Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 19


__ADS_3

Abella menyapu


dan mengepel lantai, setelah itu dia mencuci piring hingga dia kelelahan dan


keringat bercucuran. Lalu dia merebahkan diri di atas sofa sambil menonton


acara tv.


“Huh rasanya


lelah sekali.” Kata Abella.


“Aku mau pergi


sebentar.” Kata Adriano.


“Mau kemana?


Enak saja aku dirumah membersihkan rumah, kamu malah kluyuran.” Gerutu Abella.


“Kamu mau ikut?”


Tanya Adriano.


“Mau pergi


kemana sih memangnya?” Tanya Abella.


“Mau pergi ke


apotek, mau ikut tidak?” Tanya Adriano.


“Boleh deh


daripada aku dirumah sendiri, tunggu sebentar aku mau ganti baju dulu.” Kata


Abella.


Beberapa menit


kemudian Abella keluar.


“Ayo berangkat


sekarang.” Kata Abella.


“Kamu keluar


pakai baju seperti itu?” Tanya Adriano, Abella memakai celana pendek dan baju


tanpa lengan yang membuat Adriano sangat nafsu.


“Memangnya


kenapa? Ada yang salah dengan pakaianku?” Tanya Abella.


“Tentu saja,


memangnya kamu tidak malu memakai baju mini dan terbuka seperti itu?” Tanya


Adriano.


“Tidak, lagipula

__ADS_1


aku yang memakainya kenapa jadi kamu yang ribet sih.” Gerutu Abella.


“Aku yang malu


melihatnya, pakai jaket itu.” Kata Adriano sambil melemparkan jaket miliknya ke


arah paha Abella sehingga menutupi paha Abella yang terbuka.


“Tidak mau, aku


lebih suka memakai baju seperti ini. Ayo cepat jalan.” Kata Abella.


“Memang sudah ya


memberitahu anak kecil sepertimu.” Kata Adriano.


“Memang susah ya


jalan dengan om-om.” Gerutu Abella.


“Memangnya mau


beli apa di apotek?” Tanya Abella.


“Mau beli


pengaman alias ******.” Kata Adriano.


“Apa? Kamu gila


ya? Aku tidak akan pernah mau tidur denganmu. Dasar mesum, cabul, menyebalkan.”


Kata Abella sambil memukul lengan Adriano.


“Aduh aduh sakit,


pengaman agar kamu tidak hamil.” Kata Adriano.


“Kamu jahat,


kamu mau merusak dan merebut keperawananku hu hu hu aku benci denganmu.” Kata


Abella sambil menangis membayangkan nasibnya.


“Hahahaha kamu


lucu sekali kalau menangis seperti itu, lihat saja nanti. Ayo turun, kita sudah


sampai.” Kata Adriano.


“Tidak mau.”


Kata Abella sambil menangis. Lalu Adriano menghapus air matanya.


“Jangan


menangis, aku tidak akan melakukannya saat ini, aku akan menunggumu hingga kamu


siap. Cepat turun.” Kata Adriano.


“Aku tidak akan


pernah mau melakukannya denganmu, ingat itu.” Kata Abella.

__ADS_1


“Benarkah? Lihat


saja nanti pasti kamu akan jatuh cinta denganku hahaha.” Goda Adriano, Abella


pun semakin kesal.


“Dasar mesum,


tukang cabul dan menyebalkan.” Gerutu Abella.


Mereka berdua


segera masuk kedalam apotek.


“Saya mau beli


koyo nya satu pack.” Kata Adriano.


Setelah


membayar, mereka berdua segera masuk kedalam mobil, saat Abella berjalan menuju


mobil, banyak laki-laki yang melihat penampilan Abella karena pakaiannya yang


terbuka itu. Lalu Adriano segera memakaikan jaket kepada Abella.


“Pakai jaketnya,


cuacanya panas banget nanti kulitmu hitam.” Kata Adriano.


“Sok baik banget


dia.” Gerutu Abella.


Didalam mobil.


“Kenapa kamu


membeli koyo? Memangnya kamu sakit?” Tanya Abella.


“Tidak, hanya


untuk persediaan saat bekerja saja.” Kata Adriano.


“Sudah tua sih


makanya sering kelelahan.” Kata Abella.


“Berisik, aku


mau beli makan, kamu mau turun atau didalam mobil?” Tanya Adriano.


“Turun lah, enak


saja kamu yang makan enak.” Kata Abella.


“Cepat pakai


jaketmu, banyak laki-laki yang melihatmu pasti mereka nafsu denganmu.” Kata


Adriano.


“Bilang saja

__ADS_1


captain yang nafsu denganku wuek.” Gerutu Abella. Lalu mereka segera masuk restoran


cepat saji tersebut.


__ADS_2