
Anak Adriano dan Ariana sudah lahir, anak mereka adalah perempuan yang diberi nama Diara yang artinya hadiah dalam bahasa latin. Ariana sangat menyayangi buah hatinya namun tidak seperti Adriano. Adriano sampai saat ini tidak bisa menghubungi anaknya yaitu Darel, dia seperti orang stres karena memikirkan mantan istrinya dan anaknya yang entah dimana.
“Mas aku mau mandi dulu, aku titip Diara sebentar ya.” Kata Ariana.
“Aku mau keluar sebentar.” Kata Adriano.
“Kamu mau kemana memangnya mas? Kamu mau mencari keberadaan Abela dan anakmu ya?” Tanya Ariana.
“Sudah satu tahun aku tidak mengetahui keberadaan anakku dimana, aku sangat merindukannya.” Kata Adriano.
“Kamu merindukan anakmu atau mantan istrimu?” Tanya Ariana.
“Anakku Darel.” Kata Adriano.
“Dia pasti baik-baik saja kok mas kan dia sama ibunya, lagipula kamu juga punya Diara kan sekarang, aku lihat sepertinya kamu tidak bahagia dengan kelahiran Diara.” Kata Ariana.
“Darel dan Diara berbeda, bagiku Darel adalah segalanya.” Kata Adriano.
“Lalu bagaimana dengan Diara? Dia juga anak kandungmu mas.” Kata Ariana.
“Aku sudah satu tahun tidak bertemu dengan Darel, kamu mengerti tidak? Aku sangat merindukannya, aku mau pergi dulu dan jangan tunggu aku.” Kata Adriano.
“Jika kamu pergi, kamu akan menyesal mas. Mas mas mas jangan pergi.” Teriak Ariana namun Adriano terlanjur pergi.
Ariana sangat kesal dengan suaminya.
“Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan Darel menyaingi Diara, Diara harus menjadi yang nomor satu untuk mas Adriano.” Kata Ariana dalam hati.
**
Di hotel Nando.
Nando bangun terlebih dahulu lalu memesan makanan untuk sarapan bersama Abela. Setelah itu dia mandi dan setelah mandi dia membangunkan Abela. Dia membuka gorden dan jendela kamar sehingga Abela terbangun karena silau, namun dia justru menarik selimutnya untuk menutupi matanya.
“Aaaaah kenapa dibuka jendelanya, aku masih mengantuk.” Gerutu Abela.
“Ayo bangun, sudah siang. Kita sarapan yuk, aku sudah memesan sarapan untuk kita berdua.” Kata Nando.
“Aku masih ingin istirahat sampai nanti siang.” Kata Abela.
__ADS_1
“Ayo cepat bangun.” Kata Nando sambil menggelitik kaki Abela sehingga Abela cekikikan karena merasa geli.
“Ah ah ah hahahaha geli, lepaskan kakiku.” Kata Abela.
“Ayo cepat bangun kalau begitu.” Kata Nando sambil menarik tangan Abela, akhirnya Abela pun terbangun lalu dia langsung minta gendong Nando dengan mengulurkan tangannya.
“Kenapa?” Tanya Nando.
“Gendong.” Kata Abela sangat manja.
“Untung sayang.” Kata Nando lalu menggendong Abela dan membawanya ke kamar mandi.
“Cepat cuci mukamu dan sikat gigimu.” Kata Nando sambil menurunkan Abela.
“Terima kasih, tunggu sebentar ya.” Kata Abela.
Setelah selesai mencuci muka dan menyikat gigi, dia segera keluar dari kamar mandi. Dia melihat Nando sedang menyiapkan sarapan di atas meja.
“Bisakah aku mempercayaimu dan membuka hatiku sepenuhnya untukmu? Dia benar-benar memperlakukanku dengan sangat baik.” Kata Abela dalam hati.
“Kamu sudah selesai? Cepat kemarilah, kita sarapan bersama dulu setelah itu aku ingin mengajakmu ke pantai yang sangat indah.” Kata Nando.
