
Adriano asli membawa Abella ke
rumah Jesica. Setibanya dirumah Jesica.
“Lebih baik kamu tinggal dulu di
guest house milikku, cepat pergilah kesana karena sebentar lagi Marcelo akan
datang kesini menjemput Abella. Bisa gawat kalau dia mengetahuimu.” Kata
Jesica.
“Baiklah, tolong jaga Abella ya.”
Kata Adriano asli.
“Baik, jangan khawatir.” Kata
Jesica.
Tidak lama kemudian datanglah
Adriano palsu. Untung saja Abella sudah sadar.
“Dimana istriku?” Tanya Adriano
palsu kepada Jesica dengan nada kesal.
“Dia didalam, dia sedang menyusui
Darel. Abella benar-benar membantuku dalam menyiapkan acara ini.” Kata Jesica.
“Benarkah? Mana buktinya kalau
tadi ada acara ulang tahun? Apakah tadi istriku dirumahmu terus atau dia sempat
pergi ke suatu tempat?” Tanya Adriano palsu penuh curiga.
“Ini foto kita tadi, aku memang
hanya mengundang saudaraku saja. Abella mana sempat pergi karena dia sangat
sibuk membantuku. Kamu kenapa kok sepertinya sedang mencurigai Abella? Hubungan
kalian sedang ada masalah ya?” Tanya Jesica.
“Coba lihat mobilmu.” Kata
Adriano palsu.
“Untuk apa?” Tanya Jesica.
“Aku mau melihat perjalanan
terakhir di gps mobilmu.” Kata Adriano palsu.
“Aduh gawat, bagaimana ini.” Kata
Jesica dalam hati.
“Kamu kenapa sih kok jadi curiga
padaku?” Tanya Jesica kesal.
Tiba-tiba Abella muncul.
“Mas, ayo kita kembali pulang.”
Kata Abella.
“Kamu tidak membohongiku kan?
Apakah kamu seharian ini disini atau kamu justru keluar menggunakan mobil
Jesica? Berikan kunci mobilmu, aku mau mengeceknya sendiri.” Kata Adriano
__ADS_1
palsu.
“Kamu kenapa sih mas? Jangan
membuatku malu didepan temanku. Ayo kita pulang, aku menunggu sangat lama.” Kata
Abella sambil menggendong Darel.
“Tapi aku mau.” Kata Adriano
palsu.
“Sudahlah mas, ayo kita pulang. Kamu
kenapa sih? Kamu curiga denganku ya?” Tanya Abella.
“Eh tidak, baiklah ayo kita
pulang.” Kata Adriano palsu.
**
Di perjalanan menuju rumah.
“Kamu membuatku malu didepan
temanku. Bagaimana jika temanku berpikir ada hal buruk yang terjadi dengan
kita? Kamu kenapa sih mas? Aku semakin tidak mengerti denganmu.” Kata Abella.
“Maafkan aku, aku sedang ada
banyak masalah.” Kata Adriano palsu.
“Memangnya ada masalah apa?
Masalah di kantor atau masalah pribadi atau kamu ada masalah lagi dengan si
dokter genit itu?” Tanya Abella.
“Siapa lagi wanita itu? Apa
“Kenapa diam saja? Berarti benar
dong dugaanku kalau kamu kemarin sedang menemui Marisa. Kamu jahat mas, kamu
tega sekali denganku. Aku benci denganmu, turunkan aku sekarang. Aku tidak mau
pulang ke rumah.” Bentak Abella. Abella memang sengaja memancing emosi Adriano
palsu agar dia tidak curiga dengannya.
“Cepat luapkan amarahmu, tidak
perlu ditahan.” Kata Abella dalam hati.
Lalu Adriano palsu menghentikan
mobilnya.
“Kamu semakin membuatku emosi ya,
aku sama sekali tidak menemui dia.” Bentak Adriano palsu.
“Kenapa kamu jadi membentakku
mas, kamu jahat mas aku benci denganmu.” Kata Abella lalu dia turun dari mobil
dan Adriano palsu menahan Abella.
“Mau kemana kamu?” Tanya Adriano
palsu.
“Aku tidak ingin tinggal
__ADS_1
denganmu, kamu jahat padaku.” Kata Abella.
Tiba-tiba Ayu menelfon Abella. Adriano
palsu mengambil ponsel Abella, Abella sangat ketakutan.
“Siapa ini? Ayu? Kamu masih
berhubungan dengannya?” Tanya Adriano palsu.
“Itu Ayu temanku, kembalikan
ponselku. Kamu tidak ada hak untuk mengambil ponselku.” Kata Abella.
“Mari kita dengarkan ya.” Kata
Adriano palsu, lalu dia menerima panggilan dari Ayu. Abella sangat ketakutan
akhirnya dia mengambil ponselnya, namun sayang Adriano palsu berhasil
mengambilnya kembali.
“Kembalikan ponselku.” Teriak Abella.
“Apa yang kamu sembunyikan
dariku?” Tanya Adriano palsu dengan tatapan tajam.
Kemudian Adriano palsu menerima
panggilan dari Ayu.
“Hallo mbak, apakah mbak Abella
baik-baik saja?” Tanya Ayu tanpa curiga.
“Cepat jawab.” Bisik Adriano
palsu.
“Iya, aku baik-baik saja.” Kata
Abella.
“Baiklah kalau begitu mbak, aku
lega mendengarnya.” Kata Ayu.
“Iya.” Kata Abella, kemudian Ayu
mematikan panggilan tersebut.
“Cepat masuk mobil.” Paksa Adriano
palsu.
“Lepaskan aku.” Kata Abella.
“Cepat masuk.” Teriak Adriano
palsu sambil menampar pipi Abella.
Kemudian Adriano menuju ke rumah
ibunya untuk menitipkan Darel, setelah itu dia membawa Abella pulang ke
rumahnya.
“Kenapa Darel di titipkan ke
mama? Apa yang mau kamu lakukan?” Tanya Abella.
“Istriku harus dihukum karena
telah membohongi suaminya.” Kata Adriano palsu sambil tersenyum sinis.
__ADS_1
Info :
Hai hai semuanya, yuk-yuk bagi pecinta drama korea viral the penthouse jangan lupa mampir ke novel terbaruku ya judulnya "Sky Tower Palace". Dijamin seru dan greget dan pastinya tidak akan membosankan. Setiap hari update kok. Terima kasih, jangan lupa like nya ya teman-teman.