
Adriano berhasil kabur dari rumah
Marcelo, dia kemudian segera pergi ke rumah dan dia sangat kaget karena dia
melihat Marcelo sedang menggendong Darel. Dia sangat kesal namun dia bingung
apa yang harus dia lakukan karena dia tidak ingin memberitahu istrinya apa yang
terjadi sebenarnya. Akhirnya dia memutuskan untuk mengawasi istri dan anaknya
dari kejauhan. Kemudian dia menyuruh seorang kurir untuk mengirim surat kepada
istrinya, beruntung yang menerima surat tersebut adalah Abella. Kemudian Abella
membuka surat tersebut, isi surat tersebut adalah surat peringatan yang berisi
“Dia bukanlah suamimu, dia hanya menyamar sebagai suamimu. Waspada dan tetap
berhati-hati. Dari Adriano yang saat ini sedang disekap oleh orang yang sedang
bersamamu.”
“Astaga, apa ini.” Kata Abella
kaget.
“Ada apa sayang?” Tanya Marcelo
tiba-tiba.
“Ah tidak ada kok mas, aku hanya
sedang membaca berita di social media saja kok, akhir-akhir ini banyak berita
penipuan mas, kita harus berhati-hati.” Kata Abella berusaha tenang dan
menyembunyikan surat tersebut.
“Keluar yuk sayang, aku ingin
jalan-jalan bersamamu hanya berdua saja denganmu.” Kata Marcelo.
“Memangnya mau kemana sih mas?”
Tanya Abella.
“Ke mall yuk sayang atau
__ADS_1
bagaimana jika kita nonton film di bioskop saja?” Tanya Marcelo.
“Lain kali saja mas, kepalaku pusing
sepertinya butuh istirahat.” Kata Abella.
Kemudian dia mulai mempraktekkan
apa yang disampaikan oleh suaminya dulu. Dia melihat kearah suaminya sambil
memberikan kedipan mata dan menatapnya dengan tatapan tajam.
“Jika kamu menghampiriku dan
memelukku lalu mengatakan aku mencintaimu berarti kamu memang benar suamiku.”
Kata Abella dalam hati. Namun yang terjadi Marcelo justru mengatakan “Kenapa
kamu menatapku seperti itu? Kamu terlihat menakutkan sayang tapi sangat
menggodaku.” Kata Marcelo.
Seketika Abella pun terkejut
namun dia berusaha untuk tetap tenang tapi dalam dirinya dia sangat ketakutan.
“Tidak apa-apa sayang. Oh iya mas
“Kemarin aku makan di restoran.”
Kata Marcelo.
“Makan apa memangnya sayang?”
Tanya Abella.
“Aku makan burger sayang,
harusnya kamu membawakanku bekal dong.” Kata Marcelo.
“Astaga, siapa kamu sebenarnya. Oh
Tuhan selamatkan aku dan lindungi aku dari orang asing yang mengaku sebagai
suamiku. Lalu dimana suamiku saat ini.” Kata Abella dalam hati.
“Iya mas lain kali aku akan
__ADS_1
membawakanmu bekal ya. Aku mau pergi sebentar bersama Darel ya.” Kata Abella.
“Mau kemana memangnya?” Tanya
Marcelo.
“Aku mau ke dokter sebentar mas,
untuk membuat janji imunisasinya Darel sekalian mau konsultasi terkait Darel
mas. Aku ingin bertanya terkait mpasi juga mas. Aku keluar sendiri saja ya.”
Kata Abella.
“Biar aku antar saja sayang.” Kata
Marcelo.
“Tidak usah mas, aku bisa sendiri
kok. Aku ingin me time berdua dengan Darel, aku juga mengajak mbak Ayu kok.
Boleh ya, aku mohon.” Kata Abella sambil merayu Marcelo, akhirnya Marcelo
mengijinkannya.
“Hmmmm baiklah, tapi jangan
pulang terlalu malam.” Kata Marcelo.
“Iya sayang, aku pergi dulu ya.”
Kata Abella.
“Hati-hati ya sayang. Kalau butuh
sesuatu segera telfon aku.” Kata Marcelo.
“Iya sayang pasti.” Kata Abella.
Kemudian Abella segera
bersiap-siap untuk melarikan diri dari rumah, dia membawa beberapa keperluan
bayinya dan membawa stok asi untuk Darel, untuk berjaga dia juga membawa
gunting didalam tasnya.
__ADS_1
“Setidaknya aku harus
berjaga-jaga demi keselamatanku dan anakku.” Kata Abella dalam hati.