
Keesokan paginya, Abella bangun
terlebih dahulu. Dia memasak untuk suaminya. Namun suaminya tiba-tiba
menghampirinya ke dapur untuk melarangnya memasak.
“Mau ngapain kamu?” Tanya
Adriano.
“Mau masak mas.” Kata Abella.
“Keluar yuk, kita jalan-jalan di
sekitar kompleks. Jalan sehat bersama.” Kata Adriano.
“Tapi langit masih gelap sayang.”
Kata Abella.
“Kan ada aku, ayo cepat ganti
bajumu.” Kata Adriano.
“Tunggu sebentar.” Kata Abella.
Setelah itu, Abella dan Adriano
jalan pagi bersama di sekitar kompleks rumah mereka.
“Kamu bawa apa itu mas?” Tanya
Abella.
“Aku bawa air putih hangat
untukmu. Kamu harus banyak minum air putih selama hamil.” Kata Adriano.
“Iya iya, jalanan masih sepi mas.
Sepertinya hanya kita saja yang jalan-jalan.” Kata Abella.
“Tidak apa-apa, jam segini
udaranya sangat bagus untukmu.” Kata Adriano.
“Dingin mas.” Kata Abella.
“Sini aku pakaikan jaket untukmu,
pakai syal juga agar tetap hangat. Jangan pakai baju yang pendek. Kamu malah
pakai rok pendek seperti ini astaga. Kamu mau pamer ke siapa memangnya hah?”
Gerutu Adriano.
__ADS_1
“Aku nggak suka kalau pakai
celana mas, seperti ada yang mengganjal. Aku lebih suka pakai rok apalagi yang
dres panjang maupun dres pendek.” Kata Abella.
“Tapi kalau keluar sendiri jangan
pakai dres pendek. Aku tidak suka, karena pasti banyak yang melihatmu.” Kata
Adriano.
“Hahaha jadi kamu cemburu. Mana
ada laki-laki yang mendekati ibu hamil mas mas.” Gerutu Abella.
“Jangan salah, aura ibu hamil itu
benar-benar memikat karena terlihat lebih segar dan seksi kalau menurutku dan
beberapa kaum adam.” Kata Adriano.
“Hmmmm kalau itu pasti hanya
menurutmu saja kali mas.” Kata Abella.
“Kamu tidak ingin ikut kelas yoga
ibu hamil sayang?” Tanya Adriano.
aku tidak mau sendirian mas. Aku ingin kamu ikut juga.” Kata Abella.
“Iya, aku akan menemani kamu ikut
kelas yoga khusus ibu hamil.” Kata Adriano.
“Yeeee terima kasih sayang. Kita
istirahat sebentar yuk mas, aku capek.” Kata Abella.
“Iya kita duduk ditaman sebelah
sana saja.” Kata Adriano.
Setibanya di taman. Adriano
memijat kaki istrinya.
“Sudah mas, nanti kamu capek.”
Kata Abella.
“Kamu justru yang lebih capek
karena mengandung anak kita, aku memang tidak ikut merasakan bagaimana rasanya
__ADS_1
mengandung, makanya aku sebisa mungkin menjadi suami siaga dan harus bisa
menggantikan semua pekerjaan rumah tangga.” Kata Adriano.
“Kamu jangan bicara begitu mas,
aku yang harusnya mengerjakan urusan pekerjaan rumah tangga tapi kamu selalu
melarangku.” Kata Abella.
“Ingat pesanku, tugasmu adalah
banyak istirahat, olahraga ringan dan makan. Urusan makan biar aku yang
mengatur agar. Aku kan juga belajar mencari tau makanan apa saja yang baik dikonsumsi
sama ibu hamil.” Kata Adriano.
“Kalau kamu sedang bekerja
bagaimana denganku mas?” Tanya Abella.
“Bagaimana jika kita mencari
asisten rumah tangga saja?” Tanya Adriano.
“Tapi aku takut mas kalau ada
orang asing didalam rumah kita.” Kata Abella.
“Biar mama yang mencarikannya.
Nanti setelah kamu melahirkan bagaimana jika mama tinggal bersama kita agar
bisa membantu merawat anak kita?” Tanya Adriano.
“Aku bisa mengurus anakku sendiri
tanpa bantuan orang lain mas, aku tidak mau jika orang lain meskipun itu mama
terlalu ikut campur dalam merawat dan mendidik anakku. Kalau masalah anak biar
kita sendiri yang mengurusnya, tapi kalau masalah pekerjaan rumah tangga boleh
lah kita menggunakan tenaga ART.” Kata Abella.
“Baiklah kalau begitu, tapi
biarkan mama juga ikut menggantikanmu merawat anak kita. Misalnya saat aku
bekerja, lalu saat kamu ingin pergi mandi atau makan, biar bisa bergantian
dengan mama. Boleh ya?” Tanya Adriano.
“Iya deh mas.” Kata Abella.
__ADS_1