Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 127


__ADS_3

Marcelo


mengintip rumah ayahnya dari lubang pagar, kemudian dia melihat seorang anak


laki-laki yang sangat mirip dengannya. Kemudian dia memanggil laki-laki


tersebut.


“Hei, hei kamu


yang disana tolong kemarilah.” Teriak Marcelo. Kemudian laki-laki tersebut


menghampiri Marcelo.


“Kamu siapa?


Kenapa kamu sangat mirip denganku?” Tanya Adriano.


“Aku Marcelo,


kamu?” Tanya Marcelo.


“Aku Adriano,


kamu siapa? Apakah kamu mengenalku?” Tanya Adriano.


“Aku akan segera


mengenalmu, aku ingin bertemu dengan ayahmu, apakah ayahmu ada dirumah?” Tanya


Marcelo.


“Ayahku sedang


bekerja, masuklah.” Kata Adriano membukakan pintu pagar rumahnya.


“Wah rumah


papaku sangat besar, aku ingin tinggal disini bersama papa.” Kata Marcelo dalam


hati.


“Masuklah, temui


ibuku dulu sebelum bertemu dengan ayahku. Nanti biar ibuku yang menyampaikan


kepada ayahku.” Kata Adriano mempersilahkan masuk Marcelo.


“Kamu sebenarnya


siapa? Kenapa kamu sangat mirip denganku padahal aku sama sekali tidak


mengenalmu. Apakah kita bersaudara?” Tanya Adriano.


“Apakah ayahmu


tidak pernah menceritakan sesuatu?” Tanya Marcelo.


“Tidak, siapa


kamu sebenarnya?” Tanya Adriano.


“Kita adalah


saudara makanya wajah kita sangat mirip bahkan seperti anak kembar. Aku adalah


kakakmu dan kamu adalah adikku, namun kita terlahir dari ibu yang berbeda.”


Kata Marcelo.


“Tidak mungkin,


jangan bicara sembarangan.” Kata Adriano.


“Aku tidak


bicara sembarangan, tanyakan sendiri pada ayahmu atau ibumu juga mengetahuinya


kok.” Kata Marcelo.


“Lalu apa


tujuanmu datang kesini?” Tanya Adriano.


“Tentu saja aku


ingin bertemu dengan ayah kandungku, aku sangat merindukannya karena dia sama


sekali tidak pernah mengunjungiku dan ibuku. Dimana dia?” Tanya Marcelo.


“Cepat pergi


dari sini dan jangan mencari keributan di rumahku.” Kata Adriano.


“Aku akan pergi


setelah bertemu dengan ayah kandungku.” Teriak Marcelo.


Tiba-tiba


datanglah Anindya, dia terkejut melihat Marcelo.

__ADS_1


“Kamu siapa?


Kenapa wajahmu sangat mirip dengan anakku?” Tanya Anindya.


“Aku Marcelo,


aku adalah anak dari bu Aira dan pak Dani. Dimana papaku sekarang?” Tanya


Marcelo.


“Apa? Berani


sekali dia datang kesini? Aira dasar kurang ajar kamu.” Kata Anindya.


“Ma apa benar


yang dikatakan oleh dia? Dia bilang kalau dia anaknya papa dari wanita lain?


Dia bahkan mengaku kalau dia kakakku. Apa benar itu semua ma? Tolong katakan


kalau itu tidak benar.” Tanya Adriano.


“Tentu saja


tidak benar, masuklah kedalam kamar biar mama yang mengatasi keributan ini.”


Kata Anindya.


Setelah Adriano


masuk kedalam kamar, Anindya menyeret keluar Marcelo.


“Lepaskan aku,


dimana papaku?” Tanya Marcelo.


“Jangan bermimpi


bisa bertemu dengan ayah kandungmu. Cepat pergi dari sini.” Bentak Anindya.


“Aku akan pergi


setelah melihat ayah kandungku, selama ini ayah kandungku tidak pernah


mengunjungiku. Jadi jangan menghalangiku untuk bertemu dengannya. Kamu adalah


perebut dan perusak hubungan ayah dan ibuku.” Kata Marcelo.


