Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 128


__ADS_3

Dani menyuruh


Marcelo untuk kembali pulang.


“Papa akan


menemuimu dan juga ibumu, tapi tolong rahasiakan ini ya agar istri papa tidak


mengetahuinya. Sekarang kamu kembalilah pulang dulu ya.” Kata Dani.


“Baik pa.” Kata


Marcelo.


Keesokan


harinya, Dani pergi menemui Marcelo dan ibunya.


“Papa mau pergi


kemana?” Tanya Adriano.


“Papa mau


menemui Marcelo, karena bagaimanapun dia adalah anak papa dan juga kakak


kandungmu.” Kata Dani.


“Bagaimana jika


mama memergoki papa?” Tanya Adriano.


“Mama tidak akan


mengetahui jika kamu tutup mulut. Kakakmu selama ini tidak pernah papa


perhatikan dan sekarang papa ingin sedikit memperhatikan kakakmu, kalian berdua


adalah anak-anak papa yang sangat papa sayang, kamu mengerti kan maksud papa?”


Tanya Dani.


“Pergilah pa,


aku tidak akan menceritakan hal ini kepada mama. Tapi berjanjilah satu hal


padaku bahwa papa tidak akan meninggalkan aku dan juga mama sampai kapanpun.”


Kata Adriano.


“Iya sayang


pasti, papa berangkat dulu ya. Terima kasih banyak sayang.” Kata Dani.


**


Dua tahun


kemudian, Adriano terkena penyakit yang cukup serius dan dia membutuhkan donor


sumsum tulang belakang dan nyawanya juga terancam.


“Pa tolong


lakukan apapun demi kesembuhan anak kita.” Kata Anindya sambil terus menangis.


“Aku akan


mencari donor untuk anak kita.” Kata Dani.


“Disaat seperti


ini kenapa aku tidak bisa menolong anakku sendiri huhuhu.” Kata Anindya.


“Kata dokter


kondisimu juga tidak memungkinkan sayang begitu juga denganku.” Kata Dani.


“Mas, suruh


anakmu yang mendonorkan untuk Adriano.” Kata Anindya.

__ADS_1


“Tidak, dia


selama ini sudah hidup tanpa aku. Tidak mungkin tiba-tiba aku datang lalu


memintanya untuk melakukan hal ini. Kita cari pendonor lain saja ya.” Kata


Dani.


“Bujuk dia mas


agar dia mau, dia harus berkorban untuk adiknya. Kalau kamu tidak bisa


membujuknya biar aku saja yang membujuknya mas. Aku akan pergi kesana.” Kata


Anindya.


“Tunggu sayang,


jangan lakukan hal itu.” Kata Dani.


“Kenapa?


buktikan kalau kamu sayang pada Adriano, pokoknya dia harus mendonorkan untuk


anak kita. Selama ini aku sudah cukup sabar untuk menjadi istrimu dan menerima


semua kebohonganmu.” Kata Anindya.


“Baiklah


baiklah, aku akan melakukannya. Aku akan membujuk Marcelo.” Kata Dani.


Akhirnya mereka


berdua pergi kerumah Aira. Setibanya dirumah Aira.


“Dimana


Marcelo?” Tanya Dani.


“Dia sedang


kalian berdua.” Kata Aira.


“Tolong aku


Aira, tolong anakku.” Kata Anindya memohon kepada Aira.


“Apa yang kamu


lakukan? Tidak biasanya kamu memohon seperti ini padaku.” Kata Aira.


“Aku butuh


bantuan Marcelo kali ini, aku berjanji tidak akan melarang Marcelo untuk


bertemu dengan ayah kandungnya.” Kata Anindya.


“Memangnya apa


yang kamu inginkan dariku?” Tanya Aira.


“Aku butuh bantuan anakmu.” Kata Anindya.


“Apa lagi yang kalian inginkan? Bukankah sudah cukup kamu melarang anakku


bertemu dengan ayah kandungnya?” Tanya Aira.


“Aku butuh donor sumsum tulang belakang untuk Adriano, hanya Marcelo yang


bisa menolongnya.” Kata Anindya.


“Apa kamu bilang? Jangan harap kalian bisa mendapatkannya, tega sekali


kalian berdua. Anakku dilahirkan bukan untuk kalian manfaatkan, sudah cukup apa


yang kalian lakukan padanya waktu itu. Pergi dari rumahku sekarang juga.” Kata Aira.


“Tolong aku Aira.” Kata Dani sambil berlutut didepan Aira.


“Papa.” Kata Marcelo tiba-tiba datang.

__ADS_1


“Marcelo tolong papa, adikmu sedang sakit keras dan dia membutuhkanmu.” Kata


Dani.


“Memangnya dia kenapa?” Tanya Marcelo.


“Masuk kamar dan jangan dengarkan papa kamu.” kata Aira.


“Adikmu butuh donor sumsum tulang belakang, aku butuh bantuanmu. Setelah ini


aku akan memberikan apapun yang kamu inginkan termasuk tinggal bersama papa


kamu.” kata Anindya.


“Benarkah?” Tanya Marcelo.


“Tentu saja, kita adalah keluarga.” Kata Dani.


“Baiklah pa, aku akan menolong adikku. Aku sangat ingin tinggal bersama


papa, aku ingin tinggal dirumah mewah itu pa.” Kata Marcelo.


“Tidak, mama tidak akan mengijinkanmu. Mama bisa membiayai kamu sayang.” Kata


Aira.


“Dengan cara apa ma? Bahkan aku tidak bisa mengikuti les privat.” Kata Marcelo.


“Kamu ingin sekolah di sekolah seni kan? Aku akan mengusahakanmu untuk bisa


diterima di sekolah itu.” Kata Anindya.


“Benarkah? Aku sangat ingin sekolah di sekolah musik.” Kata Marcelo.


“Aku akan mengirimkanmu ke sekolah musik bergengsi di luar negeri.” Kata Anindya.


“Tapi aku ingin sekolah disini agar bisa tinggal dengan papa.” Kata Marcelo.


“Baiklah, papa akan mengusahakannya.” Kata Dani.


“Terima kasih banyak pa.” Kata Marcelo.


“Tidak bisa, mama tidak akan mengijinkannya.” Kata Aira.


“Ma selama ini impianku adalah bisa sekolah di sekolah seni musik, mama


tidak pernah bisa memasukkanku di sekolah itu karena biaya nya sangat mahal.” Kata


Marcelo.


“Kamu adalah siswa yang sangat berbakat, jadi mama yakin pasti kamu bisa


sekolah disana dengan bakatmu.” Kata Aira.


“Bakat akan kalah dengan uang dan kekuasaan ma.” Kata Marcelo.


“Bersiaplah, mari kita pergi ke rumah sakit setelah itu aku akan mendaftarkanmu


ke sekolah itu.” Kata Anindya.


**


Setibanya dirumah sakit, Marcelo segera memasuki ke ruang operasi untuk


mendonorkan sumsum tulang belakangnya kepada Adriano. Aira menangis karena dia


merasa gagal dalam melindungi anaknya.


“Aku akan menepati janjiku setelah ini, aku akan melakukan apapun demi


keinginan Marcelo.” Kata Dani. Aira menampar pipi Dani dengan sekeras-kerasnya.


“Ini baru permulaan, aku akan membuat hidupmu menderita.” Kata Aira.


“Lihat saja, aku juga tidak akan membiarkanmu menghancurkan hidupku.” Kata Dani


dalam hati.


Beberapa jam kemudian, operasi selesai dan berhasil. Keduanya segera


dipindahkan di ruang inap vip.

__ADS_1


__ADS_2