
Dirumah Abela.
Abela menghampiri Darel dikamarnya.
“Darel sedang apa sayang?” Tanya Abela.
“Mama?” Tanya Darel sangat kaget.
“Apa yang kamu lakukan? Kamu sedang mencari sesuatu ya kok bongkar-bongkar lemari? Biar mama bantu ya.” Kata Abela.
“Aku bisa sendiri kok ma, mama istirahat saja.” Kata Darel.
“Baiklah kalau begitu, kemarilah mama ingin memelukmu.” Kata Abela mengulurkan tangannya ke Darel.
“Pasti berat ya, kita pasti bisa menghadapi ini semua bersama.” Kata Abela.
“Yang penting Darel selalu bersama mama.” Kata Darel.
“Darel kecewa tidak dengan mama? Mama tidak bisa hidup bersama papa lagi, tapi mama tidak akan pernah melarang Darel untuk bertemu dengan papa kok. Mama juga tidak ingin Darel membenci papa, setiap orang pasti pernah melakukan suatu kesalahan tapi kesalahan papa kali ini tidak bisa mama maafkan, mama harap Darel bisa mengerti. Maafkan mama ya nak.” Kata Abela.
__ADS_1
“Mama jangan bersedih lagi, mama kan masih punya Darel dan oma Antika. Ada nenek dan kakek juga yang selalu mendukung mama. Mama tidak sendirian kok, Darel bangga punya ibu seperti mama. Darel berjanji akan selalu menjaga mama dan tidak akan membuat mama bersedih lagi.” Kata Darel.
“Terima kasih sayang, Darel adalah segalanya bagi mama. Darel boleh bertanya sesuatu tidak kepada mama?” Tanya Darel.
“Darel mau tanya apa memangnya?” Tanya Abela.
“Apakah mama akan menikah lagi setelah berpisah dengan papa?” Tanya Darel.
“Astaga kenapa Darel punya pikiran seperti itu, untuk saat ini mama hanya akan fokus dengan Darel saja. Mama bisa menjadi ayah sekaligus ibu untuk Darel.” Kata Abela.
“Darel tidak keberatan kok jika mama akan menikah lagi tapi dengan satu syarat.” Kata Darel.
“Apa syaratnya?” Tanya Abela sambil tersenyum mendengar ucapan anaknya.
“Astaga Darel Darel kamu ada-ada saja. Mama akan meminta ijin Darel saat akan menikah lagi dan Darel yang memilihnya.” Kata Abela sambil tertawa.
“Bolehkah aku memilih? Kalau begitu aku akan memilih om Nando sebagai papa baruku.” Kata Darel tersipu malu.
“Apa? Om Nando? Mana mungkin, dia hanyalah atasan mama di kantor. Jangan bicara sembarangan, kita fokus saja dengan hidup kita berdua ya.” Kata Abela.
__ADS_1
“Hmmm baiklah, setelah ini kita jadi pindah ke Bali tidak ma?” Tanya Darel.
“Kalau Darel keberatan, mama tidak apa-apa kok tetap tinggal disini.” Kata Abela.
“Sejujurnya aku tidak ingin kita pindah ma, aku lebih suka tinggal disini. Kita tidak perlu pindah ya ma, aku mohon.” Kata Darel.
“Iya sayang, yang penting Darel bahagia pasti mama akan bahagia. Oh iya Darel tadi sedang mencari apa sih?” Tanya Abela.
“Mencari baju yang aku pakai saat berlatih berkuda, aku ingin membuangnya ma.” Kata Darel.
“Kenapa Darel ingin membuangnya?” Tanya Abela.
“Aku tidak ingin mama sedih jika aku memakai baju itu, baju itu kan aku pakai saat berlatih berkuda dengan dia. Banyak kenangan buruk ma dengan baju itu jadi aku ingin membuangnya.” Kata Darel.
“Biar mama saja yang mengurusnya, mana bajunya?” Tanya Abela.
“Itu ma, sudah aku masukkan kedalam kotak.” Kata Darel.
“Ok, sekarang Darel istirahat ya, bajunya biar mama yang urus.” Kata Abela.
__ADS_1
“Iya, selamat malam mama.” Kata Darel.
“Selamat malam anakku sayang.” Kata Abela sambil mencium kening anaknya.