
Melisa dan
Jesica memasak makanan untuk dimakan bersama sedangkan Abella sedang
membersihkan peralatan dapur.
“Enak banget ya
kalian yang masak dan mengotori dapurku lalu aku yang bagian membersihkannya.”
Gerutu Abella.
“Hahaha kita kan
berbagi tugas, oh ya mau minum apa enaknya?” Tanya Melisa.
“Ada minuman bersoda
dikulkas, ada buah strawberry juga barangkali mau dibikin jus.” Kata Abella.
“Biar aku yang
membuat jus.” Kata Jesica.
Semua makanan
telah siap, mereka pun menyantap makanan bersama.
“Wah enak
sekali, senang sekali rasanya akhirnya kita berkumpul bersama.” Kata Abella.
“Eh berlibur yuk
ke Bali atau ke Lombok, pasti seru. Sekalian ajak pacarmu.” Kata Melisa.
“Dia kan masih
proses penyembuhan dirumah.” Kata Abella.
“Oh iya
hubunganmu dengan Dava baik-baik saja kan? Aku dengar katanya ibunya Dava tidak
menyetujui hubungan kalian.” Kata Melisa.
“Memangnya
kenapa? Kamu jangan bicara sembarangan.” Kata Jesica.
“Iya memang
benar, mungkin karena aku adalah anak broken home jadi ibunya ragu denganku.”
Kata Abella.
“Sabar sayangku,
kalau memang kalian saling mencintai dan kalian benar-benar berjodoh pasti
tetap bersama kok. Lagipula kita juga masih sekolah jadi lebih baik kita
nikmati masa-masa remaja kita.” Kata Melisa sambil menghibur Abella.
“Benar aku
setuju itu, jangan pikirkan apa kata ibunya Dava.” Kata Jesica.
“Sebenarnya aku
__ADS_1
sudah lama tidak menjenguk Dava, karena kata Dava ibunya melarangku untuk
menjenguk ke rumahnya.” Kata Abella.
“Kamu yakin
karena status keluargamu yang jadi masalahnya?” Tanya Melisa.
“Sepertinya
begitu, karena keluarga Dava utuh dan mereka sangat religious sekali sedangkan
aku yang seperti ini, suka merias diri, sering pakai baju pendek. Aku dulu
pernah saat pergi ke acara pernikahan saudara Dava memakai gaun yang sedikit
terbuka, lalu ibunya menegurku.” Kata Abella.
“Coba ceritakan
yang lebih detail dong.” Kata Melisa.
“Baiklah.” Kata
Abella.
Flashback Saat Dava dan Abella Pergi ke Pesta Pernikahan Saudara Dava
“Siapa dia?”
Bisik ibu Dava.
“Dia pacar
“Cantik tapi
kalau terbuka ya percuma. Memangnya kamu suka jika pacarmu dilihat banyak
laki-laki lain dengan memakai baju terbuka seperti itu? Mami tidak suka
dengannya.” Kata ibu Dava.
“Tapi aku dan
dia saling menyukai ma.” Kata Dava membela kekasihnya.
“Bagaimana
dengan keluarganya?” Tanya ibu Dava.
“Kedua orang
tuanya berpisah jadi dia tinggal bersama kakek dan neneknya.” Kata Dava.
“Pantas saja
penampilannya seperti itu karena dia berasal dari keluarga yang broken home,
mama tidak suka dengannya.” Kata ibu Dava.
“Tapi mama
jangan seperti ini dong, dia saja bersedia menemaniku. Sambut dia dengan baik
dong ma.” Kata Dava.
Kemudian Dava
__ADS_1
memperkenalkan Abella dengan ibunya.
“Perkenalkan
nama saya Abella.” Kata Abella.
“Iya, kamu
sekelas dengan anak saya?” Tanya ibu Dava.
“Iya tante.”
Jawab Abella.
“Pakaianmu hari
ini sepertinya sangat berlebihan padahal hanya ke pesta pernikahan.” Kata ibu
Dava.
“Ah maaf
sebelumnya tante.” Kata Abella.
“Kamu tinggal
dimana? tinggal dengan orang tua kan pastinya? Berapa bersaudara kamu?” Tanya
ibu Dava.
“Kenapa mama
jadi mengintrogasi dia sih.” Bisik Dava.
“Loh memangnya
salah jika mama ingin tau, cepat jawab pertanyaan saya tadi.” Kata ibu Dava.
“Saya tinggal
bersama kakek dan nenek karena kedua orang tua saya berpisah. Saya anak
tunggal.” Kata Abella.
“Oh jadi kamu
anak broken home, kenapa orang tuamu berpisah?” Tanya ibu Dava.
“Ma cukup, ayo
kita makan dulu.” Ajak Dava.
“Sayang sekali
ya kedua orang tuamu berpisah, pasti kamu tidak mendapatkan kasih sayang dan
perhatian yang lebih dari kedua orang tuamu.” Kata ibu Dava.
“Maaf
sebelumnya, saya bersyukur saat ini tinggal bersama kakek dan nenek saya,
mereka sangat menyayangiku melebihi kedua orang tuaku. Tidak ada seorang anak
yang ingin dilahirkan dari orang tua yang berpisah tapi aku bahagia tinggal
bersama kakek dan nenek.” Jawab Abella, lalu dia pergi meninggalkan pesta
tersebut.
__ADS_1