
Dani menyuruh
Marcelo untuk kembali pulang.
“Papa akan
menemuimu dan juga ibumu, tapi tolong rahasiakan ini ya agar istri papa tidak
mengetahuinya. Sekarang kamu kembalilah pulang dulu ya.” Kata Dani.
“Baik pa.” Kata
Marcelo.
Keesokan
harinya, Dani pergi menemui Marcelo dan ibunya.
“Papa mau pergi
kemana?” Tanya Adriano.
“Papa mau
menemui Marcelo, karena bagaimanapun dia adalah anak papa dan juga kakak
kandungmu.” Kata Dani.
“Bagaimana jika
mama memergoki papa?” Tanya Adriano.
“Mama tidak akan
mengetahui jika kamu tutup mulut. Kakakmu selama ini tidak pernah papa
perhatikan dan sekarang papa ingin sedikit memperhatikan kakakmu, kalian berdua
adalah anak-anak papa yang sangat papa sayang, kamu mengerti kan maksud papa?”
Tanya Dani.
“Pergilah pa,
aku tidak akan menceritakan hal ini kepada mama. Tapi berjanjilah satu hal
padaku bahwa papa tidak akan meninggalkan aku dan juga mama sampai kapanpun.”
Kata Adriano.
“Iya sayang
pasti, papa berangkat dulu ya. Terima kasih banyak sayang.” Kata Dani.
**
Dua tahun
kemudian, Adriano terkena penyakit yang cukup serius dan dia membutuhkan donor
sumsum tulang belakang dan nyawanya juga terancam.
“Pa tolong
lakukan apapun demi kesembuhan anak kita.” Kata Anindya sambil terus menangis.
“Aku akan
mencari donor untuk anak kita.” Kata Dani.
“Disaat seperti
ini kenapa aku tidak bisa menolong anakku sendiri huhuhu.” Kata Anindya.
“Kata dokter
kondisimu juga tidak memungkinkan sayang begitu juga denganku.” Kata Dani.
“Mas, suruh
anakmu yang mendonorkan untuk Adriano.” Kata Anindya.
__ADS_1
“Tidak, dia
selama ini sudah hidup tanpa aku. Tidak mungkin tiba-tiba aku datang lalu
memintanya untuk melakukan hal ini. Kita cari pendonor lain saja ya.” Kata
Dani.
“Bujuk dia mas
agar dia mau, dia harus berkorban untuk adiknya. Kalau kamu tidak bisa
membujuknya biar aku saja yang membujuknya mas. Aku akan pergi kesana.” Kata
Anindya.
“Tunggu sayang,
jangan lakukan hal itu.” Kata Dani.
“Kenapa?
buktikan kalau kamu sayang pada Adriano, pokoknya dia harus mendonorkan untuk
anak kita. Selama ini aku sudah cukup sabar untuk menjadi istrimu dan menerima
semua kebohonganmu.” Kata Anindya.
“Baiklah
baiklah, aku akan melakukannya. Aku akan membujuk Marcelo.” Kata Dani.
Akhirnya mereka
berdua pergi kerumah Aira. Setibanya dirumah Aira.
“Dimana
Marcelo?” Tanya Dani.
“Dia sedang
kalian berdua.” Kata Aira.
“Tolong aku
Aira, tolong anakku.” Kata Anindya memohon kepada Aira.
“Apa yang kamu
lakukan? Tidak biasanya kamu memohon seperti ini padaku.” Kata Aira.
“Aku butuh
bantuan Marcelo kali ini, aku berjanji tidak akan melarang Marcelo untuk
bertemu dengan ayah kandungnya.” Kata Anindya.
“Memangnya apa
yang kamu inginkan dariku?” Tanya Aira.
“Aku butuh bantuan anakmu.” Kata Anindya.
“Apa lagi yang kalian inginkan? Bukankah sudah cukup kamu melarang anakku
bertemu dengan ayah kandungnya?” Tanya Aira.
“Aku butuh donor sumsum tulang belakang untuk Adriano, hanya Marcelo yang
bisa menolongnya.” Kata Anindya.
“Apa kamu bilang? Jangan harap kalian bisa mendapatkannya, tega sekali
kalian berdua. Anakku dilahirkan bukan untuk kalian manfaatkan, sudah cukup apa
yang kalian lakukan padanya waktu itu. Pergi dari rumahku sekarang juga.” Kata Aira.
“Tolong aku Aira.” Kata Dani sambil berlutut didepan Aira.
“Papa.” Kata Marcelo tiba-tiba datang.
__ADS_1
“Marcelo tolong papa, adikmu sedang sakit keras dan dia membutuhkanmu.” Kata
Dani.
“Memangnya dia kenapa?” Tanya Marcelo.
“Masuk kamar dan jangan dengarkan papa kamu.” kata Aira.
“Adikmu butuh donor sumsum tulang belakang, aku butuh bantuanmu. Setelah ini
aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan termasuk tinggal bersama papa
kamu.” kata Anindya.
“Benarkah?” Tanya Marcelo.
“Tentu saja, kita adalah keluarga.” Kata Dani.
“Baiklah pa, aku akan menolong adikku. Aku sangat ingin tinggal bersama
papa, aku ingin tinggal dirumah mewah itu pa.” Kata Marcelo.
“Tidak, mama tidak akan mengijinkanmu. Mama bisa membiayai kamu sayang.” Kata
Aira.
“Dengan cara apa ma? Bahkan aku tidak bisa mengikuti les privat.” Kata Marcelo.
“Kamu ingin sekolah di sekolah seni kan? Aku akan mengusahakanmu untuk bisa
diterima di sekolah itu.” Kata Anindya.
“Benarkah? Aku sangat ingin sekolah di sekolah musik.” Kata Marcelo.
“Aku akan mengirimkanmu ke sekolah musik bergengsi di luar negeri.” Kata Anindya.
“Tapi aku ingin sekolah disini agar bisa tinggal dengan papa.” Kata Marcelo.
“Baiklah, papa akan mengusahakannya.” Kata Dani.
“Terima kasih banyak pa.” Kata Marcelo.
“Tidak bisa, mama tidak akan mengijinkannya.” Kata Aira.
“Ma selama ini impianku adalah bisa sekolah di sekolah seni musik, mama
tidak pernah bisa memasukkanku di sekolah itu karena biaya nya sangat mahal.” Kata
Marcelo.
“Kamu adalah siswa yang sangat berbakat, jadi mama yakin pasti kamu bisa
sekolah disana dengan bakatmu.” Kata Aira.
“Bakat akan kalah dengan uang dan kekuasaan ma.” Kata Marcelo.
“Bersiaplah, mari kita pergi ke rumah sakit setelah itu aku akan mendaftarkanmu
ke sekolah itu.” Kata Anindya.
**
Setibanya dirumah sakit, Marcelo segera memasuki ke ruang operasi untuk
mendonorkan sumsum tulang belakangnya kepada Adriano. Aira menangis karena dia
merasa gagal dalam melindungi anaknya.
“Aku akan menepati janjiku setelah ini, aku akan melakukan apapun demi
keinginan Marcelo.” Kata Dani. Aira menampar pipi Dani dengan sekeras-kerasnya.
“Ini baru permulaan, aku akan membuat hidupmu menderita.” Kata Aira.
“Lihat saja, aku juga tidak akan membiarkanmu menghancurkan hidupku.” Kata Dani
dalam hati.
Beberapa jam kemudian, operasi selesai dan berhasil. Keduanya segera
dipindahkan di ruang inap vip.
__ADS_1