Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
The Secret Episode 21


__ADS_3

Tiara, Nadia dan Fardan merayakan pesta ulang tahun Fardan, namun Tiara merasa sangat canggung dengan suasana tersebut, Nadia bahkan asyik minum minuman.


“Tiara ayo minum sampai pagi.” Kata Nadia.


“Aku tidak minum.” Kata Tiara.


“Ayolah, sedikit saja. Sayang kamu harus minum juga dong.” Kata Nadia sambil menyodorkan minuman kepada Fardan.


“Ayo pulang, kamu sangat mabuk.” Kata Fardan.


“Aku tidak mabuk, aku sadar kok. Ayo kita minum sampai pagi yeeeeeee.” Teriak Nadia.


“Lebih baik antarkan dia pulang saja, aku juga akan pulang sekarang.” Kata Tiara.


“Mana kunci mobilmu?” Tanya Fardan kepada Tiara.


“Apa?” Tanya Tiara kebingungan.


“Kamu menyuruhku untuk mengantar Nadia pulang kan? Pinjamkan aku mobilmu.” Kata Fardan,


“Biar aku saja yang mengantar Nadia pulang.” Kata Tiara.


Tanpa banyak bicara, Fardan menggendong Nadia lalu memasukkannya kedalam mobil Tiara. Namun Fardan juga ikut masuk kedalam mobil Tiara.


“Ayo cepat jalan.” Kata Fardan yang duduk di kursi depan.


“Kamu ikut mengantar Nadia juga? Aku bisa kok.” Kata Tiara.


“Tempat tinggal Nadia melalui banyak tangga, cepat antarkan sekarang juga.” Kata Fardan.

__ADS_1


“Ah i iya baiklah.” Kata Tiara lalu dia segera mengemudi menuju ke tempat tinggal Nadia.


Setibanya di tempat tinggal Nadia.


“Biar aku bantu bawakan tas milik Nadia.” Kata Tiara.


Kemudian Fardan langsung membawa Nadia sampai ke dalam tempat tinggalnya.


“Kamu tau kata sandi tempat Nadia?” Tanya Tiara.


“Tau.” Jawab Fardan singkat.


Setelah Fardan merebahkan Nadia di tempat tidurnya, Fardan dan Tiara segera keluar dari tempat tinggal Nadia.


“Terima kasih banyak, aku balik dulu ya.” Kata Tiara.


“Antarkan aku pulang.” Kata Fardan.


“Apa? Kenapa kamu tidak naik taksi saja?” Tanya Tiara.


“Kamu yang menyuruhku untuk mengantar Nadia kan jadi kamu harus bertanggungjawab untuk mengantarku kembali pulang.” Kata Fardan.


“Ok aku akan mengantarmu pulang, masuklah.” Kata Tiara.


“Biar aku saja yang mengemudi, kamu sangat lama kalau mengemudi.” Kata Fardan.


“Dasar tidak sopan.” Gerutu Tiara.


**

__ADS_1


Keesokan harinya.


Tiara sedang memasak untuk sarapan dan akan dibawa ke sekolah putrinya untuk makan bersama. Selesai masak, Tiara menelfon suaminya.


“Hallo mas, kamu sangat sibuk ya sampai tidak menghubungiku sama sekali kemarin? Sebentar lagi Kevia ulang tahun dan dia sangat ingin kamu datang mengunjunginya dan kita merayakan bertiga.” Kata Tiara.


“Maafkan aku sayang, aku sangat sibuk dengan urusan perusahaan. Apalagi ibu selalu menyuruhku untuk menghadiri acara yang menyangkut urusan perusahaan.” Kata Daniel.


“Pokoknya saat ulang tahun Kevia, kamu harus datang.” Kata Tiara.


“Iya akan aku usahakan ya sayang. Bagaimana kamu disana? Kamu jadi ikut kelas melukis?” Tanya Daniel.


“Aku bertemu dengan Nadia mas, temanku yang pernah aku ceritakan waktu itu loh, kamu masih ingat kan?” Tanya Tiara.


“Oh iya, jangan terlalu dekat tapi dengannya dan juga jangan terlalu mudah percaya dengan orang lain.” Kata Daniel.


“Aku sangat senang mas karena akhirnya aku bisa punya teman disini.” Kata Tiara.


“Iya tapi tetap saja kamu harus waspada dan jangan mudah percaya dengan orang yang baru kenal, bukankah kamu dan Nadia juga baru kenal? Jangan sampai dia berteman denganmu karena hanya ingin memanfaatkanmu saja, secara keluarga kita dan dia juga sangat jauh berbeda kan.” Kata Daniel.


“Mas kenapa kamu bicara seperti itu sih, aku jauh lebih mengenal dia dibandingkan denganmu mas, dan dia itu tulus denganku begitu juga sebaliknya mas.” Kata Tiara.


“Aku hanya memberimu saran saja.” Kata Daniel.


“Terima kasih atas sarannya tapi aku jauh lebih mengenal dia dibandingkan dneganmu mas.” Kata Tiara lalu dia segera menutup telfonnya.


“Astaga kenapa mas Daniel jadi seperti ini sih padahal aku hanya berteman baik dengan Nadia. Aku harus bertahan hidup disini juga demi menemani putriku dan ingin lebih bebas dari ibunya mas Daniel.” Kata Tiara sambil menangis.


__ADS_1


__ADS_2