Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)

Terpaut Usia 15 Tahun (The Secret)
Episode 147


__ADS_3

Keesokan paginya.


“Mas, hari ini aku mau ke rumah


temanku.” Kata Abella.


“Memangnya kemana?” Tanya Adriano


palsu.


“Aku mau ke rumahnya Jesica,


anaknya ulang tahun terus dia mengundangku. Nanti aku sekalian membawa Darel kok.”


Kata Abella.


“Aku antar saja ya.” Kata Adriano


palsu.


“Iya mas boleh, aku siap-siap


dulu ya kalau begitu.” Kata Abella.


“Iya sayang.” Kata Adriano palsu.


Kemudian Abella menelfon Jesica.


“Hallo Jes, nanti aku titip Darel


ya.” Kata Abella.


“Iya tenang saja. si Ayu juga


sudah siap kok untuk menemanimu pergi ke vila itu.” Kata Jesica.


“Ok terima kasih banyak, nanti


Adriano palsu akan mengantarku agar dia tidak curiga.” Kata Abella.


“Iya, aku juga sudah menghias


rumahku agar terlihat seperti ada acara pesta.” Kata Jesica.


“Ok terima kasih banyak Jes, kamu


benar-benar membantuku.” Kata Abella.


“Aku tunggu dirumah secepatnya,


kamu hati-hati ya.” Kata Jesica.


**


Setibanya dirumah Jesica.


“Aku turun dulu ya sayang.” Kata


Abella.


“Kok sepi rumahnya?” Tanya Adriano


palsu.


“Acaranya kan jam 11 siang, aku


berangkat lebih awal karena mau membantu dia menyiapkan pesta.” Kata Abella.


“Oh begitu, aku langsung pulang


ya.” Kata Adriano palsu.


“Hati-hati sayang.” Kata Abella.


Kemudian Abella segera pergi ke


vila bersama Ayu.

__ADS_1


“Kita harus cepat sampai di vila


itu mbak, aku takut Marcelo akan memindahkan pak Adriano ke tempat lain.” Kata


Ayu.


“Tenang saja, aku akan mengemudi


dengan sangat cepat.” Kata Abella.


“Baik mbak.” Kata Ayu.


“Aku sudah menyadap ponsel milik


Marcelo, dengan begitu aku bisa mengetahui apa saja rencana dia.” Kata Abella.


“Ya ampun mbak kenapa sampai


kepikiran sejauh itu?” Tanya Ayu.


“Aku akan membalasnya dengan


perlahan tapi pasti agar dia sama sekali tidak curiga. Dia memang tidak mudah


untuk dilawan makanya aku akan melakukannya dengan perlahan. Tolong nyalakan


laptopku lalu dengarkan percakapan Marcelo.” Kata Abella.


“Baik mbak. Mbak sebaiknya


matikan gps ponsel dan mobil juga mbak, aku takut kalau Marcelo akan


melacaknya.” Kata Ayu.


“Sudah semuanya Ayu, terima kasih


ya sudah mengingatkanku.” Kata Abella.


“Sama-sama mbak, kita dengarkan


percakapan Marcelo mbak.” Kata Ayu.


percakapan Marcelo, tiba-tiba mereka panik karena Marcelo akan menghampiri vila


tersebut.


“Mbak bagaimana ini? Bisa gawat


kalau seperti ini. Apakah kita lebih baik kembali saja ya mbak atau bagaimana


mbak?” Tanya Ayu.


“Santai dan tenang, kalau gegabah


dan panik rencana kita akan gagal. Kita akan sampai terlebih dahulu kok.” Kata


Abella.


Kemudian Abella menelfon Adriano


palsu.


“Hallo mas kamu dimana sekarang?”


Tanya Abella.


“Aku dijalan.” Kata Adriano


palsu.


“Kamu berbohong padaku ya? Kamu


menemui siapa?” Tanya Abella.


“Ada apa sih? Aku tidak menemui


siapa-siapa sayang.” Kata Adriano palsu.

__ADS_1


“Aku tau sebenarnya kamu menemui


wanita itu kan? Si dokter genit itu, dasar kamu berbohong.” Kata Abella.


“Astaga, tidak sayang.” Kata


Adriano palsu.


“Kalau begitu kamu share lokasimu


saat ini lalu kirim fotomu saat ini, aku curiga padamu kalau kamu sedang


menemui si Marisa dokter genit itu.” Kata Abella.


“Ok ok, sebentar ya aku masih


dijalan dan aku akan kembali pulang agar kamu percaya padaku.” Kata Adriano


palsu, lalu dia menutup telfonnya.


“Bagaimana rencanaku?” Tanya


Abella kepada Ayu.


“Bagus sekali mbak, aku tidak menyangka


mbak Abella kepikiran sampai sejauh itu.” Kata Ayu.


“Tentu saja, sekarang saatnya


kita segera meluncur ke vila itu.” Kata Abella.


“Tapi bagaimana cara kita masuk


mbak?” Tanya Ayu.


“Ambil koper di belakang itu lalu


buka dan lihat apa saja isinya.” Kata Abella.


Kemudian Ayu membuka koper


tersebut.


“Wah ada pistol mbak? Ini pistol


mainan?” Tanya Ayu.


“Itu pistol asli tapi isinya


bukan peluru asli kok, itu ada petasan juga untuk membuat anak buahnya Marcelo kaget


hahahaha, emang enak.” Kata Abella.


“Tapi saya takut mbak menghadapi


mereka.” Kata Ayu.


“Aku minta bantuan ke temanku kok


untuk berjaga-jaga disana.” Kata Abella.


“Siapa saja memangnya mbak?”


Tanya Ayu.


“Temanku bela diri, dia jago bela


diri dan dulu mengajariku bela diri dulu. Sebentar lagi kita sampai, pakai


sarung tanganmu, kacamata hitam dan juga topi agar tidak ada yang mengenali


kita.” Kata Abella.


“Baik mbak, lalu untuk apa sarung


tangan mbak?” Tanya Ayu.

__ADS_1


“Biar lebih aman, dan tidak


meninggalkan jejak.” Kata Abella.


__ADS_2