
Keesokan paginya, mereka berdua
pergi ke namsan tower. Setibanya disana.
“Tinggi banget tempatnya, kita
naik apa kesana?” Tanya Adriano.
“Bisa naik tangga atau kereta
gantung mas, terserah kamu mas.” Kata Abella.
“Kita jalan kaki saja sekalian
olahraga.” Kata Adriano.
“Kamu yakin? Memangnya kamu kuat
kan kamu sudah berumur mas?” Tanya Abella.
“Enak saja tentu saja kuat. Ayo
kita segera kesana.” Kata Adriano.
“Tapi anak tangganya sangat
banyak loh mas, kamu yakin?” Tanya Abella.
“Jangan banyak bicara ayo cepat
jalan.” Kata Adriano.
Hampir 15 menit mereka menaiki
anak tangga, Abella terlihat sangat kelelahan sedangkan Adriano semakin semangat
untuk menaiki setiap anak tangga.
“Ayo cepat, sepertinya kita akan
segera sampai.” Kata Adriano.
“Huh huh huh hah hah aku sangat
lelah mas, kita berhenti dulu saja mas.” Kata Abella sambil mengatur nafasnya,
dia pun duduk di anak tangga.
“Padahal kamu masih muda tapi
baru segini saja sudah tidak kuat, dasar payah.” Kata Adriano.
“Berisik deh, sebentar mas aku
sangat lelah. Kita duduk sebentar mas.” Kata Abella.
“Naiklah ke punggungku.” Kata
Adriano sambil jongkok didepan istrinya.
“Apa? Nanti kamu capek mas, tidak
usah aku masih kuat kok.” Kata Abella.
__ADS_1
“Kalau terlalu sering istirahat
nanti kakimu malah semakin lelah, ayo cepat naik ke punggungku sekarang.” Kata
Adriano.
“Tidak, aku malu karena disini
banyak orang.” Kata Abella.
“Disini kan tidak ada yang
mengenali kita.” Kata Adriano.
“Tidak mau.” Kata Abella. Lalu
Adriano pun segera menggendong istrinya sambil memeluknya erat.
“Mas cepat turunkan aku, jangan
menggendongku seperti ini.” Kata Abella berusaha turun.
“Jadi kamu mau digendong didepan
atau dibelakang?” Bisik Adriano sambil menggelitik istrinya.
“Dibelakang saja.” Kata Abella
menunduk. Akhirnya Adriano menurunkan istrinya lalu menggendongnya dibelakang. Kali
ini Abella mulai menjahili suaminya, dia mencium suaminya dari belakang tepatnya
di leher suaminya, tentu saja suaminya sangat kaget dan keasyikan.
“Aaa astaga mantap sekali, kamu
“Cepat jalan.” Kata Abella.
“Cium aku lagi, pokoknya setiap
anak tangga kamu harus menciumku seperti tadi.” Kata Adriano.
“Apa? Jangan bercanda ya, bikin
malu saja.” Kata Abella.
“Untuk apa malu, kita kan
pasangan suami istri. Lagipula ini tempatnya anak muda berpacaran kan, ayo
cepat cium aku setiap anak tangga.” Kata Adriano.
“Kamu benar-benar nakal mas.”
Kata Abella, kemudian dia pun menuruti keinginan suaminya.
“Waw mantap sekali, jadi ingin
kembali ke penginapan lalu bermain denganmu haha.” Kata Adriano nakal.
“Dasar mesum.” Gerutu Abella.
“Tidak usah munafik, bukannya
__ADS_1
kamu sangat menikmati setiap permainanku dan kamu terlihat keenakan.” Gerutu Adriano.
“Shut tutup mulutmu, jangan bikin
aku malu.” Kata Abella.
“Lagian orang sini tidak ada yang
mengerti kita sedang membicarakan apa karena bahasa kita berbeda dengan mereka.”
Kata Adriano.
Setibanya di namsan tower,
Adriano pun menurunkan istrinya.
“Mas tempatnya sangat bagus, aku
sangat senang sekali dan tidak ingin kembali pulang.” Kata Abella.
“Ayo kita naik kesana.” Ajak Adriano.
Adriano mengajak istrinya hingga sampai bagian atas dari namsan tower. Kemudian
Adriano menarik tangan istrinya lalu mendekapnya.
“Wah aku benar-benar sangat
bahagia bisa bermesraan denganmu disini. Aku akan memelukmu karena udara sangat
dingin.” Kata Adriano.
“Aku juga bahagia sekali akhirnya
bisa pergi ke tempat yang aku inginkan mas.” Kata Abella.
“Mas bagaimana jika menulis nama
kita di gembok lalu menggantungnya disana? Tempat ini terkenal dengan gembok
cinta.” Kata Abella.
“Biar aku yang menuliskannya.” Kata
Adriano.
“Baiklah mas.” Kata Abella.
Adriano menuliskan nama dia dan
istrinya di gembok cinta lalu menggantungnya di tempat yang telah di sediakan.
“Apa yang kamu tulis mas?” Tanya
Abella.
“A A Forever.” Kata Adriano.
“Adriano dan Abella, wah indah
__ADS_1
sekali.” Kata Abella.