Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 119


__ADS_3

Adriano kemudian kembali ke


rumah.


“Sayang, sudah pulang? Nanti


malam jadi tidak?” Tanya Abella, kemudian Adriano tiba-tiba langsung memeluk


istrinya dengan erat.


“Astaga, ada apa mas? Kenapa


tiba-tiba memelukku? Kamu terlihat sedih dan kesal, kamu sedang ada masalah


ya?” Tanya Abella.


“Aku hanya ingin memelukmu dengan


sangat erat, aku merindukanmu sayang.” Kata Adriano.


“Kita kan setiap hari bertemu


mas.” Kata Abella.


“Ada yang ingin aku sampaikan


padamu sayang.” Kata Adriano.


“Ada apa mas?” Tanya Abella.


“Perhatikan aku dengan baik. Kita


kan sudah lama berumah tangga, jadi kita harus mengetahui diri kita


masing-masing. Jika ada seseorang yang mirip denganku, apakah kamu bisa


mengenali bahwa itu aku atau orang lain?” Tanya Adriano.


“Tentu saja, memangnya kenapa


mas?” Tanya Abella.


“Tidak apa-apa sayang, jika kamu


bertemu denganku secara tiba-tiba maka tatap mataku dengan baik lalu perhatikan


juga ya. Kalau aku pasti akan berlari padamu lalu memelukmu sambil bilang aku


mencintaimu istriku. Tapi jika dia tidak melakukan hal itu maka dia bukanlah


aku. Satu hal lagi jika kamu ragu tanyakan padanya juga. Tanyakan kamu makan


apa tadi saat di kantor? Jika itu aku maka aku akan menjawab makan steak, jika

__ADS_1


dia tidak menjawab steak atau dia justru memakan selain steak maka dia  bukanlah aku. Kamu mengerti kan maksudku?”


Tanya Adriano.


“Iya aku mengerti, memangnya ada


apa sih mas?” Tanya Abella.


“Aku tadi bertemu dengan


seseorang yang sangat mirip denganku, lalu aku takut jika dia menemuimu lalu


kamu menganggap bahwa dia adalah aku.” Kata Adriano.


“Astaga, kamu ada-ada saja deh


mas.” Kata Abella.


“Aku serius sayang, kamu harus


lakukan apa yang aku katakan tadi jika kamu ragu denganku.” Kata Adriano.


“Iya iya, kamu aneh banget sampai


berfikir sampai sejauh itu. Kita jadi makan malam tidak?” Tanya Abella.


“Tentu saja jadi, aku sudah


memesan tempatnya. Bersiap-siaplah sekarang, setelah itu kita langsung


“Dia sedang bersama nenek mas,


nenek di belakang.” Kata Abella.


“Naik apa tadi nenek kesini?”


Tanya Adriano.


“Dia diantar sama supir, besok


kakek juga datang kesini. Harusnya kakek datang juga hari ini tapi masih sibuk


mengurus lahan milik kakek yang di desa itu.” Kata Abella.


“Oh, aku mau mandi dulu ya.


Setelah itu kita berangkat.” Kata Adriano.


“Iya sayang.” Kata Abella.


**


Setibanya di restoran.

__ADS_1



“Wah kamu yang menyiapkan


semuanya?” Tanya Abella.


“Tentu saja, bagus kan?” Tanya


Adriano.


“Aku suka sekali mas, terima


kasih banyak sayang.” Kata Abella.


“Hari ini aku akan menyuapimu


pokoknya.” Kata Adriano.


“Aku juga akan menyuapimu


sayang.” Kata Abella.


“Tidak perlu, aku mau nya asi


kamu saja. Aku dan Darel kan harus saling berbagi asi hehe.” Goda Adriano.


“Astaga mas mas, bisa-bisanya


kamu bicara seperti itu di tempat umum. Membuatku malu saja mas mas.” Kata


Abella.


“Haha kalau begitu nanti malam


jatahku ya.” Goda Adriano.


“Kalau Darel bangun bagaimana


hayo?” Tanya Abella.


“Semoga saja Darel tidur lelap


sampai besok pagi.” Kata Adriano.


“Jangan terlalu berharap deh mas,


nanti kalau misalnya Darel bangun dan aku harus menyusuinya, kamu tidak boleh


protes.” Kata Abella.


“Aku itu sabar loh sayang, yang


penting sekali bermain sampai berkali-kali haha.” Goda Adriano.

__ADS_1


“Semoga nanti saat kita pulang,


Darel sudah tidur ya sayang. Aku juga ingin menyusui kamu hehehe.” Bisik Abella.


__ADS_2