
Dava menghampiri Abella.
“Tunggu.” Kata Dava.
“Mau apa lagi sih? Aku muak
melihatmu, kenapa sih aku harus bertemu denganmu dan juga istrimu? Jangan-jangan
kamu kuliah juga disini?” Tanya Abella.
“Iya, aku memang kuliah disini
tapi jurusan lain, aku sama sekali tidak menyangka bahwa kita bisa bertemu
kembali. Oh iya aku ingin meminta maaf atas perlakuan istriku padamu.” Kata Dava.
“Tolong ajari istrimu dengan baik
dan jangan muncul di depanku lagi.” Kata Abella.
“Apakah kamu sangat membenciku? Aku
minta maaf padamu.” Kata Dava.
“Aku akan memaafkanmu dengan
syarat jangan pernah muncul lagi di depanku.” Kata Abella.
“Aku selalu ingin bisa bertemu
denganmu.” Kata Dava.
“Aku sudah menikah dan sangat
mencintai suamiku, lagipula kamu juga sudah menikah jadi lebih baik kita tidak
usah saling bertemu dan mari kita jalani hidup masing-masing dengan baik.” Kata
Abella.
“Kamu egois sekali tanpa pernah
memikirkan bagaimana perasanku.” Kata Dava.
“Kamu yang egois karena
mementingkan keinginanmu sendiri. Permisi, aku harus masuk kedalam kelasku
karena jam kuliahku akan segera dimulai dan aku tidak ada waktu untuk orang
sepertimu.” Kata Abella.
“Aku masih menyukaimu Bell.” Kata
Dava.
“Aku muak denganmu.” Bisik Abella
tepat ditelinga Dava dan Anggi melihatnya.
__ADS_1
**
Setelah jam kuliah berakhir,
Abella menemui dosen Arka yang juga teman dekat suaminya.
“Selamat pagi pak.” Kata Abella.
“Iya selamat pagi, hari pertama
kuliah ya?” Tanya Arka.
“Iya pak, terima kasih atas
bantuannya selama ini. Bapak telah banyak membantu saya apalagi memberikan
materi kuliah pada saya. Saya tidak tau harus membalasnya bagaimana.” Kata Abella.
“Tidak perlu, saya senang bisa
membantu keluarga teman saya. Semoga kuliahmu lancar ya dan mendapat nilai yang
bagus juga.” Kata Arka.
“Terima kasih pak, kalau begitu
saya pamit dulu. Ini ada bingkisan untuk bapak.” Kata Abella member bingkisan
kepada Arka.
“Apa ini? Tidak perlu repot-repot
seperti ini, aku jadi tidak enak dengan kalian.” Kata Arka.
Abella.
“Ah begini saja, bagaimana kalau
kamu mentraktirku makan siang saja?” Tanya Arka.
“Eh boleh, kalau begitu saya
telfon suami saya dulu biar bisa bergabung untuk makan bersama.” Kata Abella.
“Tidak perlu, kita berdua saja,
sambil membicarakan terkait perkuliahan. Adriano pasti sedang sibuk.” Kata Arka.
“Tidak kok, kebetulan suami saya
sedang libur hari ini.” Kata Abella.
“Tidak usah, ayo kita makan siang
sekarang saja.” Kata Arka.
“Eh baiklah, bagaimana jika makan
di kantin saja pak?” Tanya Abella.
__ADS_1
“Jangan, nanti takut dikira ada
apa-apa jika mahasiswa lain melihat kita. Tenang saja aku tidak akan meminta
makanan yang mahal kok hehe.” Kata Arka.
“Memangnya bapak ingin makan
siang dimana?” Tanya Abella.
“Bagaimana jika di resto XM saja?
Disana makanannya sangat enak.” Kata Dava.
“Kenapa aku jadi curiga dengan si
Arka ya? Semoga saja dia tidak macam-macam denganku.” Kata Abella dalam hati.
**
Setibanya di resto XM.
“Biar aku yang memesan makanannya
ya.” Kata Arka.
“Iya pak.” Kata Abella.
“Kamu mau pesan makanan apa?”
Tanya Arka.
“Saya pesan pasta saja pak.” Kata
Abella.
“Baiklah.” Kata Arka. Sembari menunggu
makanan mereka datang, Arka bertanya-tanya kepada Abella.
“Jadi sebenarnya kapan kalian
menikah?” Tanya Arka.
“Saat saya masih sekolah kelas 3
SMA.” Jawab Abella singkat.
“Apakah kalian dijodohkan?” Tanya
Arka.
“Iya, kakek saya dan ayah mas
Adriano saling kenal.” Kata Abella.
“Apakah kalian saling mencintai? Bukankah
usia kalian berbeda sangat jauh?” Tanya Arka.
__ADS_1
“Wah makanannya sudah datang,
kita makan dulu saja pak, saya sudah sangat lapar.” Kata Abella.