
“Mas beli makan
diluar yuk.” Kata Abella.
“Pesan saja, biar
aku pesankan makanan. Tunggu sebentar.” Kata Adriano.
Tidak lama
kemudian pesanan makanan mereka pun datang.
“Ayo makan,
katanya sudah lapar.” Kata Adriano.
“Kamu pesan
makanan apa mas?” Tanya Abella.
“Aku pesan ayam
goreng, sepertinya sangat enak. Duh sambelnya luar biasa mantap.” Kata Adriano.
“Malam-malam
makan berminyak, pasti bikin gendut dan wajahku akan membengkak jika makan jam
segini tapi aku lapar.” Kata Abella.
“Sudah
lupakanlah diet, untuk apa diet toh kamu juga sudah laku haha.” Ejek Adriano.
“Mulai kan
menyebalkan lagi, aku akan makan sedikit saja kalau begitu.” Kata Abella.
Adriano menyuapi
istrinya.
“Aku bisa makan
sendiri kali.” Kata Abella.
“Dava pernah
menyuapimu tidak?” Tanya Adriano.
“Pernah bahkan
sering, kenapa tiba-tiba menanyakan Dava?” Tanya Abella.
“Apakah kamu
masih memiliki perasaan padanya? Apa jangan-jangan saat kita bercinta tadi kamu
justru sedang memikirkan Dava?” Tanya Adriano.
“Aku sudah
merelakannya karena sejak awal orang tuanya tidak menyukaiku sama sekali. Tapi
tetap saja kadang aku teringat dengan kenangan indahku bersama Dava. Aku dan
dia dulu saling menyukai dan mencintai, bahkan teman-temanku menganggap bahwa
__ADS_1
aku dan dia adalah pasangan paling romantis ya bisa dibilang the best couple
lah, makanya saat mereka tau bahwa aku menikah denganmu, mereka menyebutku
pelakor lah, tukang selingkuh lah, wanita jalang lah. Aku sangat kesal karena
mereka semua tidak menyalahkan Dava, padahal dia juga bersalah karena diam-diam
bertunangan dengan wanita lain tapi kenapa selalu pihak cewek yang disalahkan.”
Kata Abella mulai menangis.
“Kamu tuh ya
lagi sedih tapi masih bisa makan ya, heran deh.” Kata Adriano.
“Perutku lebih
utama daripada si brengsek Dava. Menangis juga butuh energi, energi kita
dapatkan dari makanan. Kamu gimana sih.” Gerutu Abella.
“Iya aku
mengerti kok, jangan pikirkan dia lagi. Sekarang kamu milikku, kamu adalah
wanitaku, mengerti itu.” Kata Adriano.
“Tapi aku tidak
menyukaimu.” Gerutu Abella.
“Lalu kenapa
tadi merem melek sambil menggelinjang seperti tadi? Kamu bahkan semangat sekali
Adriano.
“Kamu yang
menyuruhku melakukannya.” Kata Abella tidak mau kalah.
“Tapi kamu
sangat menikmatinya kan?” Goda Adriano.
“Apa yang
terjadi pada kita itu memang harus dinikmati mas.” Kata Abella.
“Ampun deh, aku
kalah melawan anak kecil sepertimu.” Kata Adriano sambil mencium pipi Abella.
“Aduh, pipiku
kena sambal mas.” Rengek Abella. Adriano pun membersihkan pipi Abella dengan
menciumnya berkali-kali, Abella pun tertawa karena geli.
“Jangan jauh
dariku, mendekatlah padaku.” Kata Adriano.
“Pasti kamu
sedang bucin padaku ya?” Tanya Abella.
__ADS_1
“Apa itu bucin?”
Tanya balik Adriano.
“Astaga kok kamu
tidak tau istilah itu sih, bucin itu kepanjangan dari budak cinta alias mau
melakukan apapun demi kekasihnya.” Kata Abella.
“Hahaha sejak
kapan ada istilah seperti itu.” Kata Adriano sambil tertawa.
**
Keesokan paginya,
Abella bangun terlebih dahulu.
“Mas, bangun
sudah siang nih.” Kata Abella.
“Aku masih ingin
tidur di pelukanmu sayang.” Kata Adriano sambil memeluk erat istrinya.
“Aduh kamu tuh
berat mas, jangan menindihku seperti ini dong. Minggir, aku mau mandi dulu.”
Kata Abella.
“Nanti saja
mandinya, aku ingin bermain-main seperti semalam.” Kata Adriano.
“Apa? Memangnya
masih kurang mas?” Tanya Abella.
“Tentu saja
masih kurang, cepat kemarilah dan mainkan milikku.” Kata Adriano yang membuat
Abella geleng-geleng kepala.
“Aku hanya akan
memelukmu saja.” Kata Abella lalu memeluk suaminya.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Jangan lupa mampir juga di novelku yang lain :
1. Akibat Dijodohkan Papaku (ending)
2. Menua Bersamamu (ongoing season 2)
3. Lavera Club : War of Life (ongoing)
__ADS_1
Salam sehat semuanya, terima kasih.