Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 111


__ADS_3

Keesokan paginya, Abella bangun


terlebih dahulu. Dia memasak untuk suaminya. Namun suaminya tiba-tiba


menghampirinya ke dapur untuk melarangnya memasak.


“Mau ngapain kamu?” Tanya


Adriano.


“Mau masak mas.” Kata Abella.


“Keluar yuk, kita jalan-jalan di


sekitar kompleks. Jalan sehat bersama.” Kata Adriano.


“Tapi langit masih gelap sayang.”


Kata Abella.


“Kan ada aku, ayo cepat ganti


bajumu.” Kata Adriano.


“Tunggu sebentar.” Kata Abella.


Setelah itu, Abella dan Adriano


jalan pagi bersama di sekitar kompleks rumah mereka.


“Kamu bawa apa itu mas?” Tanya


Abella.


“Aku bawa air putih hangat


untukmu. Kamu harus banyak minum air putih selama hamil.” Kata Adriano.


“Iya iya, jalanan masih sepi mas.


Sepertinya hanya kita saja yang jalan-jalan.” Kata Abella.


“Tidak apa-apa, jam segini


udaranya sangat bagus untukmu.” Kata Adriano.


“Dingin mas.” Kata Abella.


“Sini aku pakaikan jaket untukmu,


pakai syal juga agar tetap hangat. Jangan pakai baju yang pendek. Kamu malah


pakai rok pendek seperti ini astaga. Kamu mau pamer ke siapa memangnya hah?”


Gerutu Adriano.

__ADS_1


“Aku nggak suka kalau pakai


celana mas, seperti ada yang mengganjal. Aku lebih suka pakai rok apalagi yang


dres panjang maupun dres pendek.” Kata Abella.


“Tapi kalau keluar sendiri jangan


pakai dres pendek. Aku tidak suka, karena pasti banyak yang melihatmu.” Kata


Adriano.


“Hahaha jadi kamu cemburu. Mana


ada laki-laki yang mendekati ibu hamil mas mas.” Gerutu Abella.


“Jangan salah, aura ibu hamil itu


benar-benar memikat karena terlihat lebih segar dan seksi kalau menurutku dan


beberapa kaum adam.” Kata Adriano.


“Hmmmm kalau itu pasti hanya


menurutmu saja kali mas.” Kata Abella.


“Kamu tidak ingin ikut kelas yoga


ibu hamil sayang?” Tanya Adriano.


aku tidak mau sendirian mas. Aku ingin kamu ikut juga.” Kata Abella.


“Iya, aku akan menemani kamu ikut


kelas yoga khusus ibu hamil.” Kata Adriano.


“Yeeee terima kasih sayang. Kita


istirahat sebentar yuk mas, aku capek.” Kata Abella.


“Iya kita duduk ditaman sebelah


sana saja.” Kata Adriano.


Setibanya di taman. Adriano


memijat kaki istrinya.


“Sudah mas, nanti kamu capek.”


Kata Abella.


“Kamu justru yang lebih capek


karena mengandung anak kita, aku memang tidak ikut merasakan bagaimana rasanya

__ADS_1


mengandung, makanya aku sebisa mungkin menjadi suami siaga dan harus bisa


menggantikan semua pekerjaan rumah tangga.” Kata Adriano.


“Kamu jangan bicara begitu mas,


aku yang harusnya mengerjakan urusan pekerjaan rumah tangga tapi kamu selalu


melarangku.” Kata Abella.


“Ingat pesanku, tugasmu adalah


banyak istirahat, olahraga ringan dan makan. Urusan makan biar aku yang


mengatur agar. Aku kan juga belajar mencari tau makanan apa saja yang baik dikonsumsi


sama ibu hamil.” Kata Adriano.


“Kalau kamu sedang bekerja


bagaimana denganku mas?” Tanya Abella.


“Bagaimana jika kita mencari


asisten rumah tangga saja?” Tanya Adriano.


“Tapi aku takut mas kalau ada


orang asing didalam rumah kita.” Kata Abella.


“Biar mama yang mencarikannya.


Nanti setelah kamu melahirkan bagaimana jika mama tinggal bersama kita agar


bisa membantu merawat anak kita?” Tanya Adriano.


“Aku bisa mengurus anakku sendiri


tanpa bantuan orang lain mas, aku tidak mau jika orang lain meskipun itu mama


terlalu ikut campur dalam merawat dan mendidik anakku. Kalau masalah anak biar


kita sendiri yang mengurusnya, tapi kalau masalah pekerjaan rumah tangga boleh


lah kita menggunakan tenaga ART.” Kata Abella.


“Baiklah kalau begitu, tapi


biarkan mama juga ikut menggantikanmu merawat anak kita. Misalnya saat aku


bekerja, lalu saat kamu ingin pergi mandi atau makan, biar bisa bergantian


dengan mama. Boleh ya?” Tanya Adriano.


“Iya deh mas.” Kata Abella.

__ADS_1


__ADS_2