
Hari itu Tiara menemui Nadia di ruang BK. Tiara langsung duduk didepan Nadia dengan tatapan serius.
“Ada apa? Bukankah urusan tentang Kevia sudah selesai, memang benar orang kaya selalu menjadi pemenang dalam segala situasi.” Kata Nadia.
“Apa maksudmu bicara seperti itu? Apakah kamu menyindirku?” Tanya Tiara.
“Kamu pasti sangat bahagia dengan hidupmu saat ini karena semua masalah bisa teratasi dengan uang dan kekuasaan.” Kata Nadia sambil mengemasi barangnya.
“Aku kemari sebenarnya ingin bertanya kabar tentangmu namun kamu sepertinya salah paham kepadaku. Apakah kamu mau pergi?” Kata Tiara.
“Keluargamu memecatku padahal baru beberapa bulan aku bekerja disini, Kevia pasti akan semakin seenaknya setelah ini karena selalu mendapat perlindungan dari orang tuanya yang kaya raya.” Kata Nadia.
“Apa? Kamu jangan bercanda, mana mungkin mereka memecatmu.” Kata Tiara.
“Padahal aku bahagia akhirnya bisa bertemu denganmu lagi namun ternyata aku jadi seperti ini.” Kata Nadia.
__ADS_1
“Apa benar tujuanmu datang kesini adalah untuk membuat hidupku berantakan?” Tanya Tiara dalam hati.
“Aku tidak mendengar apapun dari ibu mertuaku tentang kamu, jadi wajar saja kalau aku tidak tau apa-apa. Lalu apa rencanamu setelah ini?” Tanya Tiara.
“Mungkin aku akan fokus dengan diriku dan tentu saja dengan keluarga kecilku, oh iya aku sudah menikah dengan Fardan, apakah kamu sudah mengetahuinya? Atau mungkin kamu pernah bertemu dengan Fardan sebelumnya?” Tanya Nadia.
“Tidak, aku belum pernah bertemu dengan Fardan. Selamat ya, semoga hidupmu bahagia.” Kata Tiara.
“Apakah ucapanmu tulus kepadaku? Jika tidak tulus, aku tidak akan berterima kasih kepadamu.” Kata Nadia.
“Kenapa kamu berpikir seperti itu?” Tanya Tiara.
“Apa maksudmu? Dia kan dulu hanya mengejariku melukis, itupun karena permintaanmu. Setelah aku kembali ke Indonesia, aku sama sekali tidak pernah mendengar kabar dari kalian berdua.” Kata Tiara.
“Apartemen itu atas nama kamu kan? Apartemen mewah itu, padahal dia bilang padaku sedang kesulitan masalah ekonomi tiba-tiba aku terkejut bahwa dia tinggal di apartemen atas namamu. Bisakah kamu menjelaskannya padaku agar aku tidak salah paham.” Kata Nadia.
__ADS_1
“Aku tidak mengerti dengan omong kosongmu, aku harus pergi.” Kata Tiara langsung pergi, namun Nadia menghentikannya.
“Aku butuh penjelasan darimu.” Kata Nadia.
“Aku tidak mengerti dengan ucapanmu, aku bahkan tidak tau kalau Fardan memiliki apartemen atas namaku, bisa saja itu bukan aku kan.” Kata Tiara.
“Ini milikmu kan?” Tanya Nadia menunjukkan foto lukisan kepada Tiara.
“Itu hanya lukisan, bukan berarti itu milikku. Aku tidak pernah melukis gambar itu.” Kata Tiara.
“Kamu ingin membodohiku? Lukisan itu adalah ciri khasmu, itu gaya melukismu.” Kata Nadia.
“Banyak orang yang memiliki gaya melukis yang sama, kamu menuduhku memiliki hubungan dengan Fardan? Ingat ya, aku sudah berkeluarga memiliki suami dan anak jadi mana mungkin aku sempat melakukan hal yang tidak penting seperti itu, permisi.” Kata Tiara langsung pergi.
“Padahal aku tidak membicarakan hubungan kalian tapi kenapa kamu yang terlebih dahulu mengatakan dan menegaskan bahwa kalian tidak ada hubungan?” Tanya Nadia namun Tiara tidak peduli dan tetap pergi.
__ADS_1
“Tiara Tiara, apakah suamimu mengetahui hal ini? Aku bisa saja memberitahu suamimu tentang hal ini.” Teriak Nadia namun Tiara segera berlari menjauhi Nadia.
Tiara merasa tidak aman dan ketakutan dengan keberadaan Nadia.