Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 20


__ADS_3

Adriano segera memesan


makanan untuknya dan istrinya.


“Cepat makan


makanannya.” Kata Adriano.


“Wah mantap,


selamat makan.” Kata Abella.


“Kamu pindah


dikursiku saja, aku akan duduk dikursimu.” Kata Adriano.


“Kenapa lagi sih


memangnya?” Gerutu Abella.


“Lelaki dipojok


melirikmu terus dari tadi, sepertinya dia ingin melihat apa yang didalam tank


topmu. Cepat pindah jika tidak ingin mereka melihatmu dengan tatapan dan


pikiran kotor.” Kata Adriano. Lalu mereka bertukar tempat.


“Setelah ini


kita langsung pulang?” Tanya Abella.


“Memangnya kamu


mau pergi kemana?” Tanya Adriano.


“Aku ingin


mampir ke toko kue, aku ingin memakan red velvet cake.” Kata Abella.


“Iya nanti


mampir sebentar, tapi kamu yang mengemudi.” Kata Adriano.


“Hmmm dasar


pendendam.” Gerutu Abella.


Tiba-tiba teman


Abella menelfonnya.


“Hallo, ada


apa?” Tanya Abella.


“Kamu dimana?


Keluar yuk.” Kata Melisa.


“Aku tidak bisa,


ajak Jesica aja.” Kata Abella.


“Jesica sedang


pergi bersama kedua orang tuanya, makanya aku mengajakmu.” Kata Melisa.


“Tapi aku tidak


bisa, aku sedang bersama nenekku. Maaf ya, lain kali saja.” Kata Abella.


“Hmmm baiklah,


gimana keadaan Dava? Apa dia sudah sembuh?” Tanya Melisa.


“Dia masih


dirawat dirumah sakit, kamu kapan menjenguknya?” Tanya Abella.


“Belum tau,

__ADS_1


kalau kamu sedang bersamanya kabari aku ya, aku akan langsung datang


menjenguknya.” Kata Melisa.


“Baiklah.” Kata


Abella.


“Kamu sedang


makan ya? Makan bersama nenekmu?” Tanya Melisa.


“Iya aku sedang


makan bersama nenekku, maklum lah aku kan cucu satu-satunya jadi dia selalu


bersamaku.” Kata Abella.


“Yauda kalau


gitu lanjutin dulu, aku tutup dulu ya bye.” Kata Melisa.


“Ayo kita pergi


sekarang.” Kata Adriano.


“Kok sekarang


makananku belum habis, tunggu sebentar aku mau menghabiskan makananku dulu.”


Kata Abella.


“Salah sendiri


makan lama banget, makanya jangan banyak bicara kalau sedang makan.” Gerutu


Adriano.


“Dasar


menyebalkan, tunggu sebentar dong.” Kata Abella.


dimobil, 5 menit belum sampai aku akan meninggalkanmu disini.” Kata Adriano.


“Apa? Ihhhh


dasar menyebalkan, bilang saja kesal padaku. Punya suami gini banget sih


astaga.” Gerutu Abella.


Lalu dia segera


menuju ke mobil.


**


Mereka tiba di


toko kue.


“Kamu turun atau


didalam mobil?” Tanya Abella.


“Kamu mau makan


disini atau dibawa pulang?” Tanya Adriano.


“Aku sih ingin


makan disini.” Kata Abella.


“Yauda kita


makan disini saja, aku merasa seperti sedang mengurus seorang bayi saja.”


Gerutu Adriano, namun Abella pura-pura tidak mendengarnya.


Abella lalu


memesan red velvet cake kesukaannya.

__ADS_1


“Aku tidak tau


kue kesukaanmu, jadi aku memesankanmu yang sama denganku.” Kata Abella.


“Pesankan aku


kopi.” Kata Adriano.


“Kopi apa?”


Tanya Abella.


“Caffe Latte


Ice.” Kata Adriano.


“Ok, tunggu


sebentar.” Kata Abella, lalu dia segera memesankannya.


Beberapa menit


kemudian pesanan Adriano tiba.


“Permisi ini


pesanan anda, selamat menikmati.” Kata pelayan.


“Terima kasih


banyak.” Kata Adriano.


“Ternyata


makanmu banyak juga padahal tadi sudah makan nasi sekarang pesan kue dua porsi


lagi.” Kata Adriano.


“Berisik banget


deh, coba lihat kursi yang dipojok itu, bukankah dia temanmu?” Tanya Abella.


“Oh dia copilot


yang sering terbang bersamaku.” Kata Adriano.


“Dia pasti jauh


lebih muda darimu, gayanya sangat keren dibandingkan denganmu.” Kata Abella.


“Oh jadi kamu


naksir dengannya? Lagipula dia sudah menikah.” Kata Adriano.


“Yah sayang


sekali dia sudah menikah.” Kata Abella.


“Memangnya kalau


dia belum menikah kamu mau menggodanya? Dasar wanita murahan, penggoda lelaki.


Dia tidak akan mau sama wanita sepertimu yang sukanya bermalas-malasan dan


tidak mau melayani suaminya apalagi kelakuan kekanak-kanakan sepertimu.” Kata


Adriano.


“Teruskan saja


memarahiku sampai kamu puas, dasar menyebalkan.” Kata Abella sambil terus


meminum minumannya.


“Aku sudah


selesai, ayo pulang.” Kata Abella.


“Tunggu


sebentar, minumanku belum habis.” Kata Adriano.

__ADS_1


__ADS_2