
Keesokan paginya.
“Mas, hari ini aku mau ke rumah
temanku.” Kata Abella.
“Memangnya kemana?” Tanya Adriano
palsu.
“Aku mau ke rumahnya Jesica,
anaknya ulang tahun terus dia mengundangku. Nanti aku sekalian membawa Darel kok.”
Kata Abella.
“Aku antar saja ya.” Kata Adriano
palsu.
“Iya mas boleh, aku siap-siap
dulu ya kalau begitu.” Kata Abella.
“Iya sayang.” Kata Adriano palsu.
Kemudian Abella menelfon Jesica.
“Hallo Jes, nanti aku titip Darel
ya.” Kata Abella.
“Iya tenang saja. si Ayu juga
sudah siap kok untuk menemanimu pergi ke vila itu.” Kata Jesica.
“Ok terima kasih banyak, nanti
Adriano palsu akan mengantarku agar dia tidak curiga.” Kata Abella.
“Iya, aku juga sudah menghias
rumahku agar terlihat seperti ada acara pesta.” Kata Jesica.
“Ok terima kasih banyak Jes, kamu
benar-benar membantuku.” Kata Abella.
“Aku tunggu dirumah secepatnya,
kamu hati-hati ya.” Kata Jesica.
**
Setibanya dirumah Jesica.
“Aku turun dulu ya sayang.” Kata
Abella.
“Kok sepi rumahnya?” Tanya Adriano
palsu.
“Acaranya kan jam 11 siang, aku
berangkat lebih awal karena mau membantu dia menyiapkan pesta.” Kata Abella.
“Oh begitu, aku langsung pulang
ya.” Kata Adriano palsu.
“Hati-hati sayang.” Kata Abella.
Kemudian Abella segera pergi ke
vila bersama Ayu.
__ADS_1
“Kita harus cepat sampai di vila
itu mbak, aku takut Marcelo akan memindahkan pak Adriano ke tempat lain.” Kata
Ayu.
“Tenang saja, aku akan mengemudi
dengan sangat cepat.” Kata Abella.
“Baik mbak.” Kata Ayu.
“Aku sudah menyadap ponsel milik
Marcelo, dengan begitu aku bisa mengetahui apa saja rencana dia.” Kata Abella.
“Ya ampun mbak kenapa sampai
kepikiran sejauh itu?” Tanya Ayu.
“Aku akan membalasnya dengan
perlahan tapi pasti agar dia sama sekali tidak curiga. Dia memang tidak mudah
untuk dilawan makanya aku akan melakukannya dengan perlahan. Tolong nyalakan
laptopku lalu dengarkan percakapan Marcelo.” Kata Abella.
“Baik mbak. Mbak sebaiknya
matikan gps ponsel dan mobil juga mbak, aku takut kalau Marcelo akan
melacaknya.” Kata Ayu.
“Sudah semuanya Ayu, terima kasih
ya sudah mengingatkanku.” Kata Abella.
“Sama-sama mbak, kita dengarkan
percakapan Marcelo mbak.” Kata Ayu.
percakapan Marcelo, tiba-tiba mereka panik karena Marcelo akan menghampiri vila
tersebut.
“Mbak bagaimana ini? Bisa gawat
kalau seperti ini. Apakah kita lebih baik kembali saja ya mbak atau bagaimana
mbak?” Tanya Ayu.
“Santai dan tenang, kalau gegabah
dan panik rencana kita akan gagal. Kita akan sampai terlebih dahulu kok.” Kata
Abella.
Kemudian Abella menelfon Adriano
palsu.
“Hallo mas kamu dimana sekarang?”
Tanya Abella.
“Aku dijalan.” Kata Adriano
palsu.
“Kamu berbohong padaku ya? Kamu
menemui siapa?” Tanya Abella.
“Ada apa sih? Aku tidak menemui
siapa-siapa sayang.” Kata Adriano palsu.
__ADS_1
“Aku tau sebenarnya kamu menemui
wanita itu kan? Si dokter genit itu, dasar kamu berbohong.” Kata Abella.
“Astaga, tidak sayang.” Kata
Adriano palsu.
“Kalau begitu kamu share lokasimu
saat ini lalu kirim fotomu saat ini, aku curiga padamu kalau kamu sedang
menemui si Marisa dokter genit itu.” Kata Abella.
“Ok ok, sebentar ya aku masih
dijalan dan aku akan kembali pulang agar kamu percaya padaku.” Kata Adriano
palsu, lalu dia menutup telfonnya.
“Bagaimana rencanaku?” Tanya
Abella kepada Ayu.
“Bagus sekali mbak, aku tidak menyangka
mbak Abella kepikiran sampai sejauh itu.” Kata Ayu.
“Tentu saja, sekarang saatnya
kita segera meluncur ke vila itu.” Kata Abella.
“Tapi bagaimana cara kita masuk
mbak?” Tanya Ayu.
“Ambil koper di belakang itu lalu
buka dan lihat apa saja isinya.” Kata Abella.
Kemudian Ayu membuka koper
tersebut.
“Wah ada pistol mbak? Ini pistol
mainan?” Tanya Ayu.
“Itu pistol asli tapi isinya
bukan peluru asli kok, itu ada petasan juga untuk membuat anak buahnya Marcelo kaget
hahahaha, emang enak.” Kata Abella.
“Tapi saya takut mbak menghadapi
mereka.” Kata Ayu.
“Aku minta bantuan ke temanku kok
untuk berjaga-jaga disana.” Kata Abella.
“Siapa saja memangnya mbak?”
Tanya Ayu.
“Temanku bela diri, dia jago bela
diri dan dulu mengajariku bela diri dulu. Sebentar lagi kita sampai, pakai
sarung tanganmu, kacamata hitam dan juga topi agar tidak ada yang mengenali
kita.” Kata Abella.
“Baik mbak, lalu untuk apa sarung
tangan mbak?” Tanya Ayu.
__ADS_1
“Biar lebih aman, dan tidak
meninggalkan jejak.” Kata Abella.