
Keesokan harinya, Adriano mengantar Darel pergi ke sekolahnya. Sebelum berangkat ke sekolahnya, Abela menyiapkan sarapan dan bekal untuk anaknya.
“Ma hari ini aku tidak bawa bekal ya.” Kata Darel.
“Lalu nanti makan siangmu bagaimana?” Tanya Abela.
“Aku mau makan siang sama papa, papa bilang hari ini libur.” Kata Abela.
“Lebih baik bawa bekal saja sayang, meskipun papa hari ini libur tapi papa juga pasti ada hal yang harus dilakukan. Mama sudah pernah bilang kan sama Darel untuk tidak selalu bergantung pada orang lain, nanti kalau tiba-tiba papa tidak bisa makan siang denganmu bagaimana? Kamu bukan lagi anak TK yang makan saja selalu di awasi dan harus di suapi kan. Mama sudah menyiapkan bekal makan untukmu, kalau kamu tidak mau membawanya ya terserah Darel, Darel sudah besar kan jadi bisa tau apa yang harus Darel lakukan.” Kata Abela, dia selalu mengajarkan kepada anaknya untuk belajar mengurus dirinya sendiri dan juga tidak selalu bergantung kepada orang lain namun Abela juga selalu memantau anaknya dan memberikan kasih sayang serta support untuk anaknya.
“Ayo kita berangkat.” Kata Adriano.
“Baik pa, Darel berangkat dulu ya ma.” Kata Darel kepada Abela.
“Iya sayang, semangat ya sekolahnya. Nanti pulangnya mama yang akan menjemputmu.” Kata Abela sambil memeluk Darel.
“Biar aku saja yang menjemput Darel.” Kata Adriano.
“Baiklah kalau begitu.” Kata Abela. Kemudian Adriano memeluk dan mencium kening Abela.
“Lepaskan aku.” Bisik Abela.
“I love you istriku.” Bisik Adriano.
“Cepat berangkatlah.” Bisik Abela sambil melepaskan pelukan suaminya.
**
__ADS_1
Setelah Adriano mengantar anaknya, dia pergi ke apartemen Ariana. Setibanya di apartemen Ariana.
“Akhirnya kamu datang juga, kamu tidak menjawab panggilanku maupun membalas pesanku. Aku memasak makanan favoritmu, kamu mau makan tidak? Aku siapkan ya.” Kata Ariana.
“Aku sudah makan.” Kata Adriano.
“Cepat ganti pakaianmu dan ikut aku ke suatu tempat.” Kata Adriano.
“Kita mau kemana memangnya? Apakah kamu akan mengajakku untuk menikah mas?” Tanya Ariana.
“Cepat ganti pakaianmu.” Kata Adriano.
“Baiklah, tunggu sebentar.” Kata Ariana.
Ketika Ariana berganti pakaian, Adriano menelfon istrinya.
“Hallo sayang kamu dimana sekarang?” Tanya Adriano.
“Aku ingin menemuimu dan Nando sekarang juga.” Kata Adriano.
“What? Menemuiku dan Nando? Kenapa tiba-tiba mengajak bertemu dengan Nando? Nando sama sekali tidak mengetahui masalah yang terjadi diantara kita dan aku juga tidak ada hubungan apapun dengannya, jangan berbuat sesukamu mas.” Kata Abela.
“Aku akan menemuimu di restoran Castle ruang vip jam 11 siang, aku akan menunggumu sampai kamu datang.” Kata Adriano.
“Aku sedang sibuk, aku bahkan ada jadwal siaran.” Kata Abela.
“Kalau kamu tidak bisa, aku akan menghampirimu ke kantormu.” Kata Adriano.
__ADS_1
“Ok ok aku dan Nando akan menemuimu.” Kata Abela.
“Baiklah, aku tunggu disana.” Kata Adriano.
Setelah selesai menelfon istrinya, Adriano dan Ariana pergi ke restoran tersebut.
Didalam mobil,
“Kita mau kemana memangnya?” Tanya Ariana.
“Menemui istriku dan seseorang yang sedang aku curigai.” Kata Adriano.
“Siapa memangnya? Selingkuhan istrimu mas?” Tanya Ariana.
“Aku tidak mengerti tapi aku mencurigainya, dia sering menemui istriku.” Kata Adriano.
“Lalu kamu akan menyalahkan istrimu dan menuduh istrimu didepan laki-laki itu? Itu sama saja mempermalukan harga diri istrimu mas.” Kata Ariana.
“Dia menyalahkanku jadi aku juga berhak menyalahkannya, kemarin dia memojokkanku bahkan menghampirimu.” Kata Adriano.
“Lalu apa rencanamu dengan istrimu? Apakah kamu akan kembali lagi atau berpisah darinya? Kemarin istrimu bilang akan melepasmu kan, aku bisa kok mas membesarkan Darel dan menyayanginya layaknya anak kandungku sendiri.” Kata Ariana.
“Aku akan memutuskannya setelah pertemuan nanti.” Kata Adriano.
“Aku tidak bisa melepaskanmu mas bahkan aku tidak bisa hidup tanpamu mas.” Kata Ariana.
“Bersabarlah dulu.” Kata Adriano sambil menggenggam tangan Ariana.
__ADS_1
“Apakah aku nanti ikut bertemu dengan mereka juga?” Tanya Ariana.
“Tentu saja.” Kata Adriano.