
Keesokan paginya, Adriano pergi
ke kampus Edeva untuk mendaftarkan istrinya kuliah.
“Mas, kenapa aku deg-degan sekali
ya?” Tanya Abella.
“Mungkin karena kamu sebentar
lagi akan kuliah.” Kata Adriano.
“Emang kuliah itu seperti apa sih
mas?” Tanya Abella.
“Anggap saja seperti sedang
belajar saat SMA tapi tentu saja berbeda, kamu akan merasakannya sendiri.” Kata
Adriano.
“Mas belikan aku mobil dong, aku
juga ingin pergi kuliah mengendarai mobil.” Kata Abella.
“Pakai saja mobil ini.” Kata
Adriano.
“Aku tidak mau bergantian
denganmu, kalau kamu sedang memakainya untuk bekerja lalu aku ke kampus naik
apa?” Tanya Abella.
“Kamu kan bisa naik transportasi
umum atau naik ojek online juga bisa kan.” Kata Adriano.
“Uang kamu kan banyak mas,
sebenarnya aku ingin meminta belikan mobil sama kakek tapi aku tidak enak
denganmu.” Kata Abella.
“Jangan meminta pada kakek itu
akan menyinggungku sebagai suamimu.” Kata Adriano.
“Makanya belikan aku mobil,
lagipula tabunganmu pasti cukup kan buat beli mobil untukku?” Tanya Abella.
“Kamu harus bisa mengatur
keuangan, ingat kita ini sudah berumah tangga. Jadi kamu juga harus memikirkan
kebutuhan rumah tangga, apalagi kamu juga sedang berkuliah. Belum lagi kalau
nanti kita memiliki seorang anak pasti akan membutuhkan banyak biaya, makanya
__ADS_1
aku sampai sekarang tidak memberikan kartu atm maupun kartu kreditku kepadamu
karena aku khawatir kamu tidak bisa mengatur keuangan.” Kata Adriano.
“Tapi mobil juga kebutuhan mas,
kalau aku naik transportasi umum apalagi ojek online juga akan boros mas,
misalnya sekali berangkat saja harus mengeluarkan biaya 50 ribu terus nanti
pulangnya juga 50 ribu, berarti satu hari aku harus mengeluarkan uang 100 ribu
hanya untuk transportasiku saja mas, belum lagi biaya print, foto copy dan
keperluanku selama kuliah pasti banyak mas, makanya belikan aku mobil saja.”
Kata Abella.
“Hmmmm baiklah, memang sulit
melawan anak baru lulus SMA sepertimu.” Kata Adriano.
“Yes, akhirnya mobil baru,
mahasiswa baru. Ah senangnya.” Kata Abella.
“Tapi biar aku yang memilihkan
mobilnya.” Kata Adriano.
“Memangnya aku tidak boleh
“Tapi aku yang membelikannya.”
Kata Adriano.
“Baiklah, mobilnya yang bagus
loh.” Kata Abella.
“Terserah aku.” Kata Adriano.
“Memangnya kamu tidak malu jika
istrimu menggunakan mobil jelek?” Tanya Abella.
“Yang penting mobil kan?” Tanya
Adriano.
“Kamu peritungan deh sama istri
sendiri.” Gerutu Abella.
Kita sudah sampai, ayo cepat
turun.
“Loh memangnya ini kampus? Ini
rumah siapa memangnya mas?” Tanya Abella.
__ADS_1
“Ini rumah temanku si Arka.” Kata
Adriano.
“Oh yang dosen itu ya?” Tanya
Abella.
“Iya, ayo masuk. Ingat, jaga
sikapmu.” Kata Adriano.
“Iya iya.” Gerutu Abella.
Mereka pun masuk kedalam rumah
Arka.
“Hai Adriano, wah apa kabar.”
Kata Arka.
“Aku baik, kenalkan ini istriku.”
Kata Adriano memperkenalkan istrinya kepada Arka.
“Selamat pagi pak, nama saya
Abella.” Kata Abella.
“Saya Arka, teman dekat Adriano.”
Kata Arka.
“Silahkan duduk, wah istrimu
masih muda sekali ya dan sangat cantik haha.” Kata Arka.
“Tentu saja, jadi istriku ingin
mendaftar kuliah di kampus tempatmu mengajar.” Kata Adriano.
“Sudah daftar belum?
Pendaftarannya online dan sudah mulai dibuka kok pendaftarannya.” Kata Arka.
“Sudah, aku sendiri yang
mendaftarkannya. Ya sekalian aku titip istriku, ajari dia dengan baik dan tentu
saja perlakukan dia dengan baik. Kita ini kan sahabat.” Kata Adriano.
“Haha tentu saja, perkuliahannya
mulai bulan depan. Kenapa baru daftar saat gelombang terakhir?” Tanya Arka.
“Karena istriku masih bingung
memilih jurusan apa, makanya aku teringat kamu dan aku menyuruhnya kuliah di
kampusmu saja.” Kata Adriano.
__ADS_1