
Abella berteriak kepada suaminya
karena telah membuka bajunya dengan paksa.
“Aaaaaaa apa yang kamu lakukan?”
Bentak Abella.
“Jadi kamu membentak suamimu?” Tanya
Adriano.
“Karena kamu keterlaluan padaku
mas.” Kata Abella.
“Keterlaluan katamu? Hei aku ini
suamimu, jadi tentu saja kamu harus menuruti semua perintahku.” Kata Adriano.
“Tetap saja aku tidak suka jika
kamu memaksaku mas.” Kata Abella.
“Memangnya apa yang kamu
takutkan? Apa yang kamu khawatirkan? Apapun yang terjadi denganmu adalah
tanggung jawabku.” Kata Adriano.
“Aku tidak suka mas jika kamu
memaksaku.” Kata Abella.
“Lihat aku, tatap aku, apakah
merasa malu didepanku? Aku adalah suamimu, kamu adalah milikku. Tubuhmu, hatimu
dan semuanya adalah milikku begitu juga denganku, tolong mengertilah.” Kata Adriano,
kemudian dia memakaikan kembali baju istrinya dan pergi meninggalkan kamar
istrinya. Karena Abella merasa bersalah telah membentak suaminya, dia pun
berlari ke arah suaminya dan memeluknya dari belakang.
“Maafkan aku mas, aku bersalah
padamu.” Kata Abella sambil terus memeluk suaminya dari belakang.
“Lepaskan aku, tidurlah
__ADS_1
dikamarmu.” Kata Adriano.
“Apakah kamu sangat marah padaku?
Tolong maafkan aku mas, aku tidak akan
membentakmu kembali.” Kata Abella.
“Aku lelah dan ingin tidur,
lepaskan aku.” Kata Adriano sambil melepas tangan istrinya lalu dia pergi ke
kamarnya. Abella pun merasa sangat kecewa dengan dirinya sendiri dan merasa
bersalah pada suaminya.
**
Abella pergi ke kamar suaminya
untuk meminta maaf, dia mengetuk pintu kamar suaminya.
“Mas, buka pintunya. Aku minta
maaf padamu, aku mengakui kesalahanku. Mas tolong jangan marah padaku.” Kata Abella
didepan pintu kamar suaminya, namun Adriano tidak menjawabnya. Akhirnya Abella
membuka pintu kamar suaminya.
dimana mas?” Teriak Abella.
“Mas Adriano kemana ya? Apa jangan-jangan
dia didalam kamar mandi, lebih baik aku periksa kamar mandinya.” Kata Abella. Kemudian
Abella membuka kamar mandi yang berada didalam kamar suaminya, dan ternyata
suaminya sedang mandi. Abella sangat kaget dan dia segera memalingkan tubuhnya.
“Huh hah huh huh hah apa yang aku
lakukan.” Kata Abella lirih.
“Sedang apa kamu didepan pintu? Masuklah
jika ingin mandi bersama atau keluarlah jika kamu ingin meminta maaf, aku tidak
ingin mendengar permintaan maafmu.” Kata Adriano.
“Baik, aku akan menunggumu
__ADS_1
diluar. Cepat selesaikan mandimu mas.” Kata Abella, lalu dia segera menutup
pintu kamar mandinya dan segera keluar. Dia menunggu Adriano didalam kamar
suaminya.
“Apakah kamu didalam kamarku? Tolong
ambilkan pakaian dalamku di lemari paling bawah.” Teriak Adriano.
“Apa? Tidak mau, cepat ambil
sendiri.” Teriak Abella.
“Apakah kamu ingin melihatku
seperti ini?” Teriak Adriano dari dalam kamar mandi.
“Tidak, baiklah aku akan
mengambilkannya.” Kata Abella.
Kemudian Abella mengambilkan
pakaian dalam suaminya didalam lemari paling bawah.
“Astaga, apa ini? Aku tidak tega
mengambilnya, tapi kalau aku tidak mengambilkannya dia pasti akan keluar
seperti itu, aku tidak kuasa melihatnya.” Kata Abella dalam hati. Setelah itu
dia memberikan pakaian dalam milik suaminya.
“Mas, ini pakaian dalam milikmu.”
Kata Abella.
“Masuklah dan berikan padaku.” Kata
Adriano.
“Aku akan meletakkannya di gagang
pintu mas.” Kata Abella.
“Masuklah jika kamu ingin aku
memaafkanmu.” Kata Adriano.
“Apa? Kamu bercanda ya? Tutuplah dengan
__ADS_1
handuk kalau begitu, aku tidak mau melihatnya.” Kata Abella.
“Sudah, cepat masuklah.” Kata Adriano.