
Abella selesai mandi dan dia
kaget karena pintunya tidak bisa dibuka.
“Loh kenapa pintunya tidak bisa
dibuka, apa jangan-jangan terkunci dari luar ya. Aku akan menelfon mas Adriano
saja kalau begitu.” Kata Abella. Dia mencari ponsel miliknya namun tidak
menemukannya.
“Aduh kenapa aku ceroboh sekali,
ponselku tertinggal disamping wastafel, aduh bagaimana ini hari sudah sore dan
pasti kamar mandi ini akan gelap karena saklarnya berada diluar. Tolong aku,
siapapun yang ada diluar tolong aku, aku terkunci didalam kamar mandi.” Teriak Abella
namun tidak ada yang mendengarnya. Abella juga mencoba mendobrak pintunya namun
tidak bisa karena pintunya sangat kuat. Hari semakin gelap dan kamar mandi
Abella juga gelap sehingga dia ketakutan.
“Tolong aku, aku terkunci
didalam.” Teriak Abella sambil menggedor pintu.
**
“Cepat pergilah dan jangan
menemuiku.” Kata Adriano.
“Kamu kenapa sih sangat
membenciku? Apakah semua itu salahku? Apakah kamu akan menyalahkanku?” Tanya
Marisa.
“Aku tidak membencimu tapi tolong
mengertilah. Aku sudah menikah dan jangan berharap bisa kembali lagi padaku. Harus
berapa kali aku mengatakan hal ini padamu?” Kata Adriano kesal.
“Aku menyukaimu, apakah salahku
jika aku menyukaimu?” Tanya Marisa.
“Tentu saja ini salahmu, aku
tidak akan pernah menemuimu kembali dan tolong jangan menggangguku.” Kata Adriano.
Kemudian dia pergi menemui istrinya.
__ADS_1
“Kamu mau pergi kemana?” Tanya Marisa.
“Mencari istriku karena dia belum
balik juga.” Kata Adriano.
“Aku melihat istrimu sedang pergi
ke suatu tempat bersama seorang laki-laki.” Kata Marisa.
“Tidak mungkin, jangan bicara
sembarangan. Aku tidak percaya denganmu.” Kata Adriano.
“Bagaimana setelah kamu melihat
foto ini?” Tanya Marisa menunjukkan foto Abella bersama seorang laki-laki.
“Aku lebih mengenal istriku dan
dia bukanlah wanita yang seperti itu.” Kata Adriano.
“Coba saja kamu menelfonnya, aku
yakin dia tidak akan menerima telfon darimu.” Kata Marisa.
Kemudian Adriano menelfon
istrinya namun tidak ada jawaban.
“Kamu kemana sih.” Gerutu Adriano.
sedang bersama seorang laki-laki. Dia masih sangat muda tentu saja dia masih
labil dan ingin berkencan dengan laki-laki yang seumuran dengannya. Sudahlah lebih
baik kamu disini dan menghabiskan waktu kita berdua.” Kata Marisa, namun
Adriano cemas dengan istrinya. Bahkan dia masih tidak kepikiran dengan
istrinya.
“Aku harus mengeceknya di kamar
mandi untuk memastikannya.” Kata Adriano.
“Tidak usah, biarkan saja.” Cegah
Marisa.
“Lepaskan tanganku.” Kata Adriano.
“Aku tidak ingin kamu terluka,
percayalah padaku.” Kata Marisa.
“Aku akan melihatnya sendiri.” Kata
__ADS_1
Adriano.
Lalu dia segera menuju ke kamar
mandi untuk memastikan istrinya. Setibanya dikamar mandi, dia tidak melihat
satu orangpun, lalu dia keluar. Tiba-tiba dia mendengar suara rintihan,
kemudian dia mendekati sumber suara tersebut.
“Suara apa itu? Seperti suara
orang menangis. Apakah suara hantu ya kan sekarang sudah malam juga.” Kata Adriano
dalam hati. Kemudian dia melihat tas milik istrinya disamping wastafel.
“Loh bukannya ini tas milik
Abella, ini ponsel miliknya. Lalu dia dimana?” Tanya Adriano dalam hati,
kemudian dia memanggil istrinya.
“Abella, apakah kamu disini? Kamu
dimana?” Tanya Adriano.
“Mas Adriano apakah itu kamu? Mas
tolong aku, aku terkunci didalam kamar mandi.” Teriak Abella sambil merintih
ketakutan. Lalu Adriano segera membuka pintunya dan Abella segera berlari dan
memeluk suaminya hingga Adriano terjatuh dan mereka pun saling berpelukan.
“Huhuhu mas aku sangat takut
didalam kamar mandi yang sangat gelap, aku kira aku tidak akan bisa keluar.” Kata
Abella menangis.
“Tenang, kamu aman kok. Kita
kembali yuk ke penginapan.” Kata Adriano sambil menggendong istrinya.
“Jadi tadi aku.” Kata Abella.
“Nanti saja ceritanya, lihatlah
bajumu basah seperti ini. Pakailah jaketku agar tidak masuk angin.” Kata Adriano.
Info :
Jangan lupa like nya ya teman-teman.
__ADS_1
Baca juga cerita novelku yang lain ya : Manua Bersamamu dan Lavera Club : War of Life (terinspirasi dari drama korea the penthouse)
Terima kasih banyak.