Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 98


__ADS_3

Dava menghampiri Abella.


“Tunggu.” Kata Dava.


“Mau apa lagi sih? Aku muak


melihatmu, kenapa sih aku harus bertemu denganmu dan juga istrimu? Jangan-jangan


kamu kuliah juga disini?” Tanya Abella.


“Iya, aku memang kuliah disini


tapi jurusan lain, aku sama sekali tidak menyangka bahwa kita bisa bertemu


kembali. Oh iya aku ingin meminta maaf atas perlakuan istriku padamu.” Kata Dava.


“Tolong ajari istrimu dengan baik


dan jangan muncul di depanku lagi.” Kata Abella.


“Apakah kamu sangat membenciku? Aku


minta maaf padamu.” Kata Dava.


“Aku akan memaafkanmu dengan


syarat jangan pernah muncul lagi di depanku.” Kata Abella.


“Aku selalu ingin bisa bertemu


denganmu.” Kata Dava.


“Aku sudah menikah dan sangat


mencintai suamiku, lagipula kamu juga sudah menikah jadi lebih baik kita tidak


usah saling bertemu dan mari kita jalani hidup masing-masing dengan baik.” Kata


Abella.


“Kamu egois sekali tanpa pernah


memikirkan bagaimana perasanku.” Kata Dava.


“Kamu yang egois karena


mementingkan keinginanmu sendiri. Permisi, aku harus masuk kedalam kelasku


karena jam kuliahku akan segera dimulai dan aku tidak ada waktu untuk orang


sepertimu.” Kata Abella.


“Aku masih menyukaimu Bell.” Kata


Dava.


“Aku muak denganmu.” Bisik Abella


tepat ditelinga Dava dan Anggi melihatnya.

__ADS_1


**


Setelah jam kuliah berakhir,


Abella menemui dosen Arka yang juga teman dekat suaminya.


“Selamat pagi pak.” Kata Abella.


“Iya selamat pagi, hari pertama


kuliah ya?” Tanya Arka.


“Iya pak, terima kasih atas


bantuannya selama ini. Bapak telah banyak membantu saya apalagi memberikan


materi kuliah pada saya. Saya tidak tau harus membalasnya bagaimana.” Kata Abella.


“Tidak perlu, saya senang bisa


membantu keluarga teman saya. Semoga kuliahmu lancar ya dan mendapat nilai yang


bagus juga.” Kata Arka.


“Terima kasih pak, kalau begitu


saya pamit dulu. Ini ada bingkisan untuk bapak.” Kata Abella member bingkisan


kepada Arka.


“Apa ini? Tidak perlu repot-repot


seperti ini, aku jadi tidak enak dengan kalian.” Kata Arka.


Abella.


“Ah begini saja, bagaimana kalau


kamu mentraktirku makan siang saja?” Tanya Arka.


“Eh boleh, kalau begitu saya


telfon suami saya dulu biar bisa bergabung untuk makan bersama.” Kata Abella.


“Tidak perlu, kita berdua saja,


sambil membicarakan terkait perkuliahan. Adriano pasti sedang sibuk.” Kata Arka.


“Tidak kok, kebetulan suami saya


sedang libur hari ini.” Kata Abella.


“Tidak usah, ayo kita makan siang


sekarang saja.” Kata Arka.


“Eh baiklah, bagaimana jika makan


di kantin saja pak?” Tanya Abella.

__ADS_1


“Jangan, nanti takut dikira ada


apa-apa jika mahasiswa lain melihat kita. Tenang saja aku tidak akan meminta


makanan yang mahal kok hehe.” Kata Arka.


“Memangnya bapak ingin makan


siang dimana?” Tanya Abella.


“Bagaimana jika di resto XM saja?


Disana makanannya sangat enak.” Kata Dava.


“Kenapa aku jadi curiga dengan si


Arka ya? Semoga saja dia tidak macam-macam denganku.” Kata Abella dalam hati.


**


Setibanya di resto XM.


“Biar aku yang memesan makanannya


ya.” Kata Arka.


“Iya pak.” Kata Abella.


“Kamu mau pesan makanan apa?”


Tanya Arka.


“Saya pesan pasta saja pak.” Kata


Abella.


“Baiklah.” Kata Arka. Sembari menunggu


makanan mereka datang, Arka bertanya-tanya kepada Abella.


“Jadi sebenarnya kapan kalian


menikah?” Tanya Arka.


“Saat saya masih sekolah kelas 3


SMA.” Jawab Abella singkat.


“Apakah kalian dijodohkan?” Tanya


Arka.


“Iya, kakek saya dan ayah mas


Adriano saling kenal.” Kata Abella.


“Apakah kalian saling mencintai? Bukankah


usia kalian berbeda sangat jauh?” Tanya Arka.

__ADS_1


“Wah makanannya sudah datang,


kita makan dulu saja pak, saya sudah sangat lapar.” Kata Abella.


__ADS_2