
Adriano segera memesan
makanan untuknya dan istrinya.
“Cepat makan
makanannya.” Kata Adriano.
“Wah mantap,
selamat makan.” Kata Abella.
“Kamu pindah
dikursiku saja, aku akan duduk dikursimu.” Kata Adriano.
“Kenapa lagi sih
memangnya?” Gerutu Abella.
“Lelaki dipojok
melirikmu terus dari tadi, sepertinya dia ingin melihat apa yang didalam tank
topmu. Cepat pindah jika tidak ingin mereka melihatmu dengan tatapan dan
pikiran kotor.” Kata Adriano. Lalu mereka bertukar tempat.
“Setelah ini
kita langsung pulang?” Tanya Abella.
“Memangnya kamu
mau pergi kemana?” Tanya Adriano.
“Aku ingin
mampir ke toko kue, aku ingin memakan red velvet cake.” Kata Abella.
“Iya nanti
mampir sebentar, tapi kamu yang mengemudi.” Kata Adriano.
“Hmmm dasar
pendendam.” Gerutu Abella.
Tiba-tiba teman
Abella menelfonnya.
“Hallo, ada
apa?” Tanya Abella.
“Kamu dimana?
Keluar yuk.” Kata Melisa.
“Aku tidak bisa,
ajak Jesica aja.” Kata Abella.
“Jesica sedang
pergi bersama kedua orang tuanya, makanya aku mengajakmu.” Kata Melisa.
“Tapi aku tidak
bisa, aku sedang bersama nenekku. Maaf ya, lain kali saja.” Kata Abella.
“Hmmm baiklah,
gimana keadaan Dava? Apa dia sudah sembuh?” Tanya Melisa.
“Dia masih
dirawat dirumah sakit, kamu kapan menjenguknya?” Tanya Abella.
“Belum tau,
__ADS_1
kalau kamu sedang bersamanya kabari aku ya, aku akan langsung datang
menjenguknya.” Kata Melisa.
“Baiklah.” Kata
Abella.
“Kamu sedang
makan ya? Makan bersama nenekmu?” Tanya Melisa.
“Iya aku sedang
makan bersama nenekku, maklum lah aku kan cucu satu-satunya jadi dia selalu
bersamaku.” Kata Abella.
“Yauda kalau
gitu lanjutin dulu, aku tutup dulu ya bye.” Kata Melisa.
“Ayo kita pergi
sekarang.” Kata Adriano.
“Kok sekarang
makananku belum habis, tunggu sebentar aku mau menghabiskan makananku dulu.”
Kata Abella.
“Salah sendiri
makan lama banget, makanya jangan banyak bicara kalau sedang makan.” Gerutu
Adriano.
“Dasar
menyebalkan, tunggu sebentar dong.” Kata Abella.
dimobil, 5 menit belum sampai aku akan meninggalkanmu disini.” Kata Adriano.
“Apa? Ihhhh
dasar menyebalkan, bilang saja kesal padaku. Punya suami gini banget sih
astaga.” Gerutu Abella.
Lalu dia segera
menuju ke mobil.
**
Mereka tiba di
toko kue.
“Kamu turun atau
didalam mobil?” Tanya Abella.
“Kamu mau makan
disini atau dibawa pulang?” Tanya Adriano.
“Aku sih ingin
makan disini.” Kata Abella.
“Yauda kita
makan disini saja, aku merasa seperti sedang mengurus seorang bayi saja.”
Gerutu Adriano, namun Abella pura-pura tidak mendengarnya.
Abella lalu
memesan red velvet cake kesukaannya.
__ADS_1
“Aku tidak tau
kue kesukaanmu, jadi aku memesankanmu yang sama denganku.” Kata Abella.
“Pesankan aku
kopi.” Kata Adriano.
“Kopi apa?”
Tanya Abella.
“Caffe Latte
Ice.” Kata Adriano.
“Ok, tunggu
sebentar.” Kata Abella, lalu dia segera memesankannya.
Beberapa menit
kemudian pesanan Adriano tiba.
“Permisi ini
pesanan anda, selamat menikmati.” Kata pelayan.
“Terima kasih
banyak.” Kata Adriano.
“Ternyata
makanmu banyak juga padahal tadi sudah makan nasi sekarang pesan kue dua porsi
lagi.” Kata Adriano.
“Berisik banget
deh, coba lihat kursi yang dipojok itu, bukankah dia temanmu?” Tanya Abella.
“Oh dia copilot
yang sering terbang bersamaku.” Kata Adriano.
“Dia pasti jauh
lebih muda darimu, gayanya sangat keren dibandingkan denganmu.” Kata Abella.
“Oh jadi kamu
naksir dengannya? Lagipula dia sudah menikah.” Kata Adriano.
“Yah sayang
sekali dia sudah menikah.” Kata Abella.
“Memangnya kalau
dia belum menikah kamu mau menggodanya? Dasar wanita murahan, penggoda lelaki.
Dia tidak akan mau sama wanita sepertimu yang sukanya bermalas-malasan dan
tidak mau melayani suaminya apalagi kelakuan kekanak-kanakan sepertimu.” Kata
Adriano.
“Teruskan saja
memarahiku sampai kamu puas, dasar menyebalkan.” Kata Abella sambil terus
meminum minumannya.
“Aku sudah
selesai, ayo pulang.” Kata Abella.
“Tunggu
sebentar, minumanku belum habis.” Kata Adriano.
__ADS_1