
Setelah selesai makan, Arka masih
mencuri-curi waktu untuk saling dekat dengan Abella dengan menanyakan sesuatu
kepada Abella.
“Wah makanannya enak sekali, saya
ke kasir dulu ya pak.” Kata Abella.
“Tunggu sebentar, nanti saja.
Lebih baik kita ngobrol dulu disini.” Kata Arka.
“Memangnya bapak tidak ada jam
mengajar?” Tanya Abella.
“Tidak ada, kebetulan hari ini
jam mengajarku sudah selesai. Oh iya kamu belum menjawab pertanyaanku tadi.” Kata
Arka.
“Saya sangat mencintai suami saya
meskipun di awal saya ragu dan tidak menyukainya namun seiring berjalannya
waktu saya mulai mencintainya.” Kata Abella.
“Benarkah? Wah pasti kalian
berdua sangat romantis.” Kata Arka.
“Hehe tentu saja pak.” Kata Abella.
“Kenapa kalian menyembunyikan
pernikahan kalian? Bahkan aku teman dekat Adriano saja tidak tau kabar bahagia
ini.” Kata Arka.
“Karena saat itu saya masih SMA
jadi masih sulit untuk menerima kenyataan bahwa saya harus menikah di usia yang
sangat muda.” Kata Abella.
“Apakah kamu sangat bangga dengan
Adriano?” Tanya Arka.
“Tentu saja pak, dia sangat setia
dan perhatian padaku meskipun saya sering memperlakukannya tidak baik. Saya jadi
merasa sangat bersalah padanya.” Kata Abella.
__ADS_1
“Apakah kalian berencana untuk
akan segera memiliki seorang anak?” Tanya Arka.
“Sepertinya belum, mungkin nanti
setelah saya lulus kuliah pak. Oh iya apakah bapak berencana akan segera
menikah?” Tanya Abella.
“Masih belum, sepertinya tidak
ada wanita yang mau denganku, mungkin karena aku sudah berumur.” Kata Arka.
“Kenapa bapak bicara seperti itu,
tentu saja banyak wanita yang ingin dengan bapak. Apalagi bapak adalah seorang
dosen.” Kata Abella.
“Buktinya aku masih dengan status
lajang bahkan kekasih saja aku tidak memilikinya. Kasihan sekali kan aku.” Kata
Arka.
“Saya yakin suatu saat bapak akan
menemukan cinta sejati dari seorang wanita yang bisa menerima dan mencintai
bapak apa adanya.” Kata Abella.
aku ini sangat jelek dan tidak pantas untuk mendapatkan kekasih?” Tanya Arka.
“Kenapa bapak bicara seperti itu,
itu tidak benar. Bapak tampan dan sangat pintar.” Kata Abella.
“Lebih tampan siapa menurutmu aku
atau Adriano?” Tanya Arka.
“Eh kenapa bapak bertanya seperti
itu?” Tanya Abella.
“Jawab dong.” Kata Arka.
“Tentu saja saya akan memilih mas
Adriano karena dia adalah suami saya.” Kata Abella.
“Padahal dulu saat SD, SMP dia
sangat culun dan terlihat bodoh. Bahkan sampai SMA saja dia belum pernah
berpacaran hahaha.” Kata Arka.
__ADS_1
“Tapi sekarang dia sudah menjadi
orang dewasa yang sukses.” Kata Abella.
“Tetap saja, bahkan dulu dia
sering sekali menjadi pesuruh padahal dia ddari keluarga yang mapan. Teman-teman
sering memerasnya dan meminta uang darinya dan dia dengan bodohnya memberikan
uang sakunya kepada teman-teman.” Kata Arka.
“Apakah bapak termasuk salah satu
dari mereka? Kenapa bapak tega melakukan itu?” Kata Abella.
“Tentu saja aku tidak melakukannya
dan aku bukan salah satu dari mereka.” Kata Arka.
“Lalu kenapa bapak tidak
melaporkannya kepada guru? Itu termasuk kasus pembulian loh pak.” Kata Abella.
“Aku tidak ingin ikut campur
dengan urusan orang lain.” Kata Arka.
“Tapi bapak ikut menertawakan
orang-orang yang ditindas. Lalu maksud bapak apa tiba-tiba bercerita masa lalu
mas Adriano dan mengatakan dia bodoh?” Tanya Abella.
“Kamu marah padaku? Aku hanya
bercerita saja dan jangan kesal seperti itu.” Kata Arka.
“Karena saya tidak suka jika ada
yang berkata buruk kepada suami saya. Karena kita sudah selesai makan, lebih
baik saya pulang dulu.” Kata Abella.
“BIar aku yang mengantarkanmu
pulang.” Kata Arka.
“Tidak perlu pak, suami saya bisa
menjemputku.” Kata Abella.
“Jangan salah paham seperti itu,
aku sama sekali tidak ada niat buruk dengan Adriano kok. Lagipula kami adalah
teman dekat. Biar saya antar pulang.” Kata Arka.
__ADS_1
“Tidak perlu pak, terima kasih
banyak.” Kata Abella.