“Apa kamu


bilang? Berani sekali kamu bicara seperti itu padaku, sekarang cepat keluar


dari rumahku dan jangan berani muncul di hadapanku lagi.” Kata Anindya sambil


“Dasar wanita


murahan dan tidak tau diri, pantaskah dirimu disebut dan dipanggil seorang ibu?


Kamu wanita yang sangat jahat, aku sangat membencimu.” Teriak Marcelo. Karena


kesal Anindya pun mendorong Marcelo hingga terjatuh.


Tiba-tiba


datanglah Dani.


“Ada apa ini?


Kamu tega sekali mendorong Adriano anak kita?” Kata Dani.


“Dia bukan


Adriano, dia adalah anaknya Aira. Wajahnya memang sangat sangat mirip dengan


Adriano mas. Cepat usir dia pergi dari rumah kita.” Kata Anindya.


“Apa? Tidak


mungkin.” Kata Dani syok.


“Papa.” Kata


Marcelo.


“Siapa nama


kamu?” Tanya Dani.


“Kamu apa-apaan


sih mas? Cepat usir dia dari sini.” Kata Anindya.


“Tapi dia juga


anakku.” Kata Dani sambil membantu Marcelo.


“Namaku Marcelo


pa, dulu mama pernah bilang kalau papa ingin memberikan nama itu padaku. Aku


sangat merindukan papa.” Kata Marcelo langsung memeluk Dani.

__ADS_1


Tentu saja


Anindya sangat marah dan berusaha untuk memisahkannya.


“Lepaskan, dia


bukan ayah kandungmu. Cepat pergi dari sini.” Kata Anindya.


“Kenapa kamu


sangat marah padaku? Apakah kamu merasa terancam dengan kehadiranku atau karena


anakmu memiliki wajah yang sangat mirip denganku? Aku tidak takut denganmu.”


Kata Marcelo dengan senyuman sinis.


“Apa kamu


bilang? Berani sekali kamu padaku ya.” Teriak Anindya.


“Cukup, biarkan


dia masuk terlebih dahulu. Kamu datang kesini untuk mencariku?” Tanya Dani.


“Tentu saja, aku


ingin bertemu dengan papa. Rumah papa sangat bagus, aku ingin tinggal bersama


papa. Tadi mama mengantarku kesini.” Kata Marcelo sambil memeluk Dani.


“Oh iya? Lalu


dimana mama kamu sekarang?” Tanya Dani.


“Mama pergi


bekerja pa untuk menghidupiku. Bolehkah aku tinggal disini bersama papa?” Tanya


Marcelo.


“Tidak boleh,


aku tidak mau dia disini mas.” Kata Anindya.


“Masuklah,


selama ini kamu telah melarangku untuk bertemu dengan anakku. Aku ingin bicara


berdua dengan anakku.” Kata Dani.


“Kurang ajar,


aku akan beri peritungan kepada Aira dan juga anaknya.” Kata Anindya dalam


hati.


**


Adriano


mengintip ayahnya yang sedang bersama Marcelo.


“Jadi dia adalah


saudaraku, kenapa dia sangat mirip denganku?” Tanya Adriano dalam hati.


“Sedang apa kamu


disini?” Tanya Anindya.


“Aku sedang


melihat papa bersama Marcelo. Jadi benar kalau dia adalah anak kandung papa?”


Tanya Adriano.


“Benar, maafkan mama


dan papa karena tidak menceritakan ini padamu.” Kata Anindya.


“Aku harus


menerima semua ini tapi aku tidak terima jika wajahku sangat mirip dengannya


ma, bagaimana jika dia akan menyamar sebagai diriku?” Tanya Adriano.


“Mama tidak akan


membiarkan hal itu terjadi, mama akan menyingkirkannya.” Kata Anindya.


“Mama akan


melindungiku kan?” Tanya Adriano.


“Tentu saja,


kamu jangan khawatir. Masuklah ke kamar, jangan sampai papa kamu tau.” Kata


Anindya.


Setelah itu

__ADS_1


Adriano masuk kedalam kamar.


__ADS_2