
Setibanya dirumah.
“Mas, mama dan papa sangat ingin
memiliki seorang cucu ya?” Tanya Abella.
“Jangan terpengaruh sama omongan
mereka ya, aku akan menunggumu sampai kamu benar-benar siap. Aku tidak ingin
kehamilanmu nanti akan membuatmu frustasi apalagi dengan sikapmu yang terkadang
masih labil.” Kata Adriano.
“Terima kasih mas, kamu sudah
pengertian padaku. Aku tidak akan mengecewakanmu. Aku akan menerima dan mulai
mencintai takdirku sebagai istrimu.” Kata Abella.
“Begitu dong, kurangi
marah-marahmu dan membentak suamimu.” Kata Adriano.
“Kamu juga jangan menyebalkan
dong, peka sama istri.” Kata Abella.
“Iya, kamu sudah mendaftar kuliah
belum?” Tanya Adriano.
“Belum mas, kenapa?” Tanya
Abella.
“Daftar saja di kampus Edeva,
disana ada temanku dan dia seorang dosen. Tidak harus kampus negeri, itu salah
satu kampus swasta terbaik dan sangat bergengsi. Aku akan mendaftarkanmu
disana. Temanku dosen jurusan manajemen juga kok.” Kata Adriano.
“Baiklah, Jesica juga katanya
akan kuliah disana, tapi dia mengambil jurusan kedokteran.” Kata Abella.
“Bagus deh kalian jadi bisa
saling bertemu.” Kata Adriano.
“Iya, temanmu laki-laki atau
perempuan mas yang jadi dosen?” Tanya Abella.
“Laki-laki, namanya Arka. Dia
adalah temanku saat SD, SMP dan juga SMA.” Kata Adriano.
“Oh gitu, baiklah kalau begitu.
Oh iya mas, besok aku mau datang ke acara pernikahan Dava.” Kata Abella.
“Kamu yakin datang kesana?” Tanya
Adriano.
“Yakin, aku akan datang bersama
Melisa dan Jesica.” Kata Abella.
“Kalau kamu tidak yakin lebih
baik tidak usah datang.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Kamu cemburu ya?” Tanya Abella.
“Aku bukan cemburu tapi aku
khawatir denganmu.” Kata Adriano.
“Tenang saja, justru kalau aku
tidak datang malah banyak yang membicarakanku.” Kata Abella.
“Baiklah kalau begitu, jangan
terlalu lama. Kalau sudah selesai langsung pulang.” Kata Adriano.
“Iya mulai deh cerewetnya.” Kata
Abella.
“Mulai deh marah-marahnya.”
Gerutu Adriano.
**
Abella bersiap-siap untuk pergi
ke pesta pernikahan Dava.
“Hari ini aku harus tampil
berbeda dan sangat memukau.” Kata Abella sambil berdandan. Lalu Jesica
menelfonnya.
“Hallo, iya Jes.” Kata Abella.
“Aku sudah siap, jemput aku
sekarang.” Kata Jesica.
berdandan. Mending kamu yang kesini sama Melisa daripada aku bolak balik.” Kata
Abella.
“Baiklah aku ke rumahmu sekarang
ya sama Melisa.” Kata Jesica.
“Iya, aku tunggu.” Kata Abella.
Setibanya dirumah Abella.
“Astaga masih belum selesai juga
dandannya?” Tanya Melisa.
“Aku harus tampil berbeda kan?”
Kata Abella.
“Betul juga, dandan yang sangat
mempesona pokoknya.” Kata Melisa.
“Aku minta parfumnya dong Bell.”
Kata Jesica.
“Ambil saja dikamar.” Kata
Abella.
“Kamu saja yang ambil, aku takut
masuk kamar pasangan suami istri haha.” Kata Jesica.
__ADS_1
“Hmmmm tunggu sebentar.” Kata Abella.
**
Perjalanan menuju pesta
pernikahan Dava.
“Bell. Kamu tidak berlebihan
memakai baju itu? Seperti mau fashion show saja deh.” Kata Melisa.
“Memang aku sengaja berlebihan.” Kata
Abella.
“Kamu cantik banget deh Bell.” Kata
Melisa.
“Tentu saja, aku tidak peduli apa
kata ibunya Dava, aku yakin pasti dia akan berkomentar dengan penampilanku hari
ini.” Kata Abella.
“Tidak usah peduli dengan dia.” Kata
Melisa.
“Kamu kenapa tidak datang dengan
pak Riko?” Tanya Abella.
“Jangan bercanda deh, bisa-bisa
heboh dong.” Kata Melisa.
“Lalu guru-guru kita tau tidak
kalau pak Riko menikahimu?” Tanya Jesica.
“Tidak ada yang tau, dia akan
memberitahu kepada guru-guru saat akan resign nanti atau waktu terakhir masuk
sekolah katanya.” Kata Melisa.
“Kita sudah sampai, lets go!”
Kata Abella.
Saat Abella masuk ke pesta
pernikahan Dava, semua tertuju dengan penampilan Abella yang sangatlah berbeda,
seperti seorang wanita dewasa dan berkelas.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
Jangan lupa mampir juga di novelku yang lain :
1. Akibat Dojodhkan Papaku (ending)
2. Menua Bersamamu (ongoing season2)
3. Lavera Club : War of Life (ongoing)
Salam sehat semuanya, terima kasih.
__ADS_1