Abela pun menghampiri Nando.
“Aku duduk dimana?” Tanya Abela.
“Duduklah di pangkuanku.” Kata Nando.
“Kamu bisa saja kalau menggodaku, mana bisa aku tidak tergoda.” Kata Abela lalu langsung duduk di pangkuan Nando.
Nando menyuapi Abela begitu juga sebaliknya.
“Enak tidak?” Tanya Nando.
“Enak apalagi kalau di suapi sama kamu.” Kata Abela.
“Hahahaha, bagaimana semalam tidurmu nyenyak kan?” Tanya Nando.
“Aku tidur dengan nyenyak, bagaimana denganmu? Pasti sakit ya tidur di sofa?” Tanya Abela sambil memeluk Nando.
__ADS_1
“Sofanya sangat empuk jadi aku tidak akan kesakitan.” Kata Nando.
“Setelah ini antarkan aku pulang ke rumah, oh iya aku juga ada banyak kerjaan di studioku.” Kata Abela.
“Bisakah kamu libur hari ini dan berlibur berdua denganku? Aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu.” Kata Nando.
“Aku nanti akan menelfon asistenku dulu untuk mengurusnya.” Kata Abela.
“Terima kasih sayang, tunggu sebentar kenapa kamu semakin cantik? Aku seperti tersihir oleh kecantikanmu, kenapa aku tidak sadar dengan kecantikanmu?” Goda Nando.
“Berarti jimatku berhasil mengenaimu hahaha, oh iya aku tidak membawa baju ganti.” Kata Abela.
“Nanti kita beli saja di toko atau terserah kamu ingin membeli dimana.” Kata Nando.
“Jangan pernah meninggalkanku apapun yang terjadi, kita harus selalu bersama.” Kata Abela.
“Tapi aku harus kembali ke Jakarta, pekerjaanku menungguku disana.” Kata Nando.
“Bisakah kamu bekerja saja disini?” Tanya Abela.
“Aku akan mengusahakannya tapi butuh waktu untuk mengurusnya, bagaimana kalau setiap akhir pekan kita bertemu? Setiap akhir pekan aku akan terbang dari Jakarta ke Bali untuk bertemu denganmu.” Kata Nando.
“Lalu dari hari senin sampai jumat aku akan kesepian tanpamu.” Gerutu Abela dengan ekspresi sedih.
“Bagaimana kalau kamu pindah ke Jakarta bersama ibumu dan anakmu? Aku akan mencarikan tempat paling aman untukmu.” Kata Nando.
“Lalu bagaimana dengan pekerjaanku disini sayang?” Tanya Abela.
“Kamu masih bisa memantaunya kan dari Jakarta. Sekarang teknologi juga semakin canggih kan, aku tidak akan membiarkanmu bertemu dengan laki-laki brengsek itu dan aku pasti akan melindungimu, bu Antika dan juga Darel. Kamu, Darel dan bu Antika adalah segalanya untukku, jadi andalkan aku selalu.” Kata Nando.
“Aku semakin takut akan kehilanganmu sayang.” Kata Abela langsung memeluk Nando.
“Percayalah padaku, bahkan ibumu juga tau seperti apa diriku dan seperti apa karakterku kan. Apa yang membuatmu ragu terhadapku?” Tanya Nando.
“Aku takut dikecewakan lagi oleh orang yang aku cintai.” Kata Abela.
“Aku berbeda dengan mantan suamimu, aku akan menunggumu sampai kamu siap untuk hidup bersamaku dalam ikatan pernikahan.” Kata Nando.
Info
__ADS_1
Jangan lupa baca juga novel author yg berjudul "Truth and Revenge" yaah.
Novel itu adalah kumpulan dari beberapa cerita pendek yg ceritanya bertema Truth and Revenge. Setiap hari update loh. Ditunggu ya like nya, terima kasih banyak.