Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 122


__ADS_3

Adriano berhasil kabur dari rumah


Marcelo, dia kemudian segera pergi ke rumah dan dia sangat kaget karena dia


melihat Marcelo sedang menggendong Darel. Dia sangat kesal namun dia bingung


apa yang harus dia lakukan karena dia tidak ingin memberitahu istrinya apa yang


terjadi sebenarnya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengawasi istri dan anaknya


dari kejauhan. Kemudian dia menyuruh seorang kurir untuk mengirim surat kepada


istrinya, beruntung yang menerima surat tersebut adalah Abella. Kemudian Abella


membuka surat tersebut, isi surat tersebut adalah surat peringatan yang berisi


“Dia bukanlah suamimu, dia hanya menyamar sebagai suamimu. Waspada dan tetap


berhati-hati. Dari Adriano yang saat ini sedang disekap oleh orang yang sedang


bersamamu.”


“Astaga, apa ini.” Kata Abella


kaget.


“Ada apa sayang?” Tanya Marcelo


tiba-tiba.


“Ah tidak ada kok mas, aku hanya


sedang membaca berita di social media saja kok, akhir-akhir ini banyak berita


penipuan mas, kita harus berhati-hati.” Kata Abella berusaha tenang dan


menyembunyikan surat tersebut.


“Keluar yuk sayang, aku ingin


jalan-jalan bersamamu hanya berdua saja denganmu.” Kata Marcelo.


“Memangnya mau kemana sih mas?”


Tanya Abella.


“Ke mall yuk sayang atau

__ADS_1


bagaimana jika kita nonton film di bioskop saja?” Tanya Marcelo.


“Lain kali saja mas, kepalaku pusing


sepertinya butuh istirahat.” Kata Abella.


Kemudian dia mulai mempraktekkan


apa yang disampaikan oleh suaminya dulu. Dia melihat kearah suaminya sambil


memberikan kedipan mata dan menatapnya dengan tatapan tajam.


“Jika kamu menghampiriku dan


memelukku lalu mengatakan aku mencintaimu berarti kamu memang benar suamiku.”


Kata Abella dalam hati. Namun yang terjadi Marcelo justru mengatakan “Kenapa


kamu menatapku seperti itu? Kamu terlihat menakutkan sayang tapi sangat


menggodaku.” Kata Marcelo.


Seketika Abella pun terkejut


namun dia berusaha untuk tetap tenang tapi dalam dirinya dia sangat ketakutan.


“Tidak apa-apa sayang. Oh iya mas


“Kemarin aku makan di restoran.”


Kata Marcelo.


“Makan apa memangnya sayang?”


Tanya Abella.


“Aku makan burger sayang,


harusnya kamu membawakanku bekal dong.” Kata Marcelo.


“Astaga, siapa kamu sebenarnya. Oh


Tuhan selamatkan aku dan lindungi aku dari orang asing yang mengaku sebagai


suamiku. Lalu dimana suamiku saat ini.” Kata Abella dalam hati.


“Iya mas lain kali aku akan

__ADS_1


membawakanmu bekal ya. Aku mau pergi sebentar bersama Darel ya.” Kata Abella.


“Mau kemana memangnya?” Tanya


Marcelo.


“Aku mau ke dokter sebentar mas,


untuk membuat janji imunisasinya Darel sekalian mau konsultasi terkait Darel


mas. Aku ingin bertanya terkait mpasi juga mas. Aku keluar sendiri saja ya.”


Kata Abella.


“Biar aku antar saja sayang.” Kata


Marcelo.


“Tidak usah mas, aku bisa sendiri


kok. Aku ingin me time berdua dengan Darel, aku juga mengajak mbak Ayu kok.


Boleh ya, aku mohon.” Kata Abella sambil merayu Marcelo, akhirnya Marcelo


mengijinkannya.


“Hmmmm baiklah, tapi jangan


pulang terlalu malam.” Kata Marcelo.


“Iya sayang, aku pergi dulu ya.”


Kata Abella.


“Hati-hati ya sayang. Kalau butuh


sesuatu segera telfon aku.” Kata Marcelo.


“Iya sayang pasti.” Kata Abella.


Kemudian Abella segera


bersiap-siap untuk melarikan diri dari rumah, dia membawa beberapa keperluan


bayinya dan membawa stok asi untuk Darel, untuk berjaga dia juga membawa


gunting didalam tasnya.

__ADS_1


“Setidaknya aku harus


berjaga-jaga demi keselamatanku dan anakku.” Kata Abella dalam hati.


__ADS_2