Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 95


__ADS_3

Keesokan paginya, mereka berdua


pergi ke namsan tower. Setibanya disana.


“Tinggi banget tempatnya, kita


naik apa kesana?” Tanya Adriano.


“Bisa naik tangga atau kereta


gantung mas, terserah kamu mas.” Kata Abella.


“Kita jalan kaki saja sekalian


olahraga.” Kata Adriano.


“Kamu yakin? Memangnya kamu kuat


kan kamu sudah berumur mas?” Tanya Abella.


“Enak saja tentu saja kuat. Ayo


kita segera kesana.” Kata Adriano.


“Tapi anak tangganya sangat


banyak loh mas, kamu yakin?” Tanya Abella.


“Jangan banyak bicara ayo cepat


jalan.” Kata Adriano.


Hampir 15 menit mereka menaiki


anak tangga, Abella terlihat sangat kelelahan sedangkan Adriano semakin semangat


untuk menaiki setiap anak tangga.


“Ayo cepat, sepertinya kita akan


segera sampai.” Kata Adriano.


“Huh huh huh hah hah aku sangat


lelah mas, kita berhenti dulu saja mas.” Kata Abella sambil mengatur nafasnya,


dia pun duduk di anak tangga.


“Padahal kamu masih muda tapi


baru segini saja sudah tidak kuat, dasar payah.” Kata Adriano.


“Berisik deh, sebentar mas aku


sangat lelah. Kita duduk sebentar mas.” Kata Abella.


“Naiklah ke punggungku.” Kata


Adriano sambil jongkok didepan istrinya.


“Apa? Nanti kamu capek mas, tidak


usah aku masih kuat kok.” Kata Abella.

__ADS_1


“Kalau terlalu sering istirahat


nanti kakimu malah semakin lelah, ayo cepat naik ke punggungku sekarang.” Kata


Adriano.


“Tidak, aku malu karena disini


banyak orang.” Kata Abella.


“Disini kan tidak ada yang


mengenali kita.” Kata Adriano.


“Tidak mau.” Kata Abella. Lalu


Adriano pun segera menggendong istrinya sambil memeluknya erat.


“Mas cepat turunkan aku, jangan


menggendongku seperti ini.” Kata Abella berusaha turun.


“Jadi kamu mau digendong didepan


atau dibelakang?” Bisik Adriano sambil menggelitik istrinya.


“Dibelakang saja.” Kata Abella


menunduk. Akhirnya Adriano menurunkan istrinya lalu menggendongnya dibelakang. Kali


ini Abella mulai menjahili suaminya, dia mencium suaminya dari belakang tepatnya


di leher suaminya, tentu saja suaminya sangat kaget dan keasyikan.


“Aaa astaga mantap sekali, kamu


“Cepat jalan.” Kata Abella.


“Cium aku lagi, pokoknya setiap


anak tangga kamu harus menciumku seperti tadi.” Kata Adriano.


“Apa? Jangan bercanda ya, bikin


malu saja.” Kata Abella.


“Untuk apa malu, kita kan


pasangan suami istri. Lagipula ini tempatnya anak muda berpacaran kan, ayo


cepat cium aku setiap anak tangga.” Kata Adriano.


“Kamu benar-benar nakal mas.”


Kata Abella, kemudian dia pun menuruti keinginan suaminya.


“Waw mantap sekali, jadi ingin


kembali ke penginapan lalu bermain denganmu haha.” Kata Adriano nakal.


“Dasar mesum.” Gerutu Abella.


“Tidak usah munafik, bukannya

__ADS_1


kamu sangat menikmati setiap permainanku dan kamu terlihat keenakan.” Gerutu Adriano.


“Shut tutup mulutmu, jangan bikin


aku malu.” Kata Abella.


“Lagian orang sini tidak ada yang


mengerti kita sedang membicarakan apa karena bahasa kita berbeda dengan mereka.”


Kata Adriano.


Setibanya di namsan tower,


Adriano pun menurunkan istrinya.



“Mas tempatnya sangat bagus, aku


sangat senang sekali dan tidak ingin kembali pulang.” Kata Abella.


“Ayo kita naik kesana.” Ajak Adriano.


Adriano mengajak istrinya hingga sampai bagian atas dari namsan tower. Kemudian


Adriano menarik tangan istrinya lalu mendekapnya.



“Wah aku benar-benar sangat


bahagia bisa bermesraan denganmu disini. Aku akan memelukmu karena udara sangat


dingin.” Kata Adriano.


“Aku juga bahagia sekali akhirnya


bisa pergi ke tempat yang aku inginkan mas.” Kata Abella.


“Mas bagaimana jika menulis nama


kita di gembok lalu menggantungnya disana? Tempat ini terkenal dengan gembok


cinta.” Kata Abella.


“Biar aku yang menuliskannya.” Kata


Adriano.


“Baiklah mas.” Kata Abella.


Adriano menuliskan nama dia dan


istrinya di gembok cinta lalu menggantungnya di tempat yang telah di sediakan.


“Apa yang kamu tulis mas?” Tanya


Abella.


“A A Forever.” Kata Adriano.


“Adriano dan Abella, wah indah

__ADS_1


sekali.” Kata Abella.



__ADS_2