Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 142


__ADS_3

Abella menghampiri Aira.


“Bu Aira.” Kata Abella.


“A A Abella.” Kata Aira.


“Sedang apa ibu disini? Bukankah


bu Aira sedang di Singapore bersama Marcelo?” Tanya Abella.


“Oh iya, kebetulan aku sedang


berkunjung ke rumah temanku disini. Bagaimana kebarmu?” Tanya Aira.


“Baik, bu Aira ke Jakarta sama


Marcelo juga? Lalu dimana Marcelo sekarang?” Tanya Abella.


“Aku datang sendiri, bagaimana


kalau kita makan bersama.” Ajak Aira.


“Boleh.” Kata Abella.


Saat Abella berjalan menuruni


tangga, Aira mendorong Abella hingga dia pingsan. Kemudian Aira segera


membawanya ke rumah sakit dan menelfon anaknya untuk segera datang.


“Apa yang mama lakukan? Mama


benar-benar keterlaluan, bagaimana kalau terjadi hal buruk padanya?” Tanya


Adriano palsu.


“Mama melakukan ini demi


melindungimu, dia melihat mama dan pasti dia akan berpikir sesuatu atau curiga


denganmu. Nanti saat dia sadar, bilang saja kalau dia tidak pernah melihatku,


dan dia hanya halusinasi saja. Apakah kamu mengerti? Kalau begitu mama pergi


dulu.” Kata Aira.


“Baiklah, hati-hati ya ma.” Kata


Adriano palsu.


**


Abella terbangun, dia kaget

__ADS_1


karena berada di rumah sakit.


“Aku dimana?” Tanya Abella.


“Sayang, kamu sudah bangun.” Kata


Adriano palsu sambil memeluk Abella.


“Kenapa aku ada disini? Tadi aku


bertemu dengan.” Kata Abella kebingungan.


“Tadi kamu pingsan di mall


sayang, lalu satpam membawamu ke rumah sakit. Beruntung aku segera datang


kesini, kamu jangan berfikir yang macam-macam ya sayang dan jangan kelelahan.” Kata


Adriano palsu.


“Tadi aku bertemu dengan bu Aira


mas, ibunya Marcelo. Tadi aku mengajaknya makan bersama tapi tiba-tiba aku


pingsan.” Kata Abella.


“Mana mungkin bu Aira di Jakarta,


dia jelas-jelas ada di Singapore. Barusan dia mengirim foto bersama Marcelo


palsu.


“Aku yakin sekali mas, aku tadi


bertemu dengan bu Aira. Kamu percaya padaku kan mas? Aku sama sekali tidak


halusinasi, seharusnya tadi aku mengambil foto dia. Mas jangan-jangan dia mau


balas dendam lagi pada kita.” Kata Abella.


“Tidak sayang, aku telfon bu Aira


sekarang ya kalau begitu.” Kata Adriano palsu.


“Tidak perlu, lagipula kamu tidak


percaya padaku.” Gerutu Abella.


“Aku tentu saja percaya padamu


sayang, tapi bu Aira tidak di Jakarta, dia ada di Singapore. Aku akan meminta


share lokasi dia ya kalau begitu.” Kata Adriano palsu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Aira mengirim


lokasi dia ke Adriano palsu.


“Lihat ini sayang, lokasi bu Aira


saat ini ada di Singapore.” Kata Adriano palsu sambil menunjukkan pesan Aira


kepada Abella.


“Apa? Tidak mungkin. Aku melihatnya


dengan jelas tadi. Cepat telfon dia, aku ingin bicara dengannya mas.” Kata


Abella.


“Baiklah.” Kata Adriano palsu.


Kemudian Adriano palsu menelfon


Aira.


“Hallo bu, Abella ingin bicara


sama ibu.” Kata Adriano palsu.


“Hallo bu, ini aku Abella.” Kata


Abella.


“Iya, ada apa?” Tanya Aira,


“Bu, tadi ibu sedang ada di mall


X kan? Tadi kita bertemu kan bu? Bahkan tadi ibu mengajak makan bersama.” Kata Abella.


“Bertemu? Tidak mungkin, dari


tadi pagi ibu ada dirumah kok. Ibu saja saat ini lagi di Singapore mana mungkin


kita tadi bertemu. Pasti kamu salah lihat sayang.” Kata Aira.


“Aku tidak mungkin salah lihat,


ibu jangan berbohong padaku. Ibu ada di Jakarta kan saat ini.” Kata Abella.


“Tidak sayang, ibu saat ini


sedang ada di Singapore. Mungkin orang yang kamu lihat tadi sangat mirip dengan


ibu, tapi ibu saat ini tidak di Jakarta.” Kata Aira.


Abella pun semakin bingung dengan

__ADS_1


situasi tersebut, dia terus kepikiran.


__ADS_2