Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 75


__ADS_3

“Mas beli makan


diluar yuk.” Kata Abella.


“Pesan saja, biar


aku pesankan makanan. Tunggu sebentar.” Kata Adriano.


Tidak lama


kemudian pesanan makanan mereka pun datang.


“Ayo makan,


katanya sudah lapar.” Kata Adriano.


“Kamu pesan


makanan apa mas?” Tanya Abella.


“Aku pesan ayam


goreng, sepertinya sangat enak. Duh sambelnya luar biasa mantap.” Kata Adriano.


“Malam-malam


makan berminyak, pasti bikin gendut dan wajahku akan membengkak jika makan jam


segini tapi aku lapar.” Kata Abella.


“Sudah


lupakanlah diet, untuk apa diet toh kamu juga sudah laku haha.” Ejek Adriano.


“Mulai kan


menyebalkan lagi, aku akan makan sedikit saja kalau begitu.” Kata Abella.


Adriano menyuapi


istrinya.


“Aku bisa makan


sendiri kali.” Kata Abella.


“Dava pernah


menyuapimu tidak?” Tanya Adriano.


“Pernah bahkan


sering, kenapa tiba-tiba menanyakan Dava?” Tanya Abella.


“Apakah kamu


masih memiliki perasaan padanya? Apa jangan-jangan saat kita bercinta tadi kamu


justru sedang memikirkan Dava?” Tanya Adriano.


“Aku sudah


merelakannya karena sejak awal orang tuanya tidak menyukaiku sama sekali. Tapi


tetap saja kadang aku teringat dengan kenangan indahku bersama Dava. Aku dan


dia dulu saling menyukai dan mencintai, bahkan teman-temanku menganggap bahwa

__ADS_1


aku dan dia adalah pasangan paling romantis ya bisa dibilang the best couple


lah, makanya saat mereka tau bahwa aku menikah denganmu, mereka menyebutku


pelakor lah, tukang selingkuh lah, wanita jalang lah. Aku sangat kesal karena


mereka semua tidak menyalahkan Dava, padahal dia juga bersalah karena diam-diam


bertunangan dengan wanita lain tapi kenapa selalu pihak cewek yang disalahkan.”


Kata Abella mulai menangis.


“Kamu tuh ya


lagi sedih tapi masih bisa makan ya, heran deh.” Kata Adriano.


“Perutku lebih


utama daripada si brengsek Dava. Menangis juga butuh energi, energi kita


dapatkan dari makanan. Kamu gimana sih.” Gerutu Abella.


“Iya aku


mengerti kok, jangan pikirkan dia lagi. Sekarang kamu milikku, kamu adalah


wanitaku, mengerti itu.” Kata Adriano.


“Tapi aku tidak


menyukaimu.” Gerutu Abella.


“Lalu kenapa


tadi merem melek sambil menggelinjang seperti tadi? Kamu bahkan semangat sekali


Adriano.


“Kamu yang


menyuruhku melakukannya.” Kata Abella tidak mau kalah.


“Tapi kamu


sangat menikmatinya kan?” Goda Adriano.


“Apa yang


terjadi pada kita itu memang harus dinikmati mas.” Kata Abella.


“Ampun deh, aku


kalah melawan anak kecil sepertimu.” Kata Adriano sambil mencium pipi Abella.


“Aduh, pipiku


kena sambal mas.” Rengek Abella. Adriano pun membersihkan pipi Abella dengan


menciumnya berkali-kali, Abella pun tertawa karena geli.


“Jangan jauh


dariku, mendekatlah padaku.” Kata Adriano.


“Pasti kamu


sedang bucin padaku ya?” Tanya Abella.

__ADS_1


“Apa itu bucin?”


Tanya balik Adriano.


“Astaga kok kamu


tidak tau istilah itu sih, bucin itu kepanjangan dari budak cinta alias mau


melakukan apapun demi kekasihnya.” Kata Abella.


“Hahaha sejak


kapan ada istilah seperti itu.” Kata Adriano sambil tertawa.


**


Keesokan paginya,


Abella bangun terlebih dahulu.


“Mas, bangun


sudah siang nih.” Kata Abella.


“Aku masih ingin


tidur di pelukanmu sayang.” Kata Adriano sambil memeluk erat istrinya.


“Aduh kamu tuh


berat mas, jangan menindihku seperti ini dong. Minggir, aku mau mandi dulu.”


Kata Abella.


“Nanti saja


mandinya, aku ingin bermain-main seperti semalam.” Kata Adriano.


“Apa? Memangnya


masih kurang mas?” Tanya Abella.


“Tentu saja


masih kurang, cepat kemarilah dan mainkan milikku.” Kata Adriano yang membuat


Abella geleng-geleng kepala.


“Aku hanya akan


memelukmu saja.” Kata Abella lalu memeluk suaminya.


 


 


Info :


Jangan lupa like nya ya teman-teman.


Jangan lupa mampir juga di novelku yang lain :


1. Akibat Dijodohkan Papaku (ending)


2. Menua Bersamamu (ongoing season 2)


3. Lavera Club : War of Life (ongoing)

__ADS_1


Salam sehat semuanya, terima kasih.


__ADS_2