Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Bagian 52


__ADS_3

Keesokan paginya.


Abela bangun kesiangan, sejak ibunya tinggal dengannya dia seringkali bangun kesiangan karena malam harinya dia sering mengalami insomnia dan baru bisa tidur dini hari. Abela bangun dan langsung menuju dapur untuk memasak.


“Selamat pagi mama.” Kata Darel.


“Loh Darel sudah bangun? Siapa yang masak?” Tanya Abela.


“Oma Antika yang membuat sarapan seenak ini ma.” Kata Darel.


“Duduklah, mama akan mengambilkanmu makanan.” Kata Antika.


“Harusnya mama membangunkanku.” Kata Abela sambil memeluk mesra ibunya.


“Selama mama dirumah ini, mama yang akan memasak untuk kalian berdua.” Kata Antika.


“Jangan repot-repot ma, lagipula ada pembantu kok.” Kata Abela sambil menyantap sup buatan ibunya.


“Memasak dan mengurus kalian berdua menjadi tugas mama, tugas art hanya membersihkan rumah saja. Setelah ini mama akan pergi berbelanja ke supermarket bersama Darel.” Kata Antika.


“Sejujurnya aku ingin ikut tapi aku ada urusan ma, aku titip Darel ya ma.” Kata Abela.


“Tanpa kamu meminta bantuan pun tetap mama akan menjaga Darel.” Kata Antika.

__ADS_1


“Oh iya ma kemarin papa menelfonku. Dia ingin menemuiku besok dan menyuruhku untuk menginap. Senin paginya papa akan mengantarku ke sekolah.” Kata Darel.


“Kamu keberatan tidak? Kalau kamu keberatan lebih baik tidak perlu sampai menginap.” Kata Abela.


“Aku akan ikuti apa kata mama, jika mama mengijinkanku aku akan menemui papa tapi jika mama tidak mengijinkanku aku tidak akan menemui papa.” Kata Darel.


“Ikuti kata hatimu, mama pasti akan setuju jika itu kemauanmu.” Kata Abela.


“Aku akan menemui papa tapi aku tidak ingin menginap di rumahnya.” Kata Darel.


“Baiklah kalau begitu.” Kata Abela.


“Oma aku sudah selesai makan. Kita pergi jam berapa?” Tanya Darel.


“Sekarang saja, cepat ganti baju mu.” Kata Antika.


“Mama berpesan kepadamu jangan sampai kamu melarang anakmu menemui ayahnya ya meskipun kamu tidak menyukainya atau membencinya tapi dia tetaplah ayahnya Darel.” Kata Antika.


“Iya ma, oh iya lebih baik mama kalau ingin bepergian sama supir saja, aku khawatir dengan mama.” Kata Abela.


“Jangan khawatirkan mama, mama bisa mengemudi dengan baik kok.” Kata Antika.


“Tetap saja aku khawatir ma.” Kata Abela.

__ADS_1


“Kamu lupa ya dulu mama dikenal pengemudi yang baik loh semasa sekolah alias best driver.” Kata Antika.


“Dulu kan saat mama masih muda.” Kata Abela.


“Hmmmm meskipun usia mama semakin menua tapi mama masih terlihat enerjik loh. Jangan meremehkan mama ya.” Kata Antika.


“Hmmmm baiklah kalau begitu, jangan pulang terlalu sore ya ma.” Kata Abela.


“Iya iya, justru kamu jangan pulang terlalu malam. Nando mengajakmu pergi ya?” Tanya Antika.


“Iya, dia ingin meminta bantuanku ma.” Kata Abela.


Ponsel Abela berdering ada panggilan masuk.


“Terimalah telfonmu, mama mau siap-siap dulu ya.” Kata Antika.


“Iya ma.” Kata Abela, Abela menerima panggilan dari Adriano.


“Ada apa?” Tanya Abela.


“Besok aku akan mengajak Darel pergi dan aku ingin dia menginap dirumah karena orang tuaku sangat merindukan Darel.” Kata Adriano.


“Tanyakan sendiri pada Darel, tadi dia bilang padaku kalau dia tidak ingin menginap dirumahmu jadi jangan memaksanya.” Kata Abela.

__ADS_1


“Justru kamu jangan meracuni pikiran Darel, apa sih manfaatnya kamu melarang Darel untuk menginap dirumahku? Aku ini ayahnya.” Kata Adriano.


“Untuk apa aku meracuni pikiran Darel dan melarang Darel. Justru dia sendiri yang bilang kalau dia tidak ingin menginap dirumahmu. Kenapa? Kamu takut kan kehilangan anakmu sendiri? Kamu sendiri yang memulai semua ini jadi kamu sendiri yang akan menerima akibatnya.” Kata Abela lalu menutup telfonnya.


__ADS_2