata Abella terus merengak.
“Astaga jadi kamu menangis karena hal itu, aku kira kamu kesakitan. Cepat bangun.”
Kata Adriano sambil memakaikan topi ke istrinya agar dia tidak dikenali orang.
“Pakai topi ini dan menunduklah agar mereka tidak mengenalimu.” Kata
Adriano. Kemudian meereka segera masuk kedalam mobil dan menuju ke rumah
mereka.
“Minumlah, pasti kamu merasa syok.” Kata Adriano.
“Untung saja aku memakai riasan dan bajuku juga terlihat bagus, setidaknya
jika aku viral tidak akan memalukan. Huft untung saja.” Kata Abella.
“Astaga, bisa-bisanya kamu justru kepikiran akan hal seperti itu. Harusnya
kamu khawatirkan kondisimu dan juga nyawamu. Kalau aku tadi tidak menarikmu
bisa celaka kamu.” Kata Adriano dengan kesal.
“Hmmm iya terima kasih telah menolongku wahai suamiku. Puas kamu.” Kata
__ADS_1
Abella.
“Kita langsung pulang saja kerumah. Jangan bermain ponsel terus dong.” Kata
Adriano.
“Iya, aku hanya memastikan apakah aku viral atau tidak setelah kejadian
barusan. Siapa tau viral juga seperti video saat kamu menolongku di pesawat
waktu itu.” Kata Abella.
“Tapi di video itu tidak ada yang mengetahui wajahmu, justru aku yang viral
dan aku tidak menyukainya karena tidak bisa bebas jika bepergian.” Kata
Adriano.
“Bukannya kamu menikmatinya, kamu jadi bisa tebar pesona ke para pramugari
centil-centil itu dan ke para penumpang pesawat yang lain.” Gerutu Abella.
“Oh jadi kamu cemburu? Bilang dong kalau kamu cemburu haha.” Goda Adriano.
“Tidak usah berbohong padaku, aku tau kok sebenarnya kamu cemburu. Oh iya
kemarin kenapa kamu mengarahkan gelas ke wajah Laura? Apakah kamu mengenalnya?”
Tanya Adriano.
“Dia yang memulainya jadi jangan menyalahkanku.” Kata Abella.
“Jangan pernah mempercayai apapun perkataannya, cukup percaya padaku saja.”
Kata Adriano.
“Tetap saja dia sangatlah menyebalkan, dia sudah lama menyukaimu?” Tanya
Abella tiba-tiba.
“Iya tapi aku tidak pernah menganggapnya serius.” Kata Adriano.
“Memang dasar penggoda, harusnya aku tadi memberinya pelajaran saja.” Kata
__ADS_1
Abella kesal.
“Tidak perlu, sepertinya dia sudah cukup ketakutan. Kamu berani juga
melawannya, padahal dia termasuk sangat berani dan terkadang semena-mena dengan
bawahannya apalagi terhadap pramugari baru.” Kata Adriano.
“Wah kurang ajar juga ternyata.” Kata Abella.
Setibanya mereka dirumah, Abella segera turun sedangkan Adriano masih
memarkir mobil dan mengunci gerbang. Tiba-tiba dia menerima sebuah paket dari
kurir.
“Dengan bapak Adriano ya?” Tanya kurir tersebut.
“Iya benar, bapak siapa?” Tanya Adriano.
“Saya kurir, ini ada paket untuk bapak Adriano.” Kata kurir.
“Siapa pengirimnya?” Tanya Adriano.
“Disitu tertera nama dan nomor telfon pengirimnya kok pak.” Kata kurir.
“Oh iya terima kasih banyak.” Kata Adriano.
Adriano segera membuka paket tersebut, dan betapa kagetnya ketika dia
membuka paket tersebut. Paket tersebut berasal dari mama Adriano.
“Minumlah ramuan ini dijamin kamu akan lebih bergairah, kuat dan tahan
lama. Maaf jika mama mengirimkanmu seperti ini, mama sangat menginginkan
kehadiran seorang cucu darimu dan Abella. Semangat ronda anak mama tersayang.”
Info :
Mohon maaf besok cerita "Terpaut Usia 15 Tahun" tidak update. Cerita selanjutnya akan di update pada hari senin.
Selamat berlibur akhir pekan, salam sehat semuanya, terima kasih.
__ADS_1
Jangan lupa like nya ya teman-teman.