Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 90


__ADS_3

Keesokan paginya, Adriano pergi


ke kampus Edeva untuk mendaftarkan istrinya kuliah.


“Mas, kenapa aku deg-degan sekali


ya?” Tanya Abella.


“Mungkin karena kamu sebentar


lagi akan kuliah.” Kata Adriano.


“Emang kuliah itu seperti apa sih


mas?” Tanya Abella.


“Anggap saja seperti sedang


belajar saat SMA tapi tentu saja berbeda, kamu akan merasakannya sendiri.” Kata


Adriano.


“Mas belikan aku mobil dong, aku


juga ingin pergi kuliah mengendarai mobil.” Kata Abella.


“Pakai saja mobil ini.” Kata


Adriano.


“Aku tidak mau bergantian


denganmu, kalau kamu sedang memakainya untuk bekerja lalu aku ke kampus naik


apa?” Tanya Abella.


“Kamu kan bisa naik transportasi


umum atau naik ojek online juga bisa kan.” Kata Adriano.


“Uang kamu kan banyak mas,


sebenarnya aku ingin meminta belikan mobil sama kakek tapi aku tidak enak


denganmu.” Kata Abella.


“Jangan meminta pada kakek itu


akan menyinggungku sebagai suamimu.” Kata Adriano.


“Makanya belikan aku mobil,


lagipula tabunganmu pasti cukup kan buat beli mobil untukku?” Tanya Abella.


“Kamu harus bisa mengatur


keuangan, ingat kita ini sudah berumah tangga. Jadi kamu juga harus memikirkan


kebutuhan rumah tangga, apalagi kamu juga sedang berkuliah. Belum lagi kalau


nanti kita memiliki seorang anak pasti akan membutuhkan banyak biaya, makanya

__ADS_1


aku sampai sekarang tidak memberikan kartu atm maupun kartu kreditku kepadamu


karena aku khawatir kamu tidak bisa mengatur keuangan.” Kata Adriano.


“Tapi mobil juga kebutuhan mas,


kalau aku naik transportasi umum apalagi ojek online juga akan boros mas,


misalnya sekali berangkat saja harus mengeluarkan biaya 50 ribu terus nanti


pulangnya juga 50 ribu, berarti satu hari aku harus mengeluarkan uang 100 ribu


hanya untuk transportasiku saja mas, belum lagi biaya print, foto copy dan


keperluanku selama kuliah pasti banyak mas, makanya belikan aku mobil saja.”


Kata Abella.


“Hmmmm baiklah, memang sulit


melawan anak baru lulus SMA sepertimu.” Kata Adriano.


“Yes, akhirnya mobil baru,


mahasiswa baru. Ah senangnya.” Kata Abella.


“Tapi biar aku yang memilihkan


mobilnya.” Kata Adriano.


“Memangnya aku tidak boleh


“Tapi aku yang membelikannya.”


Kata Adriano.


“Baiklah, mobilnya yang bagus


loh.” Kata Abella.


“Terserah aku.” Kata Adriano.


“Memangnya kamu tidak malu jika


istrimu menggunakan mobil jelek?” Tanya Abella.


“Yang penting mobil kan?” Tanya


Adriano.


“Kamu peritungan deh sama istri


sendiri.” Gerutu Abella.


Kita sudah sampai, ayo cepat


turun.


“Loh memangnya ini kampus? Ini


rumah siapa memangnya mas?” Tanya Abella.

__ADS_1


“Ini rumah temanku si Arka.” Kata


Adriano.


“Oh yang dosen itu ya?” Tanya


Abella.


“Iya, ayo masuk. Ingat, jaga


sikapmu.” Kata Adriano.


“Iya iya.” Gerutu Abella.


Mereka pun masuk kedalam rumah


Arka.


“Hai Adriano, wah apa kabar.”


Kata Arka.


“Aku baik, kenalkan ini istriku.”


Kata Adriano memperkenalkan istrinya kepada Arka.


“Selamat pagi pak, nama saya


Abella.” Kata Abella.


“Saya Arka, teman dekat Adriano.”


Kata Arka.


“Silahkan duduk, wah istrimu


masih muda sekali ya dan sangat cantik haha.” Kata Arka.


“Tentu saja, jadi istriku ingin


mendaftar kuliah di kampus tempatmu mengajar.” Kata Adriano.


“Sudah daftar belum?


Pendaftarannya online dan sudah mulai dibuka kok pendaftarannya.” Kata Arka.


“Sudah, aku sendiri yang


mendaftarkannya. Ya sekalian aku titip istriku, ajari dia dengan baik dan tentu


saja perlakukan dia dengan baik. Kita ini kan sahabat.” Kata Adriano.


“Haha tentu saja, perkuliahannya


mulai bulan depan. Kenapa baru daftar saat gelombang terakhir?” Tanya Arka.


“Karena istriku masih bingung


memilih jurusan apa, makanya aku teringat kamu dan aku menyuruhnya kuliah di


kampusmu saja.” Kata Adriano.

__ADS_1


__ADS